Cuaca Kering Picu Kebakaran Hebat Labuan Bajo, 25 Hektar Habis Dilahap Api

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 17 Juli 2026
 Cuaca Kering Picu Kebakaran Hebat Labuan Bajo, 25 Hektar Habis Dilahap Api

Ilustrasi - Kawasan wisata Pulau Padar Labuan Bajo. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Luas lahan yang hangus terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini telah mencapai sedikitnya 25 hektare.

Baca juga:

Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan meluasnya kebakaran dipicu faktor eksternal dari kondisi alam di area Labuan Bajo

Cuaca yang panas dan kering ditambah derasnya angin juga berkontribusi dalam luasan lahan yang terbakar,

kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat (17/7)

Titik Awal Api Kebakaran Labuan Bajo

Meskipun sempat meluas, BNPB memastikan bahwa kobaran api yang melanda kabupaten di ujung barat Pulau Flores itu kini sudah mulai berhasil dikendalikan tim petugas tim gabungan di lapangan

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB berdasarkan laporan kronologi kejadian menyebutkan titik api pertama kali terdeteksi muncul pada Rabu (15/7), sekitar pukul 14.18 Wita.

Lokasi titik awal api yang akhirnya melahap lahan seluas 25 hektar itu tepatnya berada di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo.

Baca juga:

Tragedi Kapal Turis Pulau Komodo Tenggelam di Lautan Gelap: 45 Korban Terapung Semua Selamat

Belum Ada Laporan Korban Jiwa

Laporan sementara tidak ada korban jiwa akibat kebakaran besar itu. Namun, puluhan hektare lahan kering yang terbakar menimbulkan kerugian ekologis dan mengancam kawasan wisata yang menjadi destinasi unggulan Indonesia.

Baca juga:

Kebakaran 2,4 Hektar di Penajam Paser Akhirnya Dijinakkan. IKN Aman!

BNPB mengingatkan masyarakat dan pelaku wisata untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu percikan api, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah di area terbuka.

“Kami meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga menghadapi karhutla, pencegahan merupakan upaya efektif,” tandas Abdul Muhari. (*)

#Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Labuan Bajo #Pulau Komodo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Pemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water must (kabut air) yang terpasang di 179 perangkat pada 145 gedung di berbagai lokasi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Indonesia
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Pemanggilan para pejabat tersebut untuk mengikuti rapat terbatas yang akan membahas mengenai perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Indonesia
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
31 rumah sakit yang dimiliki Pemda DKI, 44 Puskesmas, serta 292 Puskesmas Pembantu untuk disiagakan bagi warga yang membutuhkan pertolongan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
Indonesia
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
BMKG memperkirakan kondisi relatif kering masih berlanjut di sejumlah wilayah Indonesia pada 17–24 Oktober 2026. Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Indonesia
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Selama 13–17 Oktober 2026, dampak kabut asap meluas hingga Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara, selain di Kalimantan, Papua, dan Sumatera
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Indonesia
BMKG Catat 478 Titik Panas, Sumatera Selatan Tertinggi
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 189 titik.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
BMKG Catat 478 Titik Panas, Sumatera Selatan Tertinggi
Indonesia
Cak Imin Perintahkan Relawan PKB Turun Beri Bantuan Tangani Karhutla
Para relawan PKB telah mendistribusikan berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak karhutla, seperti masker dan perlengkapan pendukung evakuasi lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Cak Imin Perintahkan Relawan PKB Turun Beri Bantuan Tangani Karhutla
Indonesia
Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, BMKG Ungkap Fakta Kualitas Udara Jakarta
Asap karhutla mulai menjauh dari Jabodetabek, tetapi kualitas udara Jakarta masih tidak sehat di sejumlah titik. BMKG mengingatkan potensi cuaca kering dan kebakaran hutan.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, BMKG Ungkap Fakta Kualitas Udara Jakarta
Indonesia
Karhutla Berbulan-bulan, DPR Desak Pemerintah Pertimbangkan Bantuan Singapura
Penerimaan bantuan luar negeri bukan berarti Indonesia tidak memiliki kemampuan.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Karhutla Berbulan-bulan, DPR Desak Pemerintah Pertimbangkan Bantuan Singapura
Bagikan