Parenting

Gejala 'Baby Blues' Bisa Berakibat Fatal

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 25 Agustus 2019
Gejala 'Baby Blues' Bisa Berakibat Fatal

Kenali Gejala Baby Blues yang Bisa Berakibat Fatal (Foto: Pixabay/Mandyme27)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KELAHIRAN anak pertama pastinya merupakan momen paling bahagia untuk orangtua. Apalagi jika hal tersebut sudah dinantikan sejak lama. Pernah dengar istilah menjadi orangtua itu gampang-gampang susah? Benar adanya, karena itu sesuai dengan kenyataan. Tak hanya menyiapkan hal-hal berupa materi, tetapi juga diperlukan kesiapan mental.

Melansir dari laman americanpregnancy, kelahiran seorang bayi akan mengubah kehidupan pasangan suami istri secara drastis. Kondisi finansial akan naik turun. Begitu juga kondisi mental.

Baca juga:

Tugas Ribet itu Bernama Menjadi Orangtua

Kamu akan kaget ketika baru menjadi orangtua. Bahkan tidak sedikit yang memiliki kecenderungan untuk mengalami depresi akut. Bagaimana ya cara mengetahui indikasi dari gejala baby blues? Yuk simak ulasan di bawah ini!

1. Sering bertengkar dengan pasangan

Gejala 'Baby Blues' Bisa Berakibat Fatal
Sering bertengkar dengan pasangan (Foto: Pixabay/mstlion)

Kamu dan pasangan sering bertengkar sesaat setelah bayi lahir. Perbedaan pendapat bisa terjadi setiap hari. Kadang pertengkaran pun tidak diselesaikan dan dibiarkan hingga lama.

Biasanya yang diperkarakan persoalan kecil seputar sang bayi. Kalau sudah begini sebaiknya kamu sering mengajak pasangan untuk diskusi dengan kepala dingin.

2. Hilang konsentrasi

Gejala 'Baby Blues' Bisa Berakibat Fatal
Hilang konsentrasi (Foto: Pixabay/Pexels)

Sering kehilangan konsentrasi karena kaget menjadi orangtua baru? Cobalah untuk melakukan diskusi dengan orangtua atau mertuamu perihal kelahiran anak.

Mereka lebih berpengalaman dalam menghadapi hal tersebut termasuk suka dan dukanya. Kamu memerlukan bimbingan tepat agar konsisten dalam mengurus bayi tanpa kehilangan jam istirahat.

Baca juga:

Bahaya 'Baby Shaming' Mengintai Psikologis Bunda

3. Depresi

Gejala 'Baby Blues' Bisa Berakibat Fatal
Depresi (Foto: Pixabay/StockSnap)

Bayi sulit diatur? Namanya juga belum mengerti apa-apa. Kamu yang justru harus melapangkan dada dan ikhlas dengan keadaan.

Kamu perlu lebih mengerti bayimu tanpa mengharapkan pengertian balik. Dengan begitu kamu akan terhindar dari depresi akut. Hati yang ikhlas akan memudahkan segala tindakan.

4. Mulai marah pada bayi

Gejala 'Baby Blues' Bisa Berakibat Fatal
Mulai marah pada bayi (Foto: Pixabay/RobinHiggins)

Kamu mulai sering memarahi bayimu? Stop melakukan hal itu! Bayi memang tidak mengerti apapun. Mereka hanya tahu menangis, minta makan, dan buang air.

Mengikuti kegiatan bayi seperti ini memang sangat menguras energi. Akibatnya kamu bisa dengan mudah emosi terhadap sang bayi. Tetapi kamu harus bisa mengontrol emosimu. Karena akibatnya bisa sangat fatal. Dari kekerasan verbal hingga kekerasan fisik. (mar)

Baca juga:

Cara Merawat Bayi Baru Lahir ini Ternyata Hanya Mitos Belaka

#Parenting #Bayi #Merawat Bayi #Pasangan Suami Istri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Unik! Bayi Asal Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Begini Kisahnya
Bayi bernama Muhammad MBG Subianto viral di media sosial. Namanya dinilai unik dan akrab di telinga masyarakat.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Unik! Bayi Asal Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Begini Kisahnya
Bagikan