Merahputih.com - Fenomena El Nino Godzilla 2026 kini membayangi Indonesia dengan potensi krisis kemanusiaan multidimensi yang mencakup sektor kesehatan, gizi, hingga ketenagakerjaan.
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah segera mengambil langkah mitigasi konkret guna melindungi kelompok rentan dari dampak buruk kekeringan ekstrem tersebut.
Baca juga:
Antisipasi El Nino, Pramono Minta Pemangkasan Pohon di Seluruh Jakarta
Ancaman Gizi Buruk dan Stunting
Kenaikan harga pangan akibat gagal panen menjadi perhatian serius dalam menghadapi fenomena iklim ini. Netty menjelaskan bahwa fluktuasi harga kebutuhan pokok secara langsung menurunkan kualitas konsumsi masyarakat, terutama keluarga prasejahtera yang berisiko mengurangi asupan protein harian.
"Fenomena El Nino Godzilla bukan hanya soal tanah yang retak, tapi soal gizi anak bangsa yang terancam. Kita tidak boleh membiarkan target penurunan stunting buyar hanya karena kita tidak siap memitigasi dampak pangan dan kesehatan dari cuaca ekstrem ini," tegas Netty, Rabu (15/4).
Potensi gangguan pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi alarm keras bagi ketahanan nasional. Jika asupan gizi menurun, target pemerintah dalam menurunkan angka stunting dipastikan bakal menghadapi hambatan besar.
Kesiagaan Layanan Kesehatan dan Dampak Karhutla
Selain sektor gizi, ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi bom waktu bagi kesehatan pernapasan masyarakat. Kabut asap berpotensi memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan asma secara masif di berbagai wilayah terdampak.
Baca juga:
BMKG Peringatkan Ancaman El Nino 2026, Risiko Kekeringan dan Karhutla Meningkat
“Fasilitas kesehatan harus dipastikan siap, baik dari sisi tenaga maupun ketersediaan alat kesehatan seperti oksigen dan nebulizer,” ujar Netty.
Kenaikan jumlah pasien akibat polusi asap ini juga diprediksi akan membebani pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Oleh karena itu, koordinasi cepat antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Ketenagakerjaan menjadi syarat mutlak untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesehatan warga di tengah gempuran cuaca ekstrem.