G20 Buka Opsi Kumpulkan Dana Internasional Perubahan Iklim di Sektor Wisata

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Mei 2022
G20 Buka Opsi Kumpulkan Dana Internasional Perubahan Iklim di Sektor Wisata

Labuan Bajo. (Foto: Kemenpar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tourism Working Group (TWG) 1 yang merupakan rangkaian pertemuan G20, berlangsung di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Pertemuan ini, membahas tentang aksi iklim pariwisata, konservasi keanekaragaman hayati, dan ekonomi sirkular untuk menuju pariwisata hijau dan berkelanjutan.

Para delegasi G20 ini, menyepakati untuk menciptakan iklim pariwisata berkelanjutan dengan menghadirkan antara lain pembiayaan internasional dalam upaya transformasi menuju iklim tersebut sehingga sektor pariwisata dapat berkontribusi lebih meningkatkan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta kelestarian alam

Baca Juga:

Pecalang Dilibatkan untuk Pengamanan KTT G20

"Pandemi COVID-19 telah meningkatkan kesadaran masyarakat global akan pentingnya menumbuhkan aksi iklim atau lingkungan pariwisata yang sehat, mengembangkan ekonomi sirkular, serta peningkatan konservasi keanekaragaman hayati guna menjaga kelestarian bumi," ungkap Chair of Tourism Working Group Frans Teguh dalam keterangannya, Rabu (11/5).

Ia memaparkan, keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dalam jumlah pengunjung, tetapi juga berfokus pada dampak positif yang bisa diberikan sektor tersebut terhadap peningkatan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian alam.

Berdasarkan penelitian World Tourism Organization (UNWTO) di bulan Desember 2019, sektor pariwisata diperkirakan bakal meningkatkan emisi karbon sekitar 25 persen pada tahun 2030. Karena itu, para delegasi sepakat untuk mengatasi hal tersebut melalui pendanaan guna menciptakan iklim pariwisata berkelanjutan.

Ia menegaskan, pengurangan emisi karbon di sektor pariwisata memerlukan pembiayaan untuk mendukung transformasi menuju pariwisata yang lebih berkelanjutan.

"Termasuk dengan mempertimbangkan kemungkinan pembentukan dana internasional untuk menetralisir iklim dalam sektor pariwisata,” ujar Frans.

Melalui pembiayaan ini, kata ia, dapat meningkatkan kuantitas transportasi rendah karbon di sektor pariwisata yang akan berdampak positif terhadap kelestarian alam dan dapat dirasakan secara jangka panjang oleh masyarakat.

"Infrastruktur yang lebih hijau di bidang pariwisata adalah kunci ketahanan sektor pariwisata itu sendiri," katanya.

Chair of Tourism Working Group Frans Teguh dalam agenda Tourism Working Group yang dilaksanakan secara hybrid oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (10/5/2022). ANTARA/HO-Kemenparekraf
Chair of Tourism Working Group Frans Teguh dalam agenda Tourism Working Group yang dilaksanakan secara hybrid oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (10/5/2022). ANTARA/HO-Kemenparekraf

Kebutuhan untuk mengubah operasi pariwisata untuk aksi iklim, kata ia, terus menjadi yang paling penting bagi sektor pariwisata untuk tetap sejalan dengan tujuan global dalam mengurangi emisi karbon,” kata dia.

Para delegasi G20 disebut menekankan pula terkait urgensi transparansi dampak lingkungan yang lebih baik di sektor pariwisata, terutama dalam hal pemantauan jejak karbon di sektor tersebut.

Frans mengajak para delegasi mendorong lebih banyak pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) untuk turut serta dalam Deklarasi Glasgow Pariwisata, yakni komitmen sukarela secara global guna mengurangi separuh emisi pada tahun 2030 dan mencapai nol bersih paling lambat pada tahun 2050.

"Mengatasi polusi plastik juga dapat menjadi catalyser for circularity dalam pariwisata. Di luar mengurangi sampah laut, juga berkontribusi pada pelestarian daya tarik wisata yang diiringi dengan penciptaan lapangan yang semakin luas," ungkapnya. (Asp)

Baca Juga:

Isu Perang Rusia Ukraina Jadi Ujian Kepemimpinan Indonesia Dalam G20

#Labuan Bajo #G20 #KTT G20 #Perubahan Iklim #Kemenparekraf
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KM Yukai Karam dan Tenggelam di Labuan Bajo, Tim SAR Selamatkan 13 Wisatawan
Sebanyak dua kapal wisata yang kebetulan berada di sekitar lokasi, langsung memberikan pertolongan dengan menggunakan sekoci untuk mengevakuasi wisatawan dan awak kapal dari KM Yukai.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
KM Yukai Karam dan Tenggelam di Labuan Bajo, Tim SAR Selamatkan 13 Wisatawan
Indonesia
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan aksi iklim harus berangkat dari persoalan sehari-hari dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Indonesia
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Para aktivis lingkungan menentang keras penggunaan teknologi tersebut karena berisiko merusak lapisan ozon pelindung bumi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Dunia
18 Negara Forum Kepulauan Pasifik Berkumpul di Fiji, Bahas Perubahan Iklim
Pertemuan Tingkat Tinggi Forum Kepulauan Pasifik (PIF) ke-55 dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus hingga 4 September di Koror, Republik Palau.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
18 Negara Forum Kepulauan Pasifik Berkumpul di Fiji, Bahas Perubahan Iklim
Indonesia
Pulihkan Ekosistem Akibat Bencana, Ribuan Pohon Ditanam di DAS Rengas Aceh Tamiang
Penanaman pohon adalah langkah taktis wujud nyata penerapan praktik pertanian regeneratif yang memadukan prinsip keberlanjutan dan mitigasi perubahan iklim.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Pulihkan Ekosistem Akibat Bencana, Ribuan Pohon Ditanam di DAS Rengas Aceh Tamiang
Indonesia
Cuaca Kering Picu Kebakaran Hebat Labuan Bajo, 25 Hektar Habis Dilahap Api
Kebakaran hutan dan lahan di Labuan Bajo, NTT, hanguskan 25 hektare. BNPB sebut cuaca kering dan angin kencang jadi faktor. Api kini mulai terkendali.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Juli 2026
 Cuaca Kering Picu Kebakaran Hebat Labuan Bajo, 25 Hektar Habis Dilahap Api
Indonesia
Yuk, Ikutan Polling Logo HUT ke-81 RI hingga Upacara di Istana, Begini Caranya
Pelaksanaan sayembara ini menjadi sejarah baru dalam mekanisme penentuan logo HUT RI.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Yuk, Ikutan Polling Logo HUT ke-81 RI hingga Upacara di Istana, Begini Caranya
Indonesia
G20 Janjikan Bantuan Ke Negara Miskin Terdampak Perang
Menteri Keuangan AS Scott Bessent memimpin pertemuan tersebut di sela-sela pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 April 2026
G20 Janjikan Bantuan Ke Negara Miskin Terdampak Perang
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Peduli Terkait Isu Perubahan Iklim Buat Kurangi Bencana
Pemerintah untuk memberikan sanksi tegas kepada pelaku perusakan lingkungan dan pihak yang melakukan alih fungsi lahan secara tidak terkendali.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
DPR Desak Pemerintah Peduli Terkait Isu Perubahan Iklim Buat Kurangi Bencana
Indonesia
100 Ribu Orang Terdampak Banjir Jawa, DPR Desak Pemerintah Serius Tangani Perubahan Iklim
Bencana hidrometeorologi belakangan ini menunjukkan peningkatan frekuensi dan intensitas anomali cuaca yang tidak bisa lagi dipandang remeh.
Dwi Astarini - Senin, 19 Januari 2026
100 Ribu Orang Terdampak Banjir Jawa, DPR Desak Pemerintah Serius Tangani Perubahan Iklim
Bagikan