Gerindra Soroti Puskesmas Cipedak Buka 3 Hari dalam Seminggu

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 27 November 2020
Gerindra Soroti Puskesmas Cipedak Buka 3 Hari dalam Seminggu

Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta. (Foto: MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur Anies Baswedan menambah lagi rumah sakit (RS) dan puskesmas.

Paling disoroti Gerindra ialah Puskesmas Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan yang saat ini masih menumpang di rumah dinas Lurah Cipedak.

"Puskesmas di Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan yang masih menggunakan rumah dinas lurah dan pelayanan hanya dibuka hanya tiga kali seminggu," ujar anggota Gerindra DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua dalam penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD DKI Tahun Anggaran 2021 di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Jumat (27/11).

Baca Juga:

Gage Dianggap tak Lagi Relevan, PDIP Minta Pemprov DKI Terapkan ERP

Fraksi Gerindra juga mendorong perlunya pembangunan rumah sakit di beberapa tempat sebagaimana permintaan warga. Termasuk perlunya RS tipe A di wilayah Cakung, Jakarta Timur.

Kemudian perlu dibangun rumah sakit umum daerah (RSUD) tipe B di sekitar Kecamatan Kembangan, Palmerah, Kebon Jeruk, dan Grogol Petamburan yang jumlah penduduknya sekitar 1,2 juta. Warga di wilayah itu masih harus ke RSUD Cengkareng dan Tarakan untuk berobat.

"Di Kota Jakarta Barat, selama ini pasien diarahkan di RSUD Cengkareng dan Tarakan, sehingga seringkali terjadi penumpukan pasien," ucapnya.

Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta. Foto: MP/Asropih
Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta. Foto: MP/Asropih

Gerindra juga meminta Gubernur Anies Baswedan membangun RSUD khusus untuk merawat pasien penderita kanker dan jantung.

"Sudah waktunya Pemprov DKI Jakarta melakukan kajian-kajian untuk kebutuhan RSUD di Jakarta. RSUD kanker Jakarta dan RSUD jantung Jakarta," ungkap Inggard.

Baca Juga:

Pemerintah Ingin Pangkas Libur Panjang Akhir Tahun, PDIP DKI: Jangan Diotak-atik

Alasan pihaknya meminta Anies membangun RSUD khusus lantaran fasilitas milik pemerintah pusat di wilayah Jakarta masih sangat minim.

Imbasnya, penumpukan pasien kerap kali terjadi. Padahal, jenis penyakit tersebut sangat berbahaya. Bahkan, ada yang tidak bisa dirawat sehingga terpaksa rawat jalan.

"Karena RS khusus milik pemerintah pusat seperti RSCM, RS Dharmais dan Harapan Kita sering terjadi penumpukan pasien di IGD," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

APBD DKI 2021 Fokus Pada Penanganan COVID-19

#DPRD DKI Jakarta #DKI Jakarta #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan di Jakarta Aman
Pramono mengungkapkan laju inflasi di Jakarta hingga saat ini masih terkendali dan terjaga dengan baik.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan di Jakarta Aman
Indonesia
Serapan Belanja APBD DKI 2026 Baru 54,39 Persen, Perangkat Daerah Diminta Gercep Selesaikan Kegiatan
Perangkat daerah diminta mempercepat penyelesaian kegiatan agar realisasi anggaran tidak menumpuk pada November dan Desember.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Serapan Belanja APBD DKI 2026 Baru 54,39 Persen, Perangkat Daerah Diminta Gercep Selesaikan Kegiatan
Indonesia
Jakarta Krisis Lahan Makam, Pemprov DKI Segera Cek Aset
Pemprov DKI mengidentifikasi aset milik daerah yang berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lahan makam di Ibu Kota.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Jakarta Krisis Lahan Makam, Pemprov DKI Segera Cek Aset
Indonesiaku
Ternyata Sosok Pahlawan, ini Sejarah Tugu Tani yang kini Jadi Lokasi Langganan Demo Mahasiswa
Nama tugu ini sebenarnya ialah Tugu Pahlawan
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Ternyata Sosok Pahlawan, ini Sejarah Tugu Tani yang kini Jadi Lokasi Langganan Demo Mahasiswa
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Indonesia
Asap Karhutla Berpotensi Sampai Jakarta, Tergantung Pergerakan Angin
Arah angin di Kalimantan belum tentu sama dengan di Laut Jawa maupun Jakarta.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Asap Karhutla Berpotensi Sampai Jakarta, Tergantung Pergerakan Angin
Indonesia
Polisi Tangkap Belasan Pemuda yang Hendak Tawuran di Jaktim dan Jakpus, Bawa Sajam
Petugas menyisir kawasan tersebut dan menangkap tiga pemuda berikut dua bilah celurit, dua telepon genggam, serta dua sepeda motor.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Polisi Tangkap Belasan Pemuda yang Hendak Tawuran di Jaktim dan Jakpus, Bawa Sajam
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Indonesia
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Penyesuaian itu membuat sejumlah sekolah terpaksa menunggu giliran untuk direvitalisasi, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Indonesia
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Dinkes DKI Jakarta telah diinstruksi untuk membantu penanganan warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan akibat udara Jakarta yang tak baik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Bagikan