Hari Jadi ke-80 Sukoharjo Tanpa Euforia Usai OTT KPK Bupati Etik Suryani

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026
Hari Jadi ke-80 Sukoharjo Tanpa Euforia Usai OTT KPK Bupati Etik Suryani

Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo memimpin upacara peringatan HUT ke-80 Pemkab Sukoharjo, Rabu (15/7). (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo tepat berusia 80 tahun pada Rabu (15/7). Namun, perayaan hari jadi tahun ini terasa berbeda setelah Bupati Sukoharjo Etik Suryani terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (9/7).

Peristiwa tersebut menjadi kado pahit bagi Pemkab Sukoharjo di momen peringatan hari jadinya.

Meski demikian, puncak perayaan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tetap berlangsung dengan sederhana tanpa euforia berlebihan. Seluruh rangkaian acara tetap berjalan khidmat dan diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN).

Kirab Pataka Digelar dengan Konsep Sederhana

Salah satu rangkaian utama peringatan hari jadi adalah Kirab Pataka, yakni prosesi membawa petikan Penetapan Pemerintah Nomor 16/SD Tahun 1946 yang menetapkan tanggal 15 Juli 1946 sebagai hari lahir Kabupaten Sukoharjo.

Pada tahun ini, Kirab Pataka mengalami penyederhanaan. Prosesi tidak menggunakan kereta kencana dan kereta kuda seperti sebelumnya.

Iring-iringan kirab digantikan menggunakan mobil dinas milik masing-masing pejabat.

Rute kirab juga berubah. Jika sebelumnya dimulai dari Rumah Dinas Bupati Sukoharjo, kali ini rombongan berangkat dari Kantor Pemkab Sukoharjo menuju Alun-Alun Satya Negara sebagai lokasi pelaksanaan upacara Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo.

Baca juga:

Bupati Kena OTT KPK, Mendagri Tunjuk Wakil Bupati Sukoharjo Pimpin Pemerintahan

Upacara Gunakan Bahasa Jawa Halus

Dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, upacara Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo berlangsung dengan suasana khidmat.

Seluruh peserta mengenakan busana adat Jawa. Tidak hanya pakaian, bahasa yang digunakan selama upacara juga menggunakan bahasa Jawa halus.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan flashmob Tari Gambyong Sukoharjo yang dibawakan ribuan pelajar dan elemen masyarakat.

Pada sesi tersebut, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang biasanya ikut menari tidak tampil dalam tarian. Mereka hanya menyaksikan rangkaian acara.

Ribuan Warga Berebut Gunungan dari 12 Kecamatan

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tradisi rebutan gunungan yang dikirim dari 12 kecamatan di Sukoharjo.

Masyarakat yang sebelumnya menyaksikan upacara dari pinggir alun-alun langsung berlari ke tengah area ketika prosesi rebutan gunungan dimulai.

Gunungan tersebut berisi berbagai makanan tradisional, sayur mayur, dan buah-buahan.

Dalam hitungan menit, seluruh 12 gunungan yang disiapkan langsung habis diperebutkan warga.

Baca juga:

KPK Lanjutkan Penggeledahan di Setda Sukoharjo, Kantor Bupati hingga DPUPR Diperiksa

Sukoharjo Didorong Menjadi Lebih Maju dan Berbudaya

Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengatakan, melalui tema 'Sukoharjo Spektakuler', pemerintah ingin mengajak masyarakat bersama seluruh elemen pemerintahan mewujudkan Sukoharjo yang maju, mandiri, dan berbudaya.

“Kami ingin seluruh masyarakat bersama elemen pemerintah untuk mewujudkan Sukoharjo yang maju, Sukoharjo yang mandiri, Sukoharjo yang berbudaya, yang tadi kita diingatkan lagi dengan nilai-nilai Tridharma. Melu rumongso handarbeni (ikut merasa memiliki), melu rumongso hangrungkebi (ikut menjaga) dan mulat sarira hangrasa wani (berani mawas diri, introspeksi atau melihat kekurangan diri sendiri). Itu yang menjadi ruh kita,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo Evaluasi Usai OTT KPK

Di sisi lain, Eko Sapto Purnomo yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Sukoharjo mengaku prihatin atas OTT KPK yang menimpa Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama dua pejabat di lingkungan Pemda Sukoharjo.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan menghadirkan pemerintahan yang lebih baik.

Tentu kita saat ini kita prihatin dengan kondisi yang sedang kita alami. Kita juga harus mengambil hikmah. Ini menjadi momentum untuk kita mengevaluasi diri. Kita harus berusaha merubah diri menghadirkan pemerintahan yang bersih, pemerintahan yang profesional, pemerintahan yang transparan dan akuntabel,

Plt. Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo.

(Ismail/Jawa Tengah)

#Sukoharjo #Etik Suryani #Ott Kpk
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Sempat Heboh Isu OTT Bogor, KPK Temukan Barbuk Rp 1,5 M tapi Belum Ada Tersangka
KPK masih gunakan sprindik umum dan telah mengamankan barang bukti Rp1,5 miliar terkait kasus dugaan korupsi di Pemkab Bogor
Wisnu Cipto - Minggu, 23 Agustus 2026
Sempat Heboh Isu OTT Bogor, KPK Temukan Barbuk Rp 1,5 M tapi Belum Ada Tersangka
Indonesia
Rektor Unsoed Jadi Tersangka KPK, Terlibat Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru
KPK membongkar kasus korupsi di Unsoed. Rektor hingga wakil rektor Unsoed menjadi tersangka.
Soffi Amira - Sabtu, 22 Agustus 2026
Rektor Unsoed Jadi Tersangka KPK, Terlibat Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru
Indonesia
OTT Rektor Unsoed, KPK Temukan Uang Ratusan Juta yang Diduga Terkait Penerimaan Mahasiswa Baru
KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah dalam OTT Rektor Unsoed Akhmad Sodiq. Uang tersebut diduga terkait pengkondisian penerimaan mahasiswa baru.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
OTT Rektor Unsoed, KPK Temukan Uang Ratusan Juta yang Diduga Terkait Penerimaan Mahasiswa Baru
Indonesia
Rektor Unsoed Terjaring OTT KPK, Ada Dugaan Pengkondisian Penerimaan Mahasiswa Baru
KPK menangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dalam OTT. Operasi tersebut diduga terkait pengkondisian penerimaan mahasiswa baru.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
Rektor Unsoed Terjaring OTT KPK, Ada Dugaan Pengkondisian Penerimaan Mahasiswa Baru
Indonesia
KPK Bantah OTT Bupati Bogor Rudy Susmanto
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah berada di Gedung KPK.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
KPK Bantah OTT Bupati Bogor Rudy Susmanto
Indonesia
KPK Temukan 8.500 Dolar Singapura di Ruangan Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan Winarko
Lembaga antirasuah tersebut menyita 8.500 dolar Singapura dari Kantor Imigrasi Jaksel dalam penggeledahan pada 4 Agustus 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
KPK Temukan 8.500 Dolar Singapura di Ruangan Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan Winarko
Indonesia
KPK Ungkap Dugaan Pemotongan TPP ASN hingga 50 Persen dalam Kasus Bupati Kuansing
Penyidikan Bupati Kuansing: KPK menemukan dugaan pemotongan TPP ASN hingga sekitar 50 persen serta indikasi ASN diminta menyumbang untuk menutupi temuan BPK
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
KPK Ungkap Dugaan Pemotongan TPP ASN hingga 50 Persen dalam Kasus Bupati Kuansing
Indonesia
KPK Ungkap Capaian Terbaru: 12 OTT, Puluhan Perkara, dan Aset Bernilai Ratusan Miliar
KPK mencatat lonjakan kinerja penindakan pada semester I 2026 dengan 12 operasi tangkap tangan, 76 perkara dilimpahkan ke pengadilan, serta penyetoran Rp 59,99 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
KPK Ungkap Capaian Terbaru: 12 OTT, Puluhan Perkara, dan Aset Bernilai Ratusan Miliar
Indonesia
Banyak Bupati Kena OTT, Mendagri Ungkit Gaji Kepala Daerah 26 Tahun Tidak Berubah
Mendagri Tito Karnavian janji revisi aturan gaji kepala daerah yang masih diatur PP 109/2000 yang sudah berumur 26 tahun
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Banyak Bupati Kena OTT, Mendagri Ungkit Gaji Kepala Daerah 26 Tahun Tidak Berubah
Indonesia
KPK Sita SK Milik Eko Plt Bupati Sukoharjo dan SK Wabup Sukoharjo
Penyitaan dilakukan setelah pemeriksaan selama 7 jam terhadap Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
KPK Sita SK Milik Eko Plt Bupati Sukoharjo dan SK Wabup Sukoharjo
Bagikan