Hatta Rajasa Berharap Mahasiswa ITB Tidak Hanya Unggul di Bidang Akademik

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 11 November 2021
Hatta Rajasa Berharap Mahasiswa ITB Tidak Hanya Unggul di Bidang Akademik

Hatta Rajasa dalam Saturday Lesson “Selalu Ada Jalan Menuju Sukses Bagi Mereka Yang Memiliki Tekad” yang digelar ITB. (Foto: MP/Dok ITB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) diharapkan tidak terjebak pada stigma hanya mengutamakan nilai akademik. Namun, harus memiliki mempunyai keterampilan dalam bidang nonakademik.

Demikian disampaikan Hatta Rajasa dalam Saturday Lesson “Selalu Ada Jalan Menuju Sukses Bagi Mereka yang Memiliki Tekad” yang digelar ITB.

Penerima Doktor Kehormatan (Dr HC) dari ITB itu juga menyinggung sedikit tentang peran universitas tersebut sebagai the center of excellence. Ia mengatakan bahwa gelar akademik dan menjadi lulusan kampus terbaik seperti ITB bukan lagi menjadi suatu jaminan untuk bisa bersaing di zaman sekarang.

Baca Juga:

ITB Kembangkan Budidaya Tomat dan Lebah di Pertanian Terintegrasi

Hal ini terlihat dari beberapa perusahaan top dunia yang tidak membutuhkan gelar akademik saat merekrut pegawainya.

“Stigma tentang mahasiswa ITB yang hanya mengutamakan akademik saja adalah stigma lama,” ujar Hatta Rajasa pada acara yang berlangsung daring tersebut, Minggu (24/10).

“Segala hal yang kita lakukan saat ini akan menentukan masa depan kita. Apa pun pilihan Anda, baik sebagai pekerja profesional maupun pengusaha, keduanya adalah hal yang baik, tapi yang penting Anda harus bisa meraihnya,” pesannya.

Menurut Hatta Rajasa, kesuksesan bisa datang dari mana saja tergantung kemauan mencapai kesuksesan tersebut.

Ia pun berharap mahasiswa lulusan ITB bisa sukses saat berkiprah di masyarakat nanti, serta memberikan sumbangsih mereka untuk negeri.

Ia juga meyakini bahwa mahasiswa baru yang sudah berhasil masuk ITB melalui seleksi ketat akan sukses ke depannya.

Baca Juga:

ITS dan ITB Daftarkan Paten Mobil Listrik SUV dan City Car

Menurutnya, saat ini keadaan dunia sangat tidak tertebak arahnya. Perubahan yang cepat disertai ketidakpastian kerap menjadi pertimbangan seseorang dalam menentukan masa depannya, terkhusus alumni ITB yang baru lulus.

Revolusi Industri 4.0 serta disruptive technology adalah hal yang penting dijadikan pertimbangan. Tatanan lama yang dulu dianggap absolut terbukti tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Kita bisa melihat beberapa contoh seperti produk Nokia, Kodak, dan lain-lain,” katanya.

Saat ini, sangat banyak perusahaan rintisan (startup) yang didirikan oleh pebisnis pemula. Dalam hal ini, Hatta Rajasa menyarankan mahasiswa yang ingin membangun startup untuk bisa memahami pasar dan perkembangan yang sedang terjadi saat ini.

“Dunia bisnis serta usaha akan selalu menuntut kita untuk berpikir kritis dan inovatif. Selain itu, kita juga dituntut untuk bisa mengembangkan ekosistem yang baik. Oleh karena itu, kita harus membiasakan hal-hal seperti ini mulai dari sekarang agar dapat bersaing dalam ketidakpastian dunia saat ini,” kata menteri era Presiden SBY dan Megawati Soekarnoputri ini. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Kampus ITB Dibuka, Mahasiswa Gembira

#Hatta Rajasa #ITB
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
LIBRA Platform Asisten AI Berstandar Enterprise Diluncurkan di ITB
Pemanfaatan AI dapat membantu organisasi meningkatkan efisiensi serta mendorong daya saing Indonesia serta menambah pondasi dalam bangunan kedaulatan digital di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 Mei 2026
LIBRA Platform Asisten AI Berstandar Enterprise Diluncurkan di ITB
Indonesia
Kampus Kekerasan Seksual di Berbagai Kampus Bermunculan, Kemendiktisaintek Wajib Lakukan Evaluasi
Penanganan kekerasan seksual tidak dapat dilakukan secara parsial dan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing kampus.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 April 2026
Kampus Kekerasan Seksual di Berbagai Kampus Bermunculan, Kemendiktisaintek Wajib Lakukan Evaluasi
Indonesia
Buku Konsep Prabowonomics Diluncurkan di ITB, Dasco: Harus Dibaca
Dasco menilai buku ini refleksi kritis terhadap demokrasi dan persatuan nasional merujuk konsep Prabowonomics.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Maret 2026
Buku Konsep Prabowonomics Diluncurkan di ITB, Dasco: Harus Dibaca
Indonesia
Nasib E10 Tergantung Tebu dan Pabrik Gula, Begini Peringatan Profesor ITB
Implementasi E10 harus bertahap, tidak tiba-tiba, serta didukung oleh insentif fiskal dan regulasi yang memadai
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Oktober 2025
Nasib E10 Tergantung Tebu dan Pabrik Gula, Begini Peringatan Profesor ITB
Indonesia
Pakar Otomotif ITB Jelaskan Higroskopis Beda Jauh dari Korosif, Jamin E10 Ramah Mesin
Pemerintah Indonesia sendiri sedang menyiapkan peta jalan implementasi BBM E10 sebagai bagian dari transisi energi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Oktober 2025
Pakar Otomotif ITB Jelaskan Higroskopis Beda Jauh dari Korosif, Jamin E10 Ramah Mesin
Indonesia
Guru Besar ITB Sebut Campuran 10 Persen Etanol Langkah Visoner Optimalkan Bahan Naku Lokal Indonesia
Pengembangan industri bioetanol dalam negeri, berpotensi membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan nilai tambah bagi produk pertanian nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Oktober 2025
Guru Besar ITB Sebut Campuran 10 Persen Etanol Langkah Visoner Optimalkan Bahan Naku Lokal Indonesia
Indonesia
Hebat! 16 Dosen ITB Masuk Top 2 Persen Saintis Dunia Tahun 2025
Daftar World’s Top 2% Scientists, disusun berdasarkan berbagai indikator, seperti jumlah sitasi, indeks H, hingga dampak publikasi secara global.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 September 2025
Hebat! 16 Dosen ITB Masuk Top 2 Persen Saintis Dunia Tahun 2025
Indonesia
RDF Plant Rorotan Segera Beroperasi, Ahli Lingkungan ITB Minta Warga tak Khawatir
Dalam operasionalnya, fasilitas ini juga melibatkan sejumlah pakar dari ITB.
Dwi Astarini - Senin, 22 September 2025
RDF Plant Rorotan Segera Beroperasi, Ahli Lingkungan ITB Minta Warga tak Khawatir
Indonesia
GIIAS 2025 Ramai Pengunjung Tapi Penjualan Turun, Pemerintah Diminta Percepat Infrastruktur BEV dan Beri Insentif LCGC
Penurunan transaksi pembelian kendaraan kemungkinan besar disebabkan oleh melemahnya daya beli kelas menengah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Agustus 2025
GIIAS 2025 Ramai Pengunjung Tapi Penjualan Turun, Pemerintah Diminta Percepat Infrastruktur BEV dan Beri Insentif LCGC
Indonesia
Bahaya Tersembunyi di Balik Bensin Tercampur Solar, Siap-Siap Kantong Jebol
Kerusakan ini dapat terjadi karena mesin bensin membutuhkan percikan api untuk bekerja, sedangkan mesin diesel memiliki rasio kompresi yang tinggi
Angga Yudha Pratama - Kamis, 07 Agustus 2025
Bahaya Tersembunyi di Balik Bensin Tercampur Solar, Siap-Siap Kantong Jebol
Bagikan