Erick Thohir Diam-diam Lapor Dugaan Korupsi BUMN ke KPK
Erick Thohir menyambangi KPK. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
MerahPutih.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara tiba-tiba mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (8/7).
Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango mengakui, dalam pertemuan itu Erick sempat mengungkap potensi terjadinya tindak pidana korupsi di sejumlah BUMN.
Baca Juga:
"Tidak secara khusus, hanya menyebutkan ruang-ruang yang potensi terjadinya tindak pidana korupsi di sejumlah BUMN," kata Nawawi saat dikonfirmasi, Rabu (8/7).
Nawawi masih belum mau mengungkap lebih detail mengenai potensi korupsi itu. Ia hanya memastikan KPK siap untuk mengusut tindak pidana korupsi di perusahaan pelat merah.
"Sudah pasti dan ada monitoring secara khusus yang akan dilakukan, termasuk kemungkinan untuk melakukan penyelidikan" ujarnya.
Selain soal potensi korupsi di tubuh BUMN, Nawawi menyebut pertemuan antara pimpinan KPK dengan Erick Thohir juga membahas soal Pemulihan Ekonomi Nasional.
"Bicara mengenai dampak COVID-19 pada Kementerian BUMN dan penyelenggaraan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," ungkap Nawawi.
Kedatangan Erick ke KPK terbilang "senyap". Erick datang melalui pintu belakang Ggedung KPK. Saat keluar dari gedung KPK lewat pintu belakang, Erick mengklaim bertemu dengan pimpinan KPK membahas Pemulihan Ekonomi Nasional.
"Diskusi PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional)," kata Erick sambil bergegas masuk ke mobilnya, Rabu (8/7).
Erick irit bicara soal pertemuannya kali ini. Saat ditanya lebih jauh soal pertemuannya, Erick tak mau membeberkan lebih rinci. Dia hanya mengatakan, kedatangannya diterima seluruh pimpinan KPK.
"(Ditemui) semua pimpinan," ucap Erick.
Sebelumnya, Nawawi Pamolango mengaku "tertarik" dengan data-data yang dimiliki Erick Thohir soal dugaan korupsi di BUMN. Hal ini disampaikan Nawawi menanggapi pernyataan Erick yang menyebut telah menemukan 53 kasus korupsi di BUMN yang berpotensi untuk merugikan negara.
"Saya jadi tertarik untuk meminta data tersebut dari beliau. Mungkin luput dari pantauan dan monitoring KPK," kata Nawawi dalam keterangannya, Senin (6/7).
Baca Juga:
Pimpinan KPK Tertarik dengan Data Dugaan Korupsi BUMN dari Erick Thohir
Menurut Nawawi, tak hanya sekali Erick mengungkap dugaan praktik korupsi di Kementerian BUMN. Erick sebelumnya buka-bukaan soal adanya mafia alat kesehatan. Nawawi meminta Erick tak hanya berkomentar mengenai dugaan korupsi tersebut.
Nawawi meminta mantan Presiden Inter Milan ini melaporkan dan menyerahkan data-data soal puluhan perusahaan pelat merah yang diduga melakukan tindak pidana korupsi kepada KPK.
"Beliau kan tahu alamat kantor KPK. Malahan tercatat sudah sampai dua kali berkunjung ke kantor KPK dan kami juga sudah pernah courtesy call ke kantornya," ujar Nawawi. (Pon)
Baca Juga:
LPSK Gandeng Kementerian BUMN Penuhi Hak Psikososial Korban Tindak Pidana
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
KPK: Keterangan Eks Menpora Dito Perkuat Dugaan Korupsi Kuota Haji
Diperiksa KPK soal Kuota Haji, Eks Menpora Dito Ungkap Isi Pertemuan di Arab Saudi saat Dampingi Jokowi
Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan KPK, Akui Ikut Rombongan Jokowi ke Arab Saudi
KPK Restui Tanah Koruptor untuk Perumahan Rakyat, DPR Sebut Lebih Bermanfaat bagi Masyarakat
Mantan Menpora Dito Dipanggil KPK di Kasus Kuota Haji
KPK Ungkap Sudewo sudah Dibidik Sejak 2025, sebelum OTT di Pati
KPK Telusuri Keterlibatan Anggota Komisi V DPR Lain dalam Kasus Suap Proyek DJKA Kemenhub
KPK Geledah Rumah Orang Kepercayaan Wali Kota Madiun, Bawa Duit dan Bukti Elektronik
Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka KPK, Gerindra Proses Status Keanggotaan
2 Orang Tim Sukses Bupati Pati Sudewo Ditetapkan Tersangka Pemerasan