Lingkungan

Hari Riset dan Inovasi Eropa ASEAN 2022 Fokus Bahas Isu Berkelanjutan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 22 Oktober 2022
Hari Riset dan Inovasi Eropa ASEAN 2022 Fokus Bahas Isu Berkelanjutan

Isu berkelanjutan sangat diminati masyarakat dunia. (Foto: Unsplash/Noah Buscher)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEHIDUPAN yang berkelanjutan atau sustainable terus menjadi isu hangat diperbincangkan oleh masyarakat saat ini. Banyak orang menginginkan gaya hidup lebih ramah lingkungan agar bumi senantiasa nyaman ditinggali ke depannya. Melihat hal ini, Uni Eropa dan ASEAN bekerja sama untuk melakukan inovasi dan riset untuk menyambut kembali Hari Riset dan Inovasi Eropa ASEAN 2022.

Tahun ini, tema dan fokus utama yang diangkat adalah transisi hijau dan kehidupan serba digital. Perhelatan ini akan digelar secara daring pada 2 hingga 11 November mendatang. Acara ini akan mengundang para pembuat kebijakan, pakar diskusi panel dan loka karya, peneliti, pebisnis, dan masyarakat umum.

Baca Juga:

Generasi Z dan Milenial Lebih Pilih Produk Ramah Lingkungan

Tahun ini, Uni Eropa dan ASEAN membagi fokus utama riset serta inovasi mereka ke dalam beberapa area penelitian atau tematik. Ada transisi energi dan digitalisasi untuk pengembangan yang sustainable, kerja sama Uni Eropa dan ASEAN dalam transformasi hijau dan digital, transisi energi dan digitalisasi serta perubahan iklim, pengaruh transformatif dari ilmu pengetahuan guna mencapai sasaran hijau dan digital, serta dua tematik lainnya.

Inovasi digital berkaitan dengan kehidupan berkelanjutan. (Foto: Unsplash/Guillaume de Germain)

Inovasi digital dan lingkungan hijau yang dimaksud di sini adalah membangun kehidupan yang terdigitalisasi, tetapi tetap ramah lingkungan, terutama dari segi perekonomian sirkular. Misalnya dengan lapangan hijau yang terbuka, bangunan serta arsitektur ramah iklim, dan tenaga solar sebagai pembangkit listrik. Dengan itu, teknologi-teknologi terkini juga akan dikembangkan untuk menuju arah penghijauan. Contohnya adalah Artificial Inteligence (AI) yang saat ini banyak dipakai di berbagai negara, termasuk Asia Tenggara dalam menghadirkan nilai ekonomi.

Baca Juga:

Melancong Berfaedah, Cobain Kegiatan Ramah Lingkungan ala Selandia Baru

Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN, H. E. Igor Driesmans menyampaikan bahwa penelitian dan inovasi ini tentunya tidak berjalan sendiri. Mereka membutuhkan banyak pihak di berbagai belahan dunia untuk saling bekerja sama. Pengadaan event ini akan menghadirkan ajang tukar pikiran serta ide. Harapannya, hal ini bisa membawa solusi baru untuk inovasi digital dan hijau di area Asia Tenggara serta Eropa.

Kerja sama ini didukung secara penuh oleh kelompok penelitian Horison Eropa. (Foto: Pexels/Roberto Nickson)

"Hari Riset dan Inovasi Eropa ASEAN menggarisbawahi kerja sama antara Uni Eropa dan ASEAN dalam ilmu pengetahuan dan penelitian, dialog kebijakan, serta peredaran tenaga kerja antara area Eropa dan Asia Tenggara," ungkap Driesmans dalam rilis pers yang diterima merahputih.com.

Dalam event ini, peserta akan banyak belajar juga mengenai Horison Eropa atau Europe Horizon. Program ini merupakan inisiatif penelitian lintas negara dan program inovasi milik Uni Eropa yang telah berjalan selama tujuh tahun. Horison Eropa juga mengalokasikan dana sebanyak 95,5 miliar euro atau kurang lebih Rp 1,4 kuadriliun. Selain itu, program ini juga mendukung dan memfasilitasi kerja sama antara Uni Eropa dan ASEAN. (mcl)

Baca Juga:

GIIAS 2022 Sambut Teknologi Kendaraan yang Lebih Ramah Lingkungan

#Peduli Lingkungan #Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
GRID Cardio Rush Tanam 1.500 Bibit Pohon di Gunung Gede Pangrango, ini Dampaknya bagi Lingkungan
GRID Cardio Rush mendapat apresiasi dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, setelah menanam 1.500 bibit pohon.
Soffi Amira - Minggu, 16 Agustus 2026
GRID Cardio Rush Tanam 1.500 Bibit Pohon di Gunung Gede Pangrango, ini Dampaknya bagi Lingkungan
Lifestyle
Hasil Kontribusi GRID Cardio Rush 2026, 1.500 Bibit Pohon Ditanam di Kaki Gunung Gede Pangrango
GRID Fitness Hub menanam 1.500 bibit pohon di kaki Gunung Gede Pangrango, Sabtu (15/8).
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Hasil Kontribusi GRID Cardio Rush 2026, 1.500 Bibit Pohon Ditanam di Kaki Gunung Gede Pangrango
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Bagikan