Elektabilitas Pram-Doel Tinggi, PDIP Gak Peduli Kadernya Effendi Simbolon Dukung RK

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 19 November 2024
Elektabilitas Pram-Doel Tinggi, PDIP Gak Peduli Kadernya Effendi Simbolon Dukung RK

Politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon bersama Komunitas Batak Jakarta mendukung pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO). (foto: dokumen tim RIDO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - PDIP merespons kehadiran kader mereka Effendi Simbolon dalam kampanye calon Gubernur Jakarta, Ridwan Kamil (RK)-Suswono (RIDO), yang juga dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Partai Banteng tidak peduli Effendi Simbolon berpindah kubu mendukung duet RIDO. Alasannya, elektabilitas jagoan PDIP pasangan Cagub dan Cawagub Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno, sudah berada di atas RK-Suswono berdasarkan sejumlah survei nasional.

Oleh karenanya, Ketua DPP PDIP Said Abdullah menegaskan kehadiran Effendi Simbolon dalam pertemuan tersebut tidak akan memengaruhi peluang kemenangan Pramono-Rano.

"Apapun, katakanlah di sana RK didukung oleh seribu Effendi Simbolon sekalipun, ya kalau Pramono Anung, insya Allah tetap menang," ujar Said di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/11).

Baca juga:

Bawa 7000 Warga Batak Dukung RIDO, RK Sebut Politikus PDIP Effendi Guru Politik

Said juga menyebut tren kemenangan Pramono-Rano terus meningkat. Dia memastikan seluruh struktur partai telah bekerja maksimal untuk memenangkan pasangan tersebut.

"Tentu yang pertama, struktur partai bergerak masif, relawan bergerak masif, civil society juga bergerak. Semuanya bermuara pada tanggal 27 untuk memenangkan Mas Pram-Bang Doel," tuturnya.

Lebih lanjut, Said menyatakan bersyukur atas dukungan Jokowi terhadap pasangan RK-Suswono. Menurutnya, sebagai mantan presiden, Jokowi memiliki kebebasan untuk mendukung kandidat pilihannya dalam Pilkada 2024.

"Saya bersyukur ada Pak Jokowi di sebelah, karena bagi kita, status Pak Jokowi sebagai presiden ke-7 memberinya kebebasan," imbuh Politikus PDIP itu.

Baca juga:

Jokowi Turun Gunung Dukung RK-Suswono, Gerindra: Itu Hak Politik

Meski demikian, Said berharap pertarungan politik yang bakal terjadi di Jakarta tidak dikotori dengan tindakan-tindakam curang. "Nah, ini adalah bagian dari fairness, berkompetisi secara sehat. Jakarta itu etalase republik, jangan dikotori oleh hal-hal yang di luar konteks aturan main," tandasnya. (Pon)

#PDIP #Effendi Simbolon #Pilkada Jakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
"PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis," kata Hasto
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
Indonesia
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan program bantuan sapi kurban Presiden memiliki dasar hukum dan mekanisme resmi dalam sistem keuangan negara.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Indonesia
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh membedakan pemenang tender berdasarkan latar belakang politik.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Indonesia
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
TB Hasanuddin menilai Perpres 8/2026 berpotensi multitafsir dan bisa menimbulkan labelisasi ekstremisme terhadap masyarakat.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
Indonesia
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Ambang batas parlemen ideal 38 kursi dengan PT nasional 5,5–6 persen
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Indonesia
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
PDIP merespons usulan ambang batas parpol 13 kursi di DPR. PDIP mengatakan, bahwa harus ada kajian mendalam.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
Indonesia
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Indonesia
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Rano Karno memandang kaum pekerja sebagai elemen vital yang menentukan arah ekonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Indonesia
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Di Indonesia sendiri, sejarah perjuangan buruh juga memiliki perjalanan panjang sejak masa kolonial ketika buruh mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk kerja paksa dan upah yang tidak manusiawi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Indonesia
Suhud Alynudin Resmi Gantikan Khoirudin sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta
Suhud Alynudin resmi menjadi Ketua DPRD DKI Jakarta. Ia menggantikan Khoirudin di posisi tersebut. Hal itu disetujui dalam paripurna DPRD DKI Jakarta.
Soffi Amira - Kamis, 30 April 2026
Suhud Alynudin Resmi Gantikan Khoirudin sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta
Bagikan