MerahPutih.com – Tingkat okupansi tiket kereta api arus balik Lebaran 2026 setelah sempat menembus 137,5 persen pada Minggu (22/3), kini turun menjadi 89,6 persen dari total kapasitas kursi yang tersedia.
Berdasarkan data hingga Senin (23/3) atau H+3 lebaran, tiket arus balik yang telah terjual mencapai 4.028.839 tiket atau 89,6 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan untuk perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dan Kereta Api Lokal pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
Baca juga:
Pemudik Serbu Balik Jakarta, 221 Ribu Tiket Kereta Arus Balik Lebaran Terjual
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjelaskan bahwa tingkat okupansi bisa melampaui 100 persen karena pola perjalanan penumpang yang dinamis dalam satu rangkaian.
Meski okupansi hari ini sempat turun di bawah 100 persen, KAI optimistis seluruh tiket akan habis terjual saat periode puncak arus balik.
“Tren perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan kini memasuki fase arus balik,” kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, di Jakarta, Senin (23/3).
Data Penjualan Tiket Hingga H+3 Lebaran
Berdasarkan data KAI, hingga H+3 Lebaran tercatat 4.028.839 tiket terjual dari total 4.498.696 kursi yang disediakan untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
Kereta Api Jarak Jauh:
3.507.988 tiket terjual (98,2 persen dari kapasitas 3.571.760 kursi). Masih tersedia 63.772 kursi.
Kereta Api Lokal:
520.851 tiket terjual (56,2 persen dari kapasitas 926.936 kursi). Masih tersedia 406.085 kursi.
Anne menambahkan bahwa penjualan tiket KA Lokal biasanya meningkat mendekati tanggal keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7.
Baca juga:
Pemudik Diminta Waspada, Ribuan Barang Tertinggal dan Hilang di Kereta Api
Optimisme Puncak Arus Balik
Selama periode Angkutan Lebaran 11–22 Maret 2026, KAI telah melayani 2.519.508 pelanggan (2.131.656 KA Jarak Jauh dan 387.852 KA Lokal). Puncak arus terjadi pada 22 Maret 2026 dengan 242.773 pelanggan, atau 150,7 persen dari kapasitas kursi yang tersedia. (Knu)