Kesehatan

Email Apnea, Lupa Napas Saat Membalas Surel atau Pesan Singkat

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 26 Juni 2021
Email Apnea, Lupa Napas Saat Membalas Surel atau Pesan Singkat

Email apnea bisa tidak terasa, tetapi itu cukup untuk mengganggu aliran oksigen. Menahan napas dengan tidak semngaja dapat memudahkan kamu merasa stres dan cemas. (Foto: 123RF/anyaberkut)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HAL teraneh bisa terjadi saat kita bekerja dengan penuh perhatian di depan laptop atau komputer, juga ketika kita membalas pesan singkat di ponsel. Kita tidak sengaja berhenti bernapas. Ini bisa tidak terasa dan itu tidak berlangsung lama, tetapi itu cukup untuk mengganggu aliran oksigen yang biasanya teratur. Tanpa disadari, kondisi ini juga dapat memicu stres.

"'Email apnea' adalah fenomena orang secara tidak sadar menahan napas atau bernapas pendek ketika mereka menanggapi email atau SMS," kata Niraj Naik, pakar pernapasan terkemuka dunia dan pendiri sekolah internasional pernapasan SOMA Breath seperti diberitakan realsimple.com (25/6).

Baca juga:

Harapan Baru, Pil untuk Mengatasi Dengkuran

Linda Stone, seorang penulis, peneliti, dan mantan eksekutif di Apple dan Microsoft pertama kali menciptakan konsep email apnea sekitar tahun 2008. Ia mendefinisikannya sebagai "tidak adanya atau penghentian sementara pernapasan, atau napas pendek, saat mengetik surel," demikian ditulis dalam sebuah artikel untuk Huffington Post.

Stone menciptakan konsep itu setelah mengamati perjuangannya sendiri dengan bernapas terlalu pendek, atau tidak sama sekali, sambil duduk dan mengetik di layar komputernya. Dia lalu menginginkan jawaban dan mencarinya dalam literatur, berbicara dengan dokter, dan melakukan penelitian sendiri.

Pada akhirnya, Stone menemukan bahwa bukan satu-satunya orang yang pernapasannya terganggu atau berubah saat tenggelam dalam pekerjaan. "Penelitian [Stone] mengamati pola pernapasan ratusan orang saat duduk di depan komputer dan menemukan sekitar 80 persen orang secara tidak sadar akan menahan napas atau terengah-engah ketika mereka menanggapi email atau SMS," kata Naik.

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan