Gunung Agung Meletus, Wilayah Barat Daya akan Terkena Abu Setinggi 25 Cm

Eddy FloEddy Flo - Senin, 25 September 2017
Gunung Agung Meletus, Wilayah Barat Daya akan Terkena Abu Setinggi 25 Cm

Sejumlah warga melihat Gunung Agung dari Desa Batu Niti yang berjarak sekitar 12 kilometer dari gunung. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Masyarakat Bali masih menanti-nanti dengan kecemasan kapan Gunung Agung meletus. Sebab dampak erupsi bakal melanda ke sejumlah wilayah yang berdekatan dengan gunung bahkan se-Provinsi Bali.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Kementerian ESDM I Gede Suantika telah membuat simulasi dampak erupsi Gunung Agung yang mengacu pada tahun 1963. Dalam gambar simulasi tersebut diterangkan abu setinggi 25CM akan melanda barat laut Karangasem yang meliputi daerah Kubu, Tianyar, hingga mendekati perbatasan Buleleng-Karangasem di desa Les hingga Tejakula.

"Karena ini sesuai arah angin yang terkini, sesuai dengan musim dan kita bisa prediksi ke mana arah angin sehingga abu itu bisa diketahui jatuhnya di mana nah ini kira-kira ini 25CM tebel itu di area luar ini kalau sampai dia meletus seketika," ungkap Suantika di Pos Pantau Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Senin (25/9).

Dia menerangkan jika arah abu ke wilayah terluar zona rawan bencana besar kemungkinan akan melanda ke berbagai wilayah di Bali maupun luar Bali terganggung arah angin.

"Yang paling tipis abunya terus samapi ke surabaya bisa. Terus ke snaa sampai menipis. Kalau material berat kan duluan jatohbke sini, nah abu-abu yang tipis ini bisa melebar ke mana-mana," tambahnya.

Dampaknya, kata Suantika, jika sudah tertutup abu semua sayuran dan tanaman mati.

"Apapun ya tanaman keras seperti kopi aja sudah hangus dia. Tapi kalau nanti ada hujan akan tumbuh lagi," tandasnya.

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Raheela, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Bali dan sekitarnya.

Ikuti perkembangan status Gunung Agung dalam artikel: Sejumlah Benda Sakral Di Pura Besakih Mulai Diamankan

#Gunung Agung #Gunung Meletus #Pengungsi #Bali
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - 2 jam, 15 menit lalu
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Indonesiaku
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Mereren Fest 2026 di Pererenan, Bali, menghidupkan kembali tradisi lokal lewat festival layangan, musik, kreativitas, dan kolaborasi komunitas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Fun
Noema Resort Pererenan Dukung Minikino Film Week 2026, Ciptakan Ruang Kreatif bagi Komunitas
Kolaborasi dengan Minikino sejalan dengan salah satu pilar Noema yang menempatkan komunitas dan inklusivitas sebagai bagian penting dari identitas resor.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Noema Resort Pererenan Dukung Minikino Film Week 2026, Ciptakan Ruang Kreatif bagi Komunitas
Indonesia
Kereta Trem Rute Bandara Ngurah Rai-Canggu Bali Dibangun Tahun Depan, ini Rute yang Dilintasi
Rencana yang disiapkan akan menghubungkan kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Badung dengan sejumlah kawasan pariwisata di Bali Selatan hingga Canggu.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
Kereta Trem Rute Bandara Ngurah Rai-Canggu Bali Dibangun Tahun Depan, ini Rute yang Dilintasi
Indonesia
Zona Bahaya Letusan Gunung Sinabung Diperluas, Ratusan Warga dievakuasi
Langkah evakuasi diprioritaskan bagi warga yang bermukim di dekat zona rawan erupsi. Yang dalam hal ini selain Desa Kuta Tengah juga ada Desa Payung di Kecamatan Payung
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Zona Bahaya Letusan Gunung Sinabung Diperluas, Ratusan Warga dievakuasi
Indonesia
Kota Berastagi Diselimuti Hujan Abu Vulkanik Gunung Sinabung
Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas dan tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya demi keselamatan bersama.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Kota Berastagi Diselimuti Hujan Abu Vulkanik Gunung Sinabung
Indonesia
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Kemenkes mencatat 9.668 kasus ISPA pada warga terdampak gempa NTT sejak 15-26 Agustus 2026. Lebih dari 185 ribu warga masih berada di pengungsian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Indonesia
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Ratusan pengungsi gempa Nagekeo, NTT, mengalami ISPA, gastritis, flu, dan batuk. Hingga 24 Agustus, 400 warga dirawat di Posko Kesehatan Darurat.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Indonesia
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Sikka, yang difungsikan sebagai posko pengungsian dan memastikan kondisi anak-anak aman.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Indonesia
Aktivitas Meningkat, Warga Keluhkan 3 Hari Diguyur Hujan Abu Vulkanik Letusan Gunung Anak Krakatau
Hujan abu vulkanik tersebut dirasakan masyarakat setempat selama tiga hari. Hingga saat ini banyak warga yang menderita sesak nafas dan sakit mata.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Aktivitas Meningkat, Warga Keluhkan 3 Hari Diguyur Hujan Abu Vulkanik Letusan Gunung Anak Krakatau
Bagikan