Parenting

Hadiah untuk Anak Tidak Harus Barang

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Kamis, 27 Oktober 2022
Hadiah untuk Anak Tidak Harus Barang

Hadiah enggak melulu barang. (Foto: Unsplash/Ekaterina Shakharova)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MAINAN memang kerap kali dijadikan hadiah untuk anak ketika mereka berprestasi, ulang tahun, atau mencapai tujuan tertentu. Selain membuat anak senang, memberikan hadiah kepada anak dapat mendorongnya untuk terus berperilaku baik dan mempertahankan prestasi.

Hadiah yang diberikan sebenarnya tidak harus selalu bersifat materi atau benda, seperti mainan, permen, atau barang lain kesukaan anak. Mengutip laman Alodokter, berikut lima hadiah selain barang yang bisa diberikan kepada anak.

Baca juga:

Mengapa Anak-Anak Jadi Pendamping Pemain Sepak Bola?

Hadiah untuk Anak Tidak Harus Barang
Pujian, sederhana tapi bermakna. (Foto: Unsplash/Mathilde Langevin)

Pujian

Memberikan pujian mungkin kesannya tidak ada effort lebih, hanya mengucapkan kata-kata dari mulut. Jangan salah, meski terkesedan sederhana, memberikan pujian kepada anak sebagai hadiah atas keberhasilannya bisa membuatnya merasa senang. Mungkin tidak hari ini, tapi esok ketika mereka sudah lebih menherti. Pujian yang tulus dari orang tua akan menumbuhkan rasa percaya diri, membangun motivasi, dan melatihnya untuk bisa berpikir positif.

Afeksi


Afeksi bisa menjadi salah satu bentuk ungkapan kasih sayang. Bagi sebuah keluarga, afeksi adalah unsur penting yang harus selalu dimiliki dan ditunjukkan, khususnya dari orang tua ke anaknya. Nah, afeksi ini bisa dijadikan sebagai penghargaan untuk anak. Bentuk afeksi untuk anak bisa berupa pelukan, mengelus rambut, merangkul tangan di bahu, atau hanya sbeuah senyuman. Meski sederhana, cara ini bisa menyentuh hati anak dan membuatnya merasa dihargai dan disayangi.

Lebih banyak screen time


Waktu anak untuk menonton televisi atau mengakses gawai memang perlu dibatasi. Tapi sesekali tidak ada salahnya memberikan lebih banyak screen time sebagai hadiah atas keberhasilan mereka. Saat hendak memberikan hadiah ini, tetapkan pula aturan tambahan durasi screen time, misalnya hanya selama 30 menit.

Baca juga:

Anak Tetap Bahagia dan Sehat Setelah Perceraian

Hadiah untuk Anak Tidak Harus Barang
Ajak temannya menginap di rumah. (Foto: Unsplash/Allen Taylor)

Ekstra waktu bermain dengan temannya


Selain screen time, kamu juga bisa memberikan waktu lebih banyak untuk bermian dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Jika memungkinkan, izinkanlah anak mengundang teman-temannya untuk bermain di rumah atau menginap. Namun selama hadiah ini diberikan, tetap perhatikan protokol kesehatan yang berlaku, ya. Hal ini penting untuk mencegah penularan COVID-19 pada anak, dan anggota keluarga lainnya di rumah.

Meluangkan waktu khusus


Meluangkan waktu lebih banyak juga bisa sebagai bentuk penghargaan kepada anak. Bahkan waktu merupakan hadiah terbaik yang bisa orang tua berikan kepada anak. Saat menghabiskan waktu dengan mereka, bisa juga melakukan aktivitas yang menyenangkan dan disukainya, misalnya bermain gim favorit, memasak, berolahraga, menonton film di rumah, atau sekadar berjalan-jalan ke taman. (and)

Baca juga:

Parents, Jangan Tunda Edukasi Anak Mengenai Bahaya Narkoba

#Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Lifestyle
Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Orangtua juga perlu tahu bahwa ada sisi positif dari gim daring ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
 Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Bagikan