Erros Djarot: Haryanto Taslam Keras Kepala

Aang SunadjiAang Sunadji - Minggu, 15 Maret 2015
Erros Djarot: Haryanto Taslam Keras Kepala

Keluarga Haryanto Taslam mendoakan almarhum di TPU Menteng Pulo II, Jakarta Selatan, Minggu (15/3). (Foto: MerahPutih/Hurri Rauf)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional- Di mata Erros Djarot, Haryanto Taslam sangat berkesan, ia merupakan kader dan sangat loyal dengan Megawati Soekarnoputri.

Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Begitu juga dengan persahabatan antara almarhum Haryanto Taslam dan Erros Djarot. Keduanya pernah menjadi aktivis menentang rezim Orde Baru.

Kenangan lama bersama Haryanto masih diingat Djarot. Saat ditemui di TPU Menteng Pulo II, Jakarta Selatan, Minggu (15/3), ia menuturkan tentang pengalamannya bersama almarhum politikus Partai Gerindra itu. Menurutnya, Haryanto pernah diculik oleh penguasa Orde Baru di Jakarta dan kemudian dibawa ke Surabaya.

"Diculiknya di Jakarta pas menuju rumah saya. Ia dibawa oleh petugas pakai mobil. Ia bawa berkas-berkas rapat. Rapatnya dirumah saya kebetulan saya memimpin rapatnya," katanya. (Baca: Pesan Prabowo Subianto untuk Keluarga Haryanto Taslam)

Setelah diculik, Djarot mengaku tidak bertemu dengan Haryanto selama 40 hari lebih. Kata Djarot, penculikan terhadap Haryanto itu kemudian dianggap sandiwara oleh politisi PDIP (sekarang PDI-Perjuangan). Djarot sangat terkejut dengan sikap dan reaksi politisi PDI itu karena menurut Djarot, Haryanto merupakan kader dan loyalis Megawati Soekarnoputri yang teguh mempertahankan prinsipnya.

Haryanto adalah salah satu dari beberapa aktivis penentang rezim Soeharto yang diculik kelompok dari kesatuan militer. Ia bersama Desmond Junaidi Mahesa (sekarang politikus Gerindra), Pius Lustrilanang (politikus Gerindra), Nezar Patria (jurnalis), Aan Rusdianto, Mugiyanto (Kontras), Faisol Reza (Wasekjen PKB), Raharjo Waluyo Jati, dan Andi Arief (mantan staf Kepresidenan SBY) adalah mereka yang selamat. Puluhan sisa aktivis lainnya keberadaanya masih misteri. 

"Padahal saat pelepasan saya orang pertama yang diberitahu bagaimana kondisi dia dan Desmond. Dia itu kuat kalau diuji. Dia itu hidupnya pernah diancam kalau sampai membocorkan semuanya data-data itu," katanya.

Keluarga Haryanto juga pernah diancam oleh pemerintah Orde Baru apabila membocorkan data-data negara yang dia pegang. Sebagai sosok yang berprinsip, kata Djarot, Haryanto tidak pernah takut terhadap ancaman, apapun bentuknya. Dia tetap melakukan konsolidasi dengan para aktivis lainnya untuk menggalang kekuatan melawan penguasa Orde Baru. (Baca: Ahmad Muzani: Haryanto Taslam Selalu Sembunyikan Penyakitnya)

"Karena kehidupan pribadinya itu keras kepala, punya prinsip. Dia lebih baik kehilangan jabatan daripada kehilangan prinsip itu," katanya.

Seperti diketahui, Haryanto Taslam meninggal dunia pada usia 61 tahun, pada pukul 20:55 WIB, Sabtu (14/3) kemarin. Almarhum diketahui masuk rumah sakit Medistra, Jakarta, sejak Jumat (13/3) akibat penyakit yang dideritanya.

Sejumlah kolega dan sahabat ikut mengawal jenazah Haryanto ke TPU Menteng Pulo II dari rumah duka, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka adalah Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, dan Hatta Taliwang. (hur)

#Orde Baru #Partai Gerindra #Haryanto Taslam Meninggal #Haryanto Taslam
Bagikan
Ditulis Oleh

Aang Sunadji

Coffee is a life

Berita Terkait

Indonesia
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Partai Gerindra memberikan peringatan keras bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran serupa di masa depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Indonesia
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Partai Gerindra akan menggelar sidang terhadap anggota DPRD Jember, Ahmad Syahri Assidqi. Ia ketahuan main game sambil merokok saat rapat.
Soffi Amira - Jumat, 15 Mei 2026
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Indonesia
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Survei yang berlangsung pada 13–22 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui metode multi-stage random sampling
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Indonesia
Semua Menteri Gerindra Kumpul di Syukuran HUT Partai di DPR
Budisatrio berterima kasih kepada seluruh kader maupun tim ahli anggota DPR RI Fraksi Gerindra yang sudah setia mengawal kinerja para legislator di DPR.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Februari 2026
Semua Menteri Gerindra Kumpul di Syukuran HUT Partai di DPR
Indonesia
RDF Rorotan Dikeluhkan Warga, DPRD Gerindra Minta Operasional Dihentikan
DPRD Gerindra meminta operasional RDF Rorotan dihentikan sementara. Sebab, RDF Rorotan dinilai masih menimbulkan bau.
Soffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
RDF Rorotan Dikeluhkan Warga, DPRD Gerindra Minta Operasional Dihentikan
Indonesia
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Partai Gerindra membantah Presiden RI, Prabowo Subianto, mengusulkan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur BI.
Soffi Amira - Rabu, 21 Januari 2026
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Bagikan