Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Emirates Berhasil Uji Terbang dengan Bahan Bakar Minyak Goreng?

Andrew FrancoisAndrew Francois - Selasa, 07 Februari 2023
Emirates Berhasil Uji Terbang dengan Bahan Bakar Minyak Goreng?

Penerbangan dilakukan dengan kombinasi bahan bakar fosil. (Foto: Emirates)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MASKAPAI Emirates telah berhasil menguji coba menerbangkan pesawat Boeing 777-300ER dengan salah satu dari dua mesinnya menggunakan bahan bakar berkelanjutan. Penerbangan tersebut terbang dari Bandara Internasional Dubai di sepanjang garis pantai Uni Emirat Arab selama sekira satu jam.

Menurut maskapai, penerbangan demonstrasi, yang dipimpin oleh Kapten Fali Vajifdar dan Kapten Khalid Nasser Akram itu, merupakan bagian dari tujuan industri penerbangan yang lebih besar untuk mengurangi emisi karbon. Demikian diungkapkan laman Eco Watch.

Demonstrasi juga dapat membantu sertifikasi pada masa depan untuk menyetujui 100% bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Saat ini, bahan tersebut tersedia untuk digunakan semua pesawat, tetapi hanya dalam campuran 50% dengan bahan bakar jet konvensional.

Baca juga:

Pesawat Bertenaga Hidrogen Terbesar Berhasil Diterbangkan

Bahan bakar terbuat dari bahan nabati. (Foto: Emirates)

Emirates dan sejumlah mitranya seperti GE Aerospace, Boeing, Honeywell, Neste, dan Virent menciptakan campuran bahan bakar ramah lingkugan (SAF) yang disebut serupa dengan bahan bakar konvensional. Proyek itu menjadi bagian dari rencana UEA untuk mencapai nol emisi karbon pada 2050.

"Kami melakukan penerbangan SAF di satu mesin, karena SAF 100% di semua mesin belum disetujui, dan oleh karena itu kami di sini mempromosikan penggunaan SAF dan juga mendorong persetujuan penggunaan SAF 100%," kata Zeina Chakhtoura, Customer Support Manager GE Aviation.

Bahan bakar penerbangan berkelanjutan itu menggunakan bahan baku seperti minyak goreng, gula, dan lemak hewan untuk mengurangi emisi karbon hingga 80%. Itu dipandang bisa menjadi penyelamat lingkungan dari sektor penerbangan.

"Teknologi Virent mengubah gula nabati yang tersedia secara luas menjadi senyawa yang memungkinkan 100% bahan bakar penerbangan berkelanjutan, tanpa perlu dicampur dengan bahan bakar jet tradisional," ungkap Presiden dan Penasihat Umum Virent, Inc Dave Kettner.

Baca juga:

Boeing Targetkan Pesawat Berbahan Bakar Berkelanjutan di 2030

Berhasil terbang selama satu jam. (Foto: Emirates)

Penerbangan ini adalah yang pertama dari jenisnya di Timur Tengah dan Afrika Utara. Selain itu, penerbangan ini adalah penerbangan pertama yang didukung oleh 100% bahan bakar penerbangan berkelanjutan dalam sebuah mesin.

Penerbangan pertama Emirates yang menggunakan campuran bahan bakar penerbangan berkelanjutan dilakukan pada 2017 dari Chicago, AS. Penerbangan ini menggunakan Boeing 777. Begitu laporan dari Business Traveler.

Sementara produsen pesawat dan mesin telah mendesain ulang model agar lebih hemat bahan bakar, masih ada dorongan untuk bahan bakar yang lebih berkelanjutan. Namun, bahan bakar penerbangan berkelanjutan lebih mahal daripada bahan bakar konvensional. (waf)

Baca juga:

Airbus Kembangkan Pesawat Bertenaga Hidrogen

#Penerbangan #Bahan Bakar Alternatif #Pesawat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kejar Target Penerbangan Jet Perdana dari Bandung, Bandara Husein Sastranegara Berpacu dengan Waktu
Kemenhub menargetkan Bandara Husein Sastranegara Bandung melayani pesawat jet mulai 17 Agustus 2026. Operasional penuh ditargetkan 17 September dengan kesiapan Boeing 737-800 dan Airbus A320.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Kejar Target Penerbangan Jet Perdana dari Bandung, Bandara Husein Sastranegara Berpacu dengan Waktu
Indonesia
Pilot Pesawat AMA Tewas Ditembak di Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Ungkap Hasil Visum dan Identitas Terduga Pelaku
Satgas Damai Cartenz memastikan pilot PT AMA, Captain Nicholas F. Goselin, tewas akibat luka tembak di Yahukimo. Polisi juga mengungkap hasil visum dan identitas terduga pelaku.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
Pilot Pesawat AMA Tewas Ditembak di Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Ungkap Hasil Visum dan Identitas Terduga Pelaku
Indonesia
Pilot Sipil Tewas dalam Serangan di Yahukimo, DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Warga Sipil Papua
DPR meminta pemerintah memperkuat perlindungan warga sipil setelah pilot Associated Mission Aviation (AMA) tewas dalam serangan di Yahukimo, Papua Pegunungan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Pilot Sipil Tewas dalam Serangan di Yahukimo, DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Warga Sipil Papua
Indonesia
Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Terbaru Diberlakukan Setelah Harga Avtur Stabil
Pemerintah menilai perubahan berbagai komponen biaya penerbangan sejak 2019 menjadi dasar penting untuk melakukan penyesuaian kebijakan tarif batas atas yang lebih relevan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 26 Juni 2026
Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Terbaru Diberlakukan Setelah Harga Avtur Stabil
Indonesia
3 Gunung Api di Indonesia Timur Meletus Hampir Bersamaan, Abunya Berpotensi Ganggu Penerbangan
Gunung Dukono, Gunung Ibu, dan Gunung Lewotobi Laki-laki meletus pada Jumat pagi. Badan Geologi menetapkan status Siaga di Lewotobi dan Waspada di Dukono serta Ibu.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
3 Gunung Api di Indonesia Timur Meletus Hampir Bersamaan, Abunya Berpotensi Ganggu Penerbangan
Indonesia
Bandara Kertajati Jadi Pusat Perawatan Pesawat Hercules di Asia, Kemenhub Siapkan Lahan
Menhub juga membuka peluang hadirnya fasilitas MRO yang melibatkan Lockheed Martin maupun pihak lain di kawasan Kertajati.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 22 Mei 2026
Bandara Kertajati Jadi Pusat Perawatan Pesawat Hercules di Asia, Kemenhub Siapkan Lahan
Indonesia
AHY Sebut Tidak Mudah Putuskan Kenaikan Batas Atas Harga Tiket Pesawat Jelang Libur Panjang Sekolah
Konflik dan ketegangan dunia berdampak langsung terhadap kenaikan harga energi global yang kemudian mempengaruhi biaya operasional sektor transportasi udara dan layanan penerbangan nasiona
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
AHY Sebut Tidak Mudah Putuskan Kenaikan Batas Atas Harga Tiket Pesawat Jelang Libur Panjang Sekolah
Indonesia
Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Kemenhub Segera Berlakukan Fuel Surcharge hingga 50 Persen
Harga tiket pesawat berpotensi naik akibat melonjaknya avtur. Maskapai penerbangan pun diperbolehkan mengenakan biaya tambahan hingga 50 persen.
Soffi Amira - Jumat, 15 Mei 2026
Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Kemenhub Segera Berlakukan Fuel Surcharge hingga 50 Persen
Indonesia
Indonesia Diyakini Bakal Layani 690 Juta Penumpang Pesawat di 2045
Indonesia menurut IATA diproyeksikan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di dunia pada tahu2030.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Indonesia Diyakini Bakal Layani 690 Juta Penumpang Pesawat di 2045
Indonesia
Izin Overflight AS di Indonesia Disorot, Jadi Ancaman bagi Kedaulatan dan Netralitas
Amerika Serikat kabarnya berencana melintasi wilayah udara Indonesia. Namun, hal itu dikecam oleh pengamat kebijakan publik.
Soffi Amira - Selasa, 28 April 2026
Izin Overflight AS di Indonesia Disorot, Jadi Ancaman bagi Kedaulatan dan Netralitas
Bagikan