Gerindra: Prabowo Bisa Jadi Jembatan Hubungan PDIP dengan Jokowi
Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/10). Foto: PDIP
MerahPutih.com - Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Sitorus menyebut hubungan partainya dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto baik-baik saja. Menurutnya, hal itu terlihat saat Prabowo menjenguk Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey pada awal Maret 2024.
Deddy menilai hubungan partai berlambang banteng dengan Prabowo tidak ada masalah. Menurutnya, yang tidak dalam kondisi harmonis adalah hubungan PDIP dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca juga:
Ada Wacana Bertemu Prabowo, Hasto: Megawati Punya Rekam Jejak Lawan Rezim Otoriter
Bermodalkan hubungan baik tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman meyakini Presiden terpilih pada Pilpres 2024 Prabowo Subianto akan mampu menjadi mediator antara PDIP dengan Jokowi.
“Justru pak Prabowo yang akan bisa menjembatani kembali, merajut kembali hubungan pak Jokowi dengan PDIP,” kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa,(26/3).
Baca juga:
Punya Pengalaman Bareng di Pilpres, Hubungan Prabowo-Megawati Bisa Cair
Habiburokhman meyakini Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Jokowi akan kembali merajut keharmonisan. Sebab, kata dia, PDIP dan Jokowi sama-sama memiliki kontribusi dalam peta politik Tanah Air.
“Ya pak Jokowi juga kan besar di PDIP dan PDIP juga kan pernah dibesarkan pak Jokowi sekarang konstetasi ini sudah berlalu sudah semakin orang-orang semakin move on,” tuturnya.
Baca juga:
Fraksi PDIP Tinggal Menunggu Perintah Megawati Ajukan Hak Angket
Lebih lanjut Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini optimistis rekonsiliasi pasca Pilpres 2024 tengah berproses. Menurutnya, rekonsiliasi politik sudah dimulai sejak hasil quick count atau penghitungan cepat usai hari pemungutan suara.
“Kemudian hari ke hari misalnya adanya statment dukungan statement selamat kepala negara penting di dunia itu membuat sekitar 80 persen orang move on. Terakhir penetapan KPU mungkin sudah 95 persen orang move on,” tutupnya. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia