Data Pelanggan McDonald Diretas, Apa Motifnya?

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 14 Juni 2021
Data Pelanggan McDonald Diretas, Apa Motifnya?

McDonald diserang peretas (foto: pixabay/b_a)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RESTORAN cepat saji McDonald dikabarkan mendapat masalah soal keamanan pelanggannya. Menurut laporan The Wall Street Journal, data pribadi pelanggan restoran itu dicuri peretas.

Berbeda dengan serangan yang belum lama ini dilancarkan pada CNA Financial dan Colonial Pipeline, McDonald mengklaim tak ada kaitannya dengan ransomware.

Baca Juga:

Malware dan Peretas Mengancam di Balik Aplikasi Kencan

Peretasan data pengguna McDonald dikabarkan tidak mengganggu jalannya operasional. (Foto: pixabay/fotoart-treu)



Namun, McDonald mengklaim informasi perusahaan di Amerika Serikat dan beberapa data pelanggan di wilayah Taiwan dan Korea Selatan dicuri.

Disiarkan The Verge, restoran cepat saji ini melalui konsultan menemukan adanya pelanggaran data. Penyelidikan dilakukan karena adanya pergerakan ilegal pada sistem keamanan internal.

Kabarnya, di Amerika Serikat, data yang diakses meliputi informasi kontak bisnis untuk waralaba, luas area bermain, hingga kapasitas tempat duduk toko.

Sementara pada cabang McDonald di Korea Selatan dan Taiwan, terjadi pencurian data pribadi pelanggan. Akibat kejadian itu, McDonald mengambil sejumlah langkah tegas untuk memberi tahu regulator serta pelanggan terdaftar pada file yang dicuri itu.

Namun, McDonald menjelaskan tidak ada informasi pembayaran pelanggan yang terdapat dari file-file yang diretas. Peretasan data tersebut tidak mengganggu operasi bisnis. Untuk mengantisipasinya, beberapa cabang akan mengambil langkah untuk mengamankan file berisi data pribadi karyawan.

Baca Juga:

Terdapat 'Celah' Pada Tiktok yang Bisa dimanfaatkan oleh Peretas

McDonald akan mengambil langkah untuk mengamankan data pelanggannya. (Foto: pixabay/pixelcreatures)

Cabang-cabang lain tersebut yakni Afrika Selatan dan Rusia. Kedua cabang tersebut ditandai pada penyelidikan awal konsultan keamanan.

Namun, belum diketahui cabang-cabang mana saja yang datanya telah diretas. Tak menutup kemungkinkan cabang McDonald di Indonesia juga terkena dampak peretasan.

Kasus pelanggaran data non-pembayaran pada jaringan restoran seperti halnya yang terjadi pada McDonald, memang tidak parah hingga mengacaukan operasional bisnis. Namun, itu merupakan contoh bagaimana perusahaan sekaliber McDonald bisa ditembus sistem keamanannya oleh para peretas. (ryn)

Baca Juga:

Peretas Kacaukan Rantai Pasokan Vaksin COVID-19, Apa Motifnya?

#Teknologi #McDonald #Peretasan #Hacker
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Perdiksi Harga iPhone Duo di Indonesia
Berdasarkan estimasi yang beredar, iPhone Duo diperkirakan dibanderol mulai Rp 34.999.000 hingga Rp 48 juta.
Dwi Astarini - 50 menit lalu
Perdiksi Harga iPhone Duo di Indonesia
Tekno
Samsung Galaxy A18 Resmi Meluncur di Indonesia, ini Harga dan Spesifikasinya
Samsung Galaxy A18 resmi rilis di Indonesia. HP ini hadir dengan Gemini AI dan tiga kamera.
Soffi Amira - Sabtu, 17 Oktober 2026
Samsung Galaxy A18 Resmi Meluncur di Indonesia, ini Harga dan Spesifikasinya
Tekno
Redmi Turbo 6 dan Turbo 6 Max Bocor, Diduga Jadi POCO X9 Pro Series
Redmi Turbo 6 dan Turbo 6 Max kini muncul di IMEI. HP tersebut kabarnya akan meluncur dengan POCO X9 Pro Series.
Soffi Amira - Jumat, 16 Oktober 2026
Redmi Turbo 6 dan Turbo 6 Max Bocor, Diduga Jadi POCO X9 Pro Series
Tekno
Samsung Galaxy S27 Ultra Dikabarkan Beralih ke Exynos 2700, ini Alasannya
Samsung Galaxy S27 Ultra bakal beralih ke Exynos 2700. Sebab, Samsung menghadapi masalah overheating lewat chip Snapdragon.
Soffi Amira - Jumat, 16 Oktober 2026
Samsung Galaxy S27 Ultra Dikabarkan Beralih ke Exynos 2700, ini Alasannya
Dunia
Gara-gara Password '123456', Data 8,8 Juta Penduduk Denmark Bocor
Otoritas Denmark mengonfirmasi bahwa data sekitar 8,8 juta orang telah bocor.
Yusuf Abdillah - Kamis, 15 Oktober 2026
Gara-gara Password '123456', Data 8,8 Juta Penduduk Denmark Bocor
Tekno
HyperOS 4 Resmi Meluncur di China, ini Daftar HP Xiaomi yang Dapat Update
HyperOS 4 kini resmi meluncur di China. Update tersebut membawa sejumlah perubahan baru di fiturnya.
Soffi Amira - Kamis, 15 Oktober 2026
HyperOS 4 Resmi Meluncur di China, ini Daftar HP Xiaomi yang Dapat Update
Tekno
OPPO Reno 17 Dikabarkan Meluncur November 2026, ini Bocoran Spesifikasinya
OPPO Reno 17 kini mulai bocor di internet. HP itu kabarnya mengusung kamera 200MP dan baterai 7.000mAh.
Soffi Amira - Kamis, 15 Oktober 2026
OPPO Reno 17 Dikabarkan Meluncur November 2026, ini Bocoran Spesifikasinya
Tekno
Warna iPhone 18 Pro Burgundy Dilaporkan Berubah setelah 3 Minggu, Apa Penyebabnya?
Warna iPhone 18 Pro burgundy kini berubah warna, setelah dipakai tiga minggu. Hal itu diunggah oleh salah seorang pengguna di Reddit.
Soffi Amira - Kamis, 15 Oktober 2026
Warna iPhone 18 Pro Burgundy Dilaporkan Berubah setelah 3 Minggu, Apa Penyebabnya?
Tekno
POCO X8s Muncul di Geekbench, Bawa Snapdragon 7 Gen 4 dan RAM 12GB?
POCO X8s kini muncul di IMDA dan Geekbench. HP tersebut membawa Snapdragon 7 Gen 4 dan RAM 12GB.
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
POCO X8s Muncul di Geekbench, Bawa Snapdragon 7 Gen 4 dan RAM 12GB?
Tekno
OPPO Find X10 dan Find X10 Pro Max Dikonfirmasi Meluncur 22 Oktober 2026, Spesifikasinya Terungkap
OPPO Find X10 dan Find X10 Pro Max dikonfirmasi meluncur 22 Oktober 2026. HP ini membawa fitur Snap Key.
Soffi Amira - Selasa, 13 Oktober 2026
OPPO Find X10 dan Find X10 Pro Max Dikonfirmasi Meluncur 22 Oktober 2026, Spesifikasinya Terungkap
Bagikan