MerahPutih.com - Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Jumhur Hidayat mengakui Indonesia masih jauh dari target bebas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jumhur menegaskan lahan gambut di Indonesia sangat rentan terbakar jika tidak digenangi air. Namun, lanjut dia, hingga kini pembangunan sekat kanal baru mencapai 50 ribu unit, atau sekitar 10 persen dari kebutuhan total 540 ribu unit.
Baca juga:
“Kalau bicara Indonesia, kita perlu membangun sekat kanal supaya kebakaran bisa direduksi mendekati nol. Dibutuhkan 540 ribu, nah, kita baru membangun sekitar 50 ribu, jadi masih baru 10 persen. Maka tentu perlu pembiayaan, edukasi,” kata Jumhur, dalam kunjungan ke Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (18/6).
Upaya Preventif Antisipasi Fenomena El Nino
Menurut dia, sekat kanal itu berfungsi menjaga kelembaban lahan gambut sekaligus menjadi water storage untuk menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
Baca juga:
Ditunjuk Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat Fokus Benahi Masalah Sampah
Menteri LH juga menegaskan akan berkoordinasi dengan BNPB untuk membuat hujan buatan agar air dapat ditampung di kanal-kanal tersebut.
Mudah-mudahan usaha ditambah doa yang kuat, Tuhan tidak mengizinkan api membakar lahan kita,
Menteri LH/BPLH Moh Jumhur Hidayat.
Kolaborasi Semua Eleman
Jumhur menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk masyarakat sekitar, agar pembangunan sekat kanal tidak menimbulkan gangguan sosial.
"Tentunya kita mengundang siapapun untuk bisa ikut serta dalam mempercepat dan memperbanyak pembangunan sekat kanal di Republik Indonesia ini," tandasnya, dilansir Antara. (*)