Heboh Seorang Pria Tak Sengaja "Tumbangkan" Internet Satu Kota

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 21 Februari 2022
Heboh Seorang Pria Tak Sengaja

Seorang pria tumbangkan internet satu kota (Foto: pixabay/tumisu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEORANG Pria asal Prancis baru-baru ini menghebohkan publik. Alih-alih berusaha membuat anak-anaknya berhenti bermain media sosial, justru malah tidak sengaja membuat internet satu kota tumbang. Karena perbuatannya pria tersebut terancam hukuman penjara.

Menurut laporan dari media lokal Prancis, France Blue, pria itu mencoba menggunakan jammer (pengacak sinyal) multi-band, untuk mematikan internet di rumah sementara. Dia beralasan untuk mencegah anaknya ketagihan main media sosial.

Masyarakat kota Messanges, Prancis, dihebokan dengan tumbangnya internet gara-gara seorang pria melakukan jammer (Foto: pixabay/janeb13)

Baca Juga:

Ajarkan Aman Berselancar di Internet Bagi Lansia

Hal tersebut diketahui ketika pihak berwenang setempat menginterograsi pria tersebut. Pria itu mengaku memakai jammer hanya untuk memutus internet di rumahnya pada tengah malam hingga pukul 03.00 pagi, dengan alasan agar sang anak berhenti bermain media sosial ketika jam tidur malam.

Namun, diluar dugaan jammer yang digunakan oleh pria tersebut rupanya terlalu kuat. Karena, tak hanya internet di rumahnya yang mati, tapi di area sekelilingnya yakni di kota Messanges, Prancis, pun mati.

Para tetangga yang terkena dampak jammer tersebut, melaporkan insiden itu ke operator setempat, yang akhirnya melaporkan kasus itu ke Agence Nationale des Fréquences (ANFR), organisasi yang mengelola frekuensi radio di Prancis.

"Dengan ingin memutuskan internet di rumahnya, dia menerapkan hukuman yang sama ke seluruh lingkungannya," jelas pihak ANFR seperti yang dikutip dari laman ZDNet.

Penggunaan jammer merupakan suatu tindakan yang ilegal (Foto: pixabay/terimakasih0)

Menggunakan jammer di Prancis merupakan suatu tindakan yang ilegal, karena bisa menggangu sinyal telekomunikasi. Lantaran aksinya, pria itu terancam denda senilai 30.000 Euro atau sekitar Rp 487 juta, serta hukuman enam bulan penjara.

Baca Juga:

Survei: Kebutuhan Internet di Indonesia Terus Meningkat

Rupanya, kejadian seseorang tak sengaja menumbangkan internet satu kota bukan pertama kalinya. Karena, di tahun 2022 pernah terjadi kasus yang sama.

Singkat cerita, operator kebingungan melihat internet pada sebuah desa di Inggris yang selalu mati setiap pukul 07.00. Rupanya hal itu buka hanya dialami satu orang, melainkan ratusan warga desa.

Penyebab kejadian tersebut adalah seorang warga yang mematikan TV tua di waktu yang sama setiap hari. Rupanya, TV tersebut mengeluarkan semburan listrik yang dapat menggangu sinyal telekomunikasi. (Ryn)

Baca Juga:

Internet Dipenuhi Ratusan Ribu Berkas Berbahaya Sepanjang 2021

#Internet
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Masyarakat yang bekerja memiliki kontribusi penggunaan internet terbesar dengan penetrasi mencapai 84,9 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Indonesia
Pembatasan Akun Anak Berlaku: X & Bigo Live Paling Patuh, Grup Meta Masih 'Bandel'
Untuk penerapan awalnya berlaku kepada delapan platform digital yaitu YouTube, TikTok, Facebook, Threads, Instagram, X, Bigo Live, dan Roblox.
Wisnu Cipto - Sabtu, 28 Maret 2026
Pembatasan Akun Anak Berlaku: X & Bigo Live Paling Patuh, Grup Meta Masih 'Bandel'
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Layanan Internet Digratiskan Selama Bulan Ramadan
Informasi yang menyebut adanya program internet gratis selama Ramdaan 1477 H tengah viral di media sosial.
Frengky Aruan - Selasa, 03 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Layanan Internet Digratiskan Selama Bulan Ramadan
Berita Foto
Indosat Hadirkan Program #LebihBaikIndosat Sambut Idul Fitri 1447 H
SVP-Head of Corporate Communications Ovidia Nomia, SVP-Head of Network Operations Raden Tofan saat meluncurkan #LebihBaikIndosat di Jakarta (20/2/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 20 Februari 2026
Indosat Hadirkan Program #LebihBaikIndosat Sambut Idul Fitri 1447 H
Indonesia
Kabar Gembira, Bakal Ada Layanan Internet Murah Bagi 10,8 Juta Rumah Tangga
Kemkomdigi terus mengupayakan agar layanan akses internet murah dengan kecepatan lebih dari 100 Mbps tersedia di daerah pelosok yang sudah terjangkau jaringan fixed broadband.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Kabar Gembira, Bakal Ada Layanan Internet Murah Bagi 10,8 Juta Rumah Tangga
Indonesia
DPRD DKI Desak Penyaringan Konten Kekerasan, Minta Pemprov Gandeng Komdigi untuk Hindari Overblocking
DPRD DKI mendorong Pemprov menggandeng Komdigi untuk merumuskan aturan penyaringan konten kekerasan, tanpa membatasi akses internet bagi pelajar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
DPRD DKI Desak Penyaringan Konten Kekerasan, Minta Pemprov Gandeng Komdigi untuk Hindari Overblocking
Indonesia
Cloudflare Alami Gangguan Global, Ribuan Situs dan Layanan Internet Terdampak
Cloudflare mengalami gangguan global pada 18/11, menyebabkan ribuan situs dan layanan digital seperti X, Canva, dan ChatGPT tidak dapat diakses.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 18 November 2025
Cloudflare Alami Gangguan Global, Ribuan Situs dan Layanan Internet Terdampak
Indonesia
Penjelasan Operator Sisa Kuota Internet Hangus Saat Beli Paket Anyar
Saat jaringan seluler masih menggunakan teknologi 2G, skema yang digunakan operator adalah biaya internet dihitung berdasarkan kuota yang terpakai atau konsep pay as you use (PAYU).
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 Juli 2025
Penjelasan Operator Sisa Kuota Internet Hangus Saat Beli Paket Anyar
Dunia
YouTube dan Regulator Australia Berpolemik tentang Larangan Anak Di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial, Saling Adu Data
Regulator internet Australia dan YouTube berselisih soal rencana larangan anak di bawah 16 tahun mengakses media sosial. Siapa sebenarnya yang melindungi anak-anak?
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 24 Juni 2025
YouTube dan Regulator Australia Berpolemik tentang Larangan Anak Di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial, Saling Adu Data
Indonesia
Komisi VI DPR Bakal Panggil Telkom Group dan Telkomsel Buntut Kuota Internet Hangus
Komisi VI DPR akan memanggil Telkom Group dan Telkomsel. Hal itu buntut dari kebijakan kuota internet yang hangus setelah masanya berakhir.
Soffi Amira - Rabu, 11 Juni 2025
Komisi VI DPR Bakal Panggil Telkom Group dan Telkomsel Buntut Kuota Internet Hangus
Bagikan