MerahPutih Nasional - Wartawan merupakan salah satu jenis pekerjaan yang diimpikan sebagian orang. Sebab, menjadi seorang jurnalis seringkali mendapat fasilitas khusus dan berbagai tunjangan lainnya, seperti gaji yang cukup besar.
Bila dibandingkan, di negara-negara ASEAN, ternyata hanya empat negara yang menggaji wartawan dengan upah besar. Bahkan gajinya mencapai USD1.000 atau Rp13 juta (kurs Rp13.000 per dollar US) "Di Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand gajinya di atas USD1.000," kata President of Southeast Asia Press Alliance (SEAPA) Eko Maryadi kepada Merahputih.com, di kantor Dewan Pers, Jakarta, Senin (4/5).
Di Indonesia, kata Eko, masuk dalam sistem penggajian yang kurang baik. Sama seperti Kamboja, dan Myanmar. "Di kita (gaji USD1.000) mungkin levelnya Pimred," sambung dia.
Menurut Eko, penggajian yang baik itu karena kebebasan pers bukanlah hal yang fundamental, melainkan produk politik. Meskipun di Indonesia juga dianggap sebagai produk politik, mereka berpandangan beda.
"Di Malaysia dan Singapura diingatkan, kita tidak perlu meniru yang terjadi di Indonesia, kebebasan di Indonesia sudah keos," kata Eko.
Eko melanjutkan, Brunei yang menyatakan diri sebagai kerajaan Islam tidak menfokuskan pada isu-isu kebebasan pers, melainkan pada kesejahteraan rakyatnya. "Negara paling aman Brunei, kalau mau aman ke Brunei," tandasnya. (mad)
Baca Juga:
20 Tahun Mengabdi, Guru Honorer di Makassar Hanya Digaji Rp 200 Ribu per Bulan
Duh, Gaji Sopir Anggota Dewan di Bawah UMR
Gaji Istri untuk Suami, Halal atau Haram?