Elektabilitas Ma'ruf Amin Rendah, Legislator PDIP: Beliau Kurang Diekspos Media

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 17 Februari 2020
Elektabilitas Ma'ruf Amin Rendah, Legislator PDIP: Beliau Kurang Diekspos Media

Wapres Ma'ruf Amin menyampaikan sambutan dalam Rakernas Khatib Indonesia di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (14/2) (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Politikus PDIP Trimedya Panjaitan menilai endahnya tingkag kepuasan terhadap Wakil Presiden Ma'ruf Amin karena posisinya membackup Jokowi.

Hal ini ia komentari dalam rilis survei Indo Barometer. Menurut Trimediya, Jokowi saat ini adalah sosok yang ditonjolkan dalam menjalankan roda pemerintah.

Baca Juga

PDIP tak Setuju 100 Hari Dijadikan Patokan Kinerja Kabinet Jokowi-Ma'ruf

"Kalau bagus pemerintahan ini Pak Jokowi dipuji, kalau enggak bagus kan Pak Jokowi juga yang dihujat," ujar Trimedya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/2).

Ketua DPP PDI-Perjuangan, Trimedya Panjaitan bersama Plt. Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe dalam acara Konfercab zona-3 DPD PDI-Perjuangan di Rantauprapat. (Antaranews Sumut/istimewa)
Ketua DPP PDI-Perjuangan, Trimedya Panjaitan bersama Plt. Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe dalam acara Konfercab zona-3 DPD PDI-Perjuangan di Rantauprapat. (Antaranews Sumut/istimewa)

Ia pun membantah bahwa rendahnya tingkat kepuasan terhadap Ma'ruf Amin lantaran Ma'ruf jarang turun ke lapangan. Menurutnya, aktivitas Ma'ruf hanya kurang terpublikasi media.

"Enggak mungkin wapres di kantor terus, merem, dan jangan diragukan fisik beliau," ucapnya.

Menurutnya, Jokowi tentu memiliki pertimbangan sosiologis, politis, budaya dalam memilih Ma'ruf Amin sebagai wakilnya. Karena itu, tentu ada pembagian tugas di antara keduanya.

"Kalau yang dipahami kan Pak Ma'ruf Amin lebih nanti menjaga pluralisme ini, menjaga keberagaman ini, bersinergi dengan tokoh-tokoh agama, kemudian ekonomi syariah segala macam. Kan perannya lebih ke sana," tuturnya.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin usai Rakernas Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Tahun 2020 di gedung BKKBN ANTARA/Fransiska Ninditya
Wakil Presiden Ma'ruf Amin usai Rakernas Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Tahun 2020 di gedung BKKBN ANTARA/Fransiska Ninditya

Dia berpandangan, Ma'ruf Amin memang selama ini ditugaskan untuk bidang pluralisme, menjaga keberagaman di Indonesia.

"Bersinergi dengan tokoh-tokoh agama, kemudian ekonomi syariah segala macam. Kan perannya lebih kepada di sana, sehingga intoleransi yang ada di kita ini bisa menjadi turun ke angka yang paling rendah," kata Trimedya.

Lebih lanjut, legislator Dapil Sumut itu mengatakan, semua memiliki perannya masing-masing. Dia membantah Ma'ruf Amin jarang muncul ketimbang menteri-menterinya.

Baca Juga

Jokowi Dikritik Telah Gadaikan Komitmen HAM Demi Ekonomi

"Kalau Erick Thohir populer kan wajar, tugas dia berat membenahi BUMN, yang selama ini juga BUMN ini dianggap jadi bancakan parpol, membuat terobosan baru di BUMN dan Erick kan termasuk yang berani melakukan itu, kemudian dia terkenal ya wajar. Kalau Sri Mulyani kan menteri lama dan dia juga jangankan di dalam, di luar negeri juga dia laku," tandasnya. (Knu)

#KH Ma'ruf Amin #PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Bagikan