Merahputih.com - Wakil Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Muhammad Fikser menegaskan Kota Surabaya tidak akan kembali menerapkan PSBB.
"PSBB lagi? Nggak ada itu! Yang jelas kita masih menerapkan ketat protokol kesehatan di Surabaya ini. Bahkan, kami juga berkoordinasi dengan para stake holder dan pelaku usaha di Surabaya agar lingkungan kerja mereka harus mematuhi protokol kesehatan," tegas Fikser kepada Merahputih.com, Jumat (19/6).
Baca Juga
Kasus COVID-19 Terus Naik, Pemkot Surabaya Kembali Gelar PSBB
Pemberlakuan social distancing juga diberlakukan di setiap lingkungan kerja. Terutama di lingkungan kerja yang rentan kerumunan orang.
"Penerapan protokol kesehatan itu tak hanya teori saja. Percuma juga kalau diedukasi tapi nggak dipatuhi. Untuk itu, Pemkot Surabaya benar-benar mengkoordinasi hal tersebut dan selalu mengontrol langsung kepada pihak pelaksana di berbagai usaha," tandas Fikser.
Di sisi penataan ekonomi, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini hingga saat ini kerap berkoordinasi dengan para asosiasi usaha, UMKM dan para stake holder lainnya untuk bersama memunculkan solusi guna menstabilkan roda ekonomi di Surabaya.
Baca Juga
"Yah yang pasti penurunan pertumbuhan ekonomi ini tak hanya terjadi di Surabaya saja, kota-kota lain bahkan seluruh dunia terdampak. Saat Ibu Walikota masih fokus juga untuk membangun ekonomi Surabaya ini setidaknya bisa lebih baik," pungkas Fikser. (Ald)