Gara-gara Warganya Bandel, Iran Terancam Gelombang Kedua Virus Corona

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 26 Maret 2020
Gara-gara Warganya Bandel, Iran Terancam Gelombang Kedua Virus Corona

Pembersihan tempat-tempat umum di Teheran, Iran (5/3/2020). ANTARA/REUTERS/WANA/Nazanin Tabatabaee/aa. VIA REUTERS/WANA NEWS AGENCY/WANA NEWS AGENCY)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Iran kemungkinan menghadapi gelombang kedua wabah virus corona. Pemerintah juga akan menerapkan langkah tegas saat jumlah kematian di negara itu meningkat menjadi 2.077.

Juru bicara pemerintah Ali Rabiei mengatakan, pada Rabu (25/3), Iran kemungkinan akan mengalami gelombang kedua virus corona karena tidak sedikit warga Iran yang tidak mematuhi anjuran otoritas kesehatan untuk menghentikan penyebaran virus di negara itu.

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Melonjak, Australia Perluas Lockdown

"Sayangnya, beberapa warga Iran mengabaikan saran dari para pejabat kementerian kesehatan dan masih saja bepergian selama hari libur Tahun Baru (Iran). Ini bisa menyebabkan gelombang kedua virus corona," kata Rabie, seperti dilaporkan stasiun televisi negara, dikutip Antara.

"Semua perjalanan antarkota dilarang dan mereka yang melanggar aturan itu akan dihukum."

Iran berencana melarang perjalanan dalam rangka Tahun Baru Iran serta acara pertemuan tradisional di taman-taman. Demikian kata Presiden Hassan Rouhani, Rabu.

Kuwait, Bahrain, Irak laporkan kasus virus corona terkait dengan Iran (Antaranews)
Kuwait, Bahrain, Irak laporkan kasus virus corona terkait dengan Iran (Antaranews)

Rouhani mengatakan, larangan akan lebih banyak diberlakukan demi membendung penyebaran virus corona baru yang telah menjangkiti 27.017 orang di seluruh negeri.

Sejauh ini, pemerintah menolak menerapkan lockdown (karantina wilayah) di kota-kota Iran.

"Rencana ini ketat dan akan menimbulkan kesulitan serta pembatasan perjalanan dan memaksa orang-orang yang sudah telanjur berangkat untuk pulang lebih cepat," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi negara.

Baca Juga:

Perusahaan Biofarmasi Jepang Mulai Uji Vaksin Corona pada Hewan

Ia mengatakan, langkah-langkah baru itu akan diterapkan selama 15 hari, mulai Rabu hingga 4 April.

Nowruz atau "hari baru" dalam Bahasa Persia adalah perayaan tahun baru dan telah menjadi tanggal paling penting dalam kalender. Selama perayaan itu, keluarga-keluarga berkumpul dan bertukar kado.

Pejabat kementerian kesehatan, Kianush Jahanpur, mengatakan pada Rabu bahwa wabah virus corona di Iran sudah membunuh 2.077 orang, yang 143 di antaranya terjadi dalam 24 jam terakhir ini. (*)

Baca Juga:

Inggris Lockdown Tiga Pekan Akibat Pandemi COVID-19

#Iran #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Indonesia
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Jika perang ekonomi berlanjut, Teheran dapat memicu pembentukan zona larangan maritim di seluruh Teluk Persia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Dunia
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Pasukan AS menghancurkan lima kapal tanker Iran setelah kapal perang Angkatan Laut AS diserang rudal balistik IRGC.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Dunia
AS Ancam Sanksi Negara yang Tetap Berdagang dengan Iran, Akses Dolar Bisa Diputus
Negara yang tetap berbisnis dengan Iran setelah menerima tuntutan tersebut disebut berpotensi menghadapi sanksi AS.
Yusuf Abdillah - Kamis, 03 September 2026
AS Ancam Sanksi Negara yang Tetap Berdagang dengan Iran, Akses Dolar Bisa Diputus
Bagikan