Teknologi

Facebook Blok Lusinan Akun Palsu yang Berujung pada Sebuah Perusahaan Israel

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 17 Mei 2019
Facebook Blok Lusinan Akun Palsu yang Berujung pada Sebuah Perusahaan Israel

Facebook memblok akun yang meresahkan. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LAMAN Dailymail menuliskan bahwa Facebook memblok sekitar 65 akun, 161 pages dan 23 grup dari platformnya. Kabarnya semua akun tersebut bermuara ditempat yang sama Archimedes Group, sebuah perusahaan yang berada di Tel Aviv. Pages mereka diikuti oleh 2,8 juta orang.

Konon perusahaan ini menjalankan bisnisnya di Afrika Sub-Sahara, Amerika Latin dan Asia Tenggara. Mereka membuat atau mengubah berita yang ada menjadi sesuai keinginan pemesannya. Tujuannya adalah untuk mempengaruhi pemilihan yang ada diseluruh penjuru dunia.

facebook
Facebook memblok akun asal Israel. (Foto: Pexels/pixabay)

Namun di sisi lainnya, ternyata perusahaan ini sudah memakai jasa iklan di Facebook dengan nilai lebih dari Rp11 miliar sejak tahun 2012 sampai bulan April 2019.

Akun yang ditelusuri oleh tim penyelidikan internal semuanya bermuara di perusahaan yang sama. Facebook secara resmi melalui Nathaniel Gleicher, head of cybersecurity policy, membeberkan perihal perusahaan itu pada pers Kamis kemarin (16/5). Selain akun yang ada di Facebook yang diblok, di Instagram terdapat empat akun yang dibanned sebab bermuara pada tempat yang sama.

Gleicher menyebutkan bahwa akun-akun palsu itu membuat posting seolah-olah dari tokoh politik tertentu yang mengarah pada situasi pemilu di suatu tempat. Mereka mengatakan bahwa dapat mengubah realita sesuai dengan pesanan kliennya.

facebook
Facebook menemukan ada grup yang mengelola akun palsu. (Foto: Pexels/Kaboompics.com)

Pada websitenya Archimedes Group menekankan diri sebagai pemimpin dari kampanye luas mendunia. Mereka mempromosikan diri memakai teknologi terkini dan metode inovatif untuk membantu kliennya.

Mereka juga mengklaim memainkan peran penting pada banyak kampanye politik dan publik, seperti pemilihan presiden dan proyek medis sosial lainnya di seluruh dunia. Namun mereka tetap memperkenalkan sebagai orang lokal.

Gleicher mengatakan bahwa tim penyelidik mengatakan bahwa grup ini adalah induk utama dari penyimpangan perilaku. (psr)

#Facebook
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Tekno
Meta Luncurkan Paket Lengkap Langganan IG, FB, dan WhatsApp Rp 124 Ribu, Ini Fitur-Fitur Plusnya!
Paket baru langganan lengkap Instagram, Facebook, dan WhatsApp ini khusus menyasar kalangan pengguna untuk bisnis, konten kreator, dan Meta AI.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Meta Luncurkan Paket Lengkap Langganan IG, FB, dan WhatsApp Rp 124 Ribu, Ini Fitur-Fitur Plusnya!
Indonesia
Kemkomdigi Ultimatum Flatform Digital Pada Juni 2026 Laporkan Hapus Akun di Bawah 16 Tahun
Kemkomdig) menegaskan, 6 Juni 2026 menjadi batas akhir bagi penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk melaporkan evaluasi mandiri atau self-assesment risiko
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
Kemkomdigi Ultimatum Flatform Digital Pada Juni 2026 Laporkan Hapus Akun di Bawah 16 Tahun
Indonesia
Meta Mulai Razia FB, IG, dan Thread Anak 16 Tahun ke Bawah, Ada Opsi Banding
Bagi pengguna berusia 16 tahun ke atas yang terdampak keliru, Meta menyediakan mekanisme verifikasi usia dan pengajuan banding.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Meta Mulai Razia FB, IG, dan Thread Anak 16 Tahun ke Bawah, Ada Opsi Banding
Indonesia
Meta Patuhi PP Tunas, Batas Usia Facebook-Instagram Diubah dari 13 Jadi 16 Tahun
Meta selaku pemilik Facebook, Threads, dan Instagram telah mengubah ketentuan dalam Panduan Komunitas pada platform media sosialnya, khususnya terkait batas usia pengguna.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Meta Patuhi PP Tunas, Batas Usia Facebook-Instagram Diubah dari 13 Jadi 16 Tahun
Indonesia
Kepatuhan Berantas Kejahatan Siber Dinilai Buruk, DPR Desak Pemerintah Berikan Sanksi ke Instagram Cs
Tingkat kepatuhan Meta dalam menindaklanjuti temuan pelanggaran lainnya sangat buruk, yakni hanya mencapai 28,47 persen atau tidak sampai 30 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Maret 2026
Kepatuhan Berantas Kejahatan Siber Dinilai Buruk, DPR Desak Pemerintah Berikan Sanksi ke Instagram Cs
Indonesia
Member Group 'Fantasi Sedarah' Ditangkap, DPR Sebut Pemerintah tak Tinggal Diam Hadapi Kejahatan Ruang Digital
Penangkapan ini jadi bukti Polri melindungi masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Mei 2025
Member Group 'Fantasi Sedarah' Ditangkap, DPR Sebut Pemerintah tak Tinggal Diam Hadapi Kejahatan Ruang Digital
Berita Foto
Bareskrim Ungkap Kasus Asusila dan Pornografi Grup Facebook Fantasi Sedarah dan Suka Duka
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji (keempat kanan) bersama Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (keempat kiri), Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak - Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Brigjen Pol. Nurul Azizah (ketiga kiri) sejumlah pejabat Bareskrim Polri menunjukkan barang bukti saat konferensi pers ungkap kasus asusila dan pornografi di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 21 Mei 2025
Bareskrim Ungkap Kasus Asusila dan Pornografi Grup Facebook Fantasi Sedarah dan Suka Duka
Indonesia
Polisi Bakal Cek 32.000 Anggota Grup Fantasi Sedarah
Dittipidsiber Bareskrim Polri menetapkan enam tersangka dalam dugaan asusila, pornografi, serta eksploitasi anak terkait konten inses di grup Facebook bernama Fantasi Sedarah dan Suka Duka
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Mei 2025
Polisi Bakal Cek 32.000 Anggota Grup Fantasi Sedarah
Indonesia
Admin dan Produsen Group ‘Fantasi Seks Sedarah’ Ditangkap, DPR Sebut sebagai Usaha Meminimalisasi Dampak Kerusakan
Tindakan kepolisian mempersempit ruang gerak mereka.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Mei 2025
Admin dan Produsen Group ‘Fantasi Seks Sedarah’ Ditangkap, DPR Sebut sebagai Usaha Meminimalisasi Dampak Kerusakan
Indonesia
Segini Harga Konten yang Dijual Para Pelaku Admin Grup Inses ‘Fantasi Sedarah’
Masing-masing tersangka memiliki peran berbeda mulai dari pembuat grup, penyebar video asusila, hingga pelaku pelecehan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Mei 2025
Segini Harga Konten yang Dijual Para Pelaku Admin Grup Inses ‘Fantasi Sedarah’
Bagikan