HAL teraneh bisa terjadi saat kita bekerja dengan penuh perhatian di depan laptop atau komputer, juga ketika kita membalas pesan singkat di ponsel. Kita tidak sengaja berhenti bernapas. Ini bisa tidak terasa dan itu tidak berlangsung lama, tetapi itu cukup untuk mengganggu aliran oksigen yang biasanya teratur. Tanpa disadari, kondisi ini juga dapat memicu stres.
"'Email apnea' adalah fenomena orang secara tidak sadar menahan napas atau bernapas pendek ketika mereka menanggapi email atau SMS," kata Niraj Naik, pakar pernapasan terkemuka dunia dan pendiri sekolah internasional pernapasan SOMA Breath seperti diberitakan realsimple.com (25/6).
Baca juga:
Linda Stone, seorang penulis, peneliti, dan mantan eksekutif di Apple dan Microsoft pertama kali menciptakan konsep email apnea sekitar tahun 2008. Ia mendefinisikannya sebagai "tidak adanya atau penghentian sementara pernapasan, atau napas pendek, saat mengetik surel," demikian ditulis dalam sebuah artikel untuk Huffington Post.
Stone menciptakan konsep itu setelah mengamati perjuangannya sendiri dengan bernapas terlalu pendek, atau tidak sama sekali, sambil duduk dan mengetik di layar komputernya. Dia lalu menginginkan jawaban dan mencarinya dalam literatur, berbicara dengan dokter, dan melakukan penelitian sendiri.
Pada akhirnya, Stone menemukan bahwa bukan satu-satunya orang yang pernapasannya terganggu atau berubah saat tenggelam dalam pekerjaan. "Penelitian [Stone] mengamati pola pernapasan ratusan orang saat duduk di depan komputer dan menemukan sekitar 80 persen orang secara tidak sadar akan menahan napas atau terengah-engah ketika mereka menanggapi email atau SMS," kata Naik.