Asap Karhutla Berpotensi Sampai Jakarta, Tergantung Pergerakan Angin

Dwi AstariniDwi Astarini - 35 menit lalu
Asap Karhutla Berpotensi Sampai Jakarta, Tergantung Pergerakan Angin

Foto udara karhutla di Kelurahan Sepan, Penajam Paser Utara, Kaltim, pada Rabu (19/8) (ANTARA/ HO- BPBD Kabupaten PPU)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — ASAP kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya menyesaki area Kalimantan. Pulau Jawa kini juga terancam disapu asap. Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Daryono mengatakan asap karhutla dari luar daerah, seperti Pulau Kalimantan, secara meteorologi berpotensi mencapai wilayah DKI Jakarta di tengah berlangsungnya musim angin timuran.

"Bagaimana asap karhutla bisa sampai Jakarta? Secara meteorologis pergerakan tersebut tetap mungkin terjadi, tapi peluang serta jalur penyebarannya harus dibuktikan secara valid menggunakan data angin aktual," kata Daryono, dikutip ANTARA, Jumat (16/10) malam.

Angin timuran, lanjut dia merupakan pola sirkulasi dominan pada musim kemarau di Indonesia, tapi arah angin dapat dinamis menurut lokasi, ketinggian, waktu, serta kondisi atmosfer sehingga arah angin di Kalimantan belum tentu sama dengan di Laut Jawa maupun Jakarta. Selain itu, partikel halus PM2.5 dari karhutla juga dapat terangkat oleh turbulensi dan konveksi hingga ratusan atau ribuan meter, yakni pada ketinggian tertentu arah angin berbeda dari permukaan sehingga asap dapat bergerak melalui jalur transportasi atmosfer yang tidak searah dengan angin permukaan.

Daryono menyebut adanya gangguan atmosfer, daerah tekanan rendah, sirkulasi siklonik, maupun periode peralihan monsun dapat mengubah pola angin sementara yang berpotensi membawa partikel asap melintasi jarak ratusan kilometer apabila terbentuk aliran udara menuju Laut Jawa dan Jakarta. Selama perjalanan jauh tersebut, asap juga mengalami pengenceran, pencampuran, transformasi kimia, serta pengendapan, sehingga dampaknya di Jakarta bergantung pada besarnya emisi, kecepatan angin, curah hujan, serta stabilitas atmosfer.

Baca juga:

Malaysia Tempuh Jalur Diplomasi untuk Solusi Kabut Asap di Tingkat Regional



Ketika ditanya mengenai perbedaan sumber polutan, ia menjelaskan partikel PM2.5 dari karhutla dan emisi kendaraan sebenarnya dapat dibedakan melalui analisis ilmiah, tapi alat pemantau PM2.5 konvensional tidak dapat langsung memastikan sumber polusi secara instan apabila telah bercampur dengan emisi lokal.

"Saya tidak pernah menyatakan asap karhutla sudah sampai Jakarta, saya malah minta cek ini. Jika benar alat kualitas udara di Jakarta mendeteksi PM2.5 dari asap karhutla, itu bisa menjadi dasar sains mengapa asap karhutla bisa sampai Jakarta. Saya sendiri belum tahu apakah asap itu sudah sampai Jakarta apa belum," kata Daryono.



Kualitas Udara Jakarta Memburuk




Kondisi udara di Jakarta dalam beberapa hari terakhir dirasakan diselimuti kabut tipis, khususnya pada malam hari di atas pukul 20.00 WIB. Warga mulai merasakan kabut itu menyerupai bau dan tekstur kabut asap.

Sebagaimana data pemantauan kualitas udara dari laman IQAir pada Jumat, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta sempat berada di angka 186 pada pagi hari atau masuk kategori tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 107 mikrogram per meter kubik.

Pada pukul 12.00 WIB, kualitas udara tercatat di angka 169 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 81 mikrogram per meter kubik atau 16,2 kali lebih tinggi daripada nilai panduan WHO sehingga masyarakat disarankan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Hingga menjelang Jumat tengah malam, pemantauan sensor kualitas udara real-time IQAir masuk rentang sedang hingga tidak sehat bagi kelompok sensitif, rata-rata skor AQI di kisaran 110 - 140+. Wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat cenderung mencatatkan angka polusi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Jakarta Pusat atau Jakarta Utara.

Meski demikian ,dibutuhkan adanya keterangan lebih lanjut dari instansi berwenang seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ataupun Kementerian Lingkungan Hidup terkait apakah kondisi udara di Jakarta ini berkaitan dengan asap karhutla.(*)

Baca juga:

Kemenhub Ungkap Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Wings Air Paling Banyak Pembatalan

#Kabut Asap #Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Asap Karhutla Berpotensi Sampai Jakarta, Tergantung Pergerakan Angin
Arah angin di Kalimantan belum tentu sama dengan di Laut Jawa maupun Jakarta.
Dwi Astarini - 35 menit lalu
Asap Karhutla Berpotensi Sampai Jakarta, Tergantung Pergerakan Angin
Indonesia
Polisi Tangkap Belasan Pemuda yang Hendak Tawuran di Jaktim dan Jakpus, Bawa Sajam
Petugas menyisir kawasan tersebut dan menangkap tiga pemuda berikut dua bilah celurit, dua telepon genggam, serta dua sepeda motor.
Dwi Astarini - 50 menit lalu
Polisi Tangkap Belasan Pemuda yang Hendak Tawuran di Jaktim dan Jakpus, Bawa Sajam
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Indonesia
Jarak Pandang Turun Akibat Karhutla, Penerbangan ke Batam Ditunda
Penerbangan tersebut kembali beroperasi setelah kondisi cuaca di lokasi dinyatakan aman untuk aktivitas penerbangan (cleared for flight operation).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Jarak Pandang Turun Akibat Karhutla, Penerbangan ke Batam Ditunda
Dunia
Greta Thunberg Soroti Karhutla Kalimantan, Serukan Solidaritas Internasional
Aktivis asal Swedia, Greta Thunberg, ikut menyoroti krisis kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 16 Oktober 2026
Greta Thunberg Soroti Karhutla Kalimantan, Serukan Solidaritas Internasional
Indonesia
Kronologi Meninggalnya 3 Orang Pemadam dan Relawan Saat Padamkan Karhutla Gunung Bromo
Tiga jenazah korban karhutla Bromo yang meninggal dunia dievakuasi dievakuasi menuju RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, untuk dilakukan auptosi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kronologi Meninggalnya 3 Orang Pemadam dan Relawan Saat Padamkan Karhutla Gunung Bromo
Indonesia
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Penyesuaian itu membuat sejumlah sekolah terpaksa menunggu giliran untuk direvitalisasi, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Indonesia
Kemenlu Pastikan Indonesia Terima Bantuan Asing Tangani Karhutla
Mekanisme bantuan tersebut sudah dalam proses pembahasan di level teknis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kemenlu Pastikan Indonesia Terima Bantuan Asing Tangani Karhutla
Indonesia
Jaga Hutan Sesuai Perintah Presiden, Kabaharkam Siapkan Polisi Khusus Kehutanan
Kepolisian telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan Polisi Khusus Kehutanan bagi 586 personel
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Jaga Hutan Sesuai Perintah Presiden, Kabaharkam Siapkan Polisi Khusus Kehutanan
Indonesia
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Dinkes DKI Jakarta telah diinstruksi untuk membantu penanganan warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan akibat udara Jakarta yang tak baik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Bagikan