Internet Dipenuhi Ratusan Ribu Berkas Berbahaya Sepanjang 2021
Kaspersky menemukan ratusan ribu berkas berbahaya beredar di internet setiap hari di sepanjang tahun 2021 (Foto: pixabay/b_a)
SISTEM deteksi milik perusahaan keamanan siber Kaspersky, menemukan ratusan ribu berkas berbahaya beredar di internet setiap hari di sepanjang tahun 2021. Hal tersebut dipaparkan oleh pakar keamanan Kaspersky Denis Staforkin. Menurutnya kejadian tersebut sangat tak terduga.
"Ini memang tidak terduga, aktivitas online masih tinggi karena kerja jarak jauh diadopsi di seluruh dunia," jelas Denis Staforkin, seperti yang dikutip dari laman Antara.
Baca Juga:
Sistem di Kaspersky mendapati rata-rata ada 380 ribu berkas berbahaya setiap hari selama 12 bulan terakhir. Jumlah tersebut 20 ribu lebih banyak dibanding temuan tahun lalu.
Sebagian besar ancaman terjadi lewat berkas WindowsPE, yang merupakan format berkas untuk sistem operasi Windows. Kaspersky mendapati ancaman tersebar melalui sistem operasi Linux meningkat dibanding periode sebelumnya. Kaspersky mendeteksi pertumbuhan 57 persen melalui linux.
Lebih dari separuhnya atau 54 persen, ancaman disebarkan melalui berkas berupa Trojan yang tidak dikenal. Saat banyak jenis ancaman yang volumenya menurun di 2021, Trojan Dropers justru meningkat 2,24 persen dibanding 2020.
Malware Trojan Droppers dikabarkan sangat berbahaya, karena bisa mengirimkan malware lainnya yang lebih canggih pada perangkat seseorang.
Baca Juga:
Malware dan Peretas Mengancam di Balik Aplikasi Kencan
Penyebaran berkas berbahaya itu merupakan dampak dari aktivitas pada jaringan yang semakin banyak. Karena, semakin banyak aktivitas yang dilakukan secara dalam jaringan maupun online, semakin banyak pula perangkat yang digunakan.
Apabila perangkat yang terkoneksi ke internet semakin banyak, maka semakin luas ancaman dan serangan.
Guna mengatasi hal tersebut, perlu ada peningkatan literasi digital. Hal itu agar masyarakat tak sembarang mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal, serta tidak mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak resmi.
Selain itu, pengguna perangkat pun mesti waspada bila ada perintah untuk mematikan sistem keamanan software, khususnya pada gadget yang digunakan untuk bekerja. (ryn)
Baca Juga:
Terdapat 'Celah' Pada Tiktok yang Bisa dimanfaatkan oleh Peretas
Bagikan
Berita Terkait
Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Siap Meluncur Global, Sudah Muncul di NBTC Thailand
OPPO A6 5G Debut di India, Dibanderol Rp 3 Jutaan dengan Baterai Jumbo
Samsung Galaxy A57 Sudah Lolos Sertifikasi TENAA, Berikut Spesifikasi Lengkapnya
iPhone 18 Pro hingga iPhone Fold Siap Meluncur September 2026, tak Bawa Dynamic Island?
Spesifikasi Samsung Galaxy S26 dan S26 Plus Bocor, Baterai dan Kamera Jadi Sorotan
Harga iPhone 18 Pro Max Diprediksi Bakal Meroket Buntut Kelangkaan Komponen RAM
Bocoran Xiaomi 18, Dikabarkan Bawa Kamera Periskop hingga Fingerprint Ultrasonik
OPPO Find X9 Ultra dan Vivo X300 Ultra Dirumorkan Pakai Kamera Ganda 200MP
OPPO Find X9 Pro Tembus 5 Besar DxOMark, Ungguli Honor Magic 8 Pro!
Redmi Buds 8 Lite dan Mijia Smart Audio Glasses Bakal Hadir di Indonesia Bersamaan dengan Peluncuran Redmi Note 15 Series