Dukung Wacana PTN Gratis Prabowo, Legislator Ingatkan Kajian Matang

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Dukung Wacana PTN Gratis Prabowo, Legislator Ingatkan Kajian Matang

Penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN)-Barat 2026 hari pertama, di Bengkulu.(ANTARA/HO-Dokumen Pribadi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad menyatakan dukungan penuh terhadap wacana Presiden Prabowo Subianto untuk menggratiskan biaya pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi negeri (PTN). Namun, pelaksanaan kebijakan ini dinilai memerlukan kajian komprehensif agar berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, dan tidak mengikis mutu akademik.


“Kami mendukung komitmen Presiden Prabowo yang akan menggratiskan biaya pendidikan hingga perguruan tinggi. Pendidikan gratis akan membuka peluang sangat besar bagi warga negara Indonesia untuk mengakses masa depan yang lebih baik,” ujar Habib Syarief di Jakarta, Selasa (22/9).


Habib Syarief menilai terobosan ini dapat meruntuhkan tembok kendala finansial yang selama ini menghambat anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk kuliah. Peningkatan akses perguruan tinggi diyakini menjadi kunci utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing global.



Pendidikan tinggi tidak hanya memberikan gelar akademik, tetapi juga meningkatkan kompetensi dan keterampilan untuk dunia kerja. Langkah ini penting untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda.

Habib Syarief Muhammad, anggota Komisi X DPR RI




Guna mengeksekusi arahan Presiden, legislator asal Jawa Barat ini mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk segera memetakan kondisi teknis seluruh PTN di Indonesia. Pemetaan menyeluruh dinilai krusial mengingat setiap kampus memiliki kapasitas keuangan, rasio dosen, dan sarana prasarana yang berbeda-beda.

Baca juga:

Kuliah Gratis di PTN Mulai Dikaji, Pemerintah Hitung Kebutuhan Anggarannya




"Kami mengharapkan kementerian memetakan secara komprehensif terlebih dahulu terkait dengan jumlah mahasiswa, kapasitas kampus, fasilitas, hingga kebutuhan operasionalnya. Hal ini harus dilakukan agar eksekusinya tepat,” tegasnya.


Ia juga meminta kementerian merumuskan secara mendalam komponen biaya apa saja yang akan ditanggung oleh negara. Pemerintah dituntut memperjelas apakah program gratis ini hanya membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau mencakup seluruh biaya penunjang pembelajaran mahasiswa. "Pemerintah perlu merumuskan secara jelas komponen biaya yang ditanggung negara, apakah sebatas UKT atau biaya pendidikan lainnya. Skema pembiayaan harus dihitung secara matang agar memiliki ketahanan anggaran dalam jangka panjang,” kata Habib Syarief.


Di samping pemetaan anggaran, ia juga menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan skema penerapan secara bertahap melalui pilot project di beberapa kampus sebelum diberlakukan secara serentak. Uji coba bertahap dinilai ampuh untuk meminimalisasi risiko guncangan operasional pada PTN. "Penerapan kebijakan ini bisa dipertimbangkan secara bertahap melalui proyek percontohan sebelum diterapkan menyeluruh. Langkah ini penting untuk menguji kesiapan sistem pendanaan dan layanan akademik kampus,” ujarnya.


Politisi senior ini berharap kebijakan strategis ini dapat diintegrasikan dengan sistem bantuan sosial pendidikan yang sudah ada agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran. Komitmen anggaran negara yang kuat diharapkan mampu mewujudkan pemerataan keadilan pendidikan di seluruh Indonesia.


"Kebijakan pendidikan gratis tidak boleh hanya kuat saat diluncurkan, tetapi harus memiliki skema pendanaan berkelanjutan. Negara harus hadir menjamin setiap anak bangsa bisa kuliah tanpa terkendala biaya,” pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

Prabowo Minta Pendidikan hingga PTN Gratis, Mendiktisaintek Kaji Skema Pembiayaan

#Pendidikan #Kuliah #Perguruan Tinggi Negeri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemensos Ungkap Alasan di Masih Ada Sekolah yang Tolak Siswa Disabilitas
Kementerian Sosial menginginkan semua anak disasbilitas apa pun jenisnya dari disabilitas yang terlihat dan tidak terlhat dapat menikmati layanan pendidikan dari negara.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Kemensos Ungkap Alasan di Masih Ada Sekolah yang Tolak Siswa Disabilitas
Dunia
34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Anak-anak yang tewas atau terluka di sekolah Al-Khair tersebut berusia 6 hingga 12 tahun.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
  34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Indonesia
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Pemerintah turut mematangkan afirmasi khusus bagi pemenuhan hak belajar anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Indonesia
Panduan Lengkap Kesetaraan Paket C yang Wajib Kamu Tahu: Syarat, Kurikulum, dan Cara Lulus Terbaru
Masih bingung apa itu pendidikan kesetaraan dan Kejar Paket C? Temukan info lengkap soal syarat masuk, metode belajar, hingga cara resmi mendapat ijazah di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
Panduan Lengkap Kesetaraan Paket C yang Wajib Kamu Tahu: Syarat, Kurikulum, dan Cara Lulus Terbaru
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Unpad dan Undip Jadi Kampus yang Ikut Program Pendidikan Gratis Prabowo
Kampus Unpad dan Undip disebut setuju dan siap jadi PTN pertama Program Pendidikan Gratis Prabowo. Cek Kebenaran Informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Unpad dan Undip Jadi Kampus yang Ikut Program Pendidikan Gratis Prabowo
Indonesia
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
FSGI mencatat 100 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang Januari-September 2026. Sebanyak 60 persen merupakan kekerasan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
Dunia
Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Para siswa mengatakan jam sekolah terlalu panjang, fasilitas tidak memadai, termasuk ruang kelas yang terlalu panas, dan terlalu banyak ketidakhadiran pengajar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
 Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Sejumlah siswa sekolah menengah di Prancis menggelar aksi protes selama sepekan untuk menentang jadwal yang terlalu padat, kekurangan guru, dan beberapa isu pendidikan lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Indonesia
Kepala Bakom RI Qodari Sebut Pendidikan Gratis Upaya Pemerintah Hadirkan Inklusivitas
Rencana kebijakan pendidikan gratis akan melengkapi berbagai program pemerintah di bidang pendidikan yang telah berjalan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Kepala Bakom RI Qodari Sebut Pendidikan Gratis Upaya Pemerintah Hadirkan Inklusivitas
Indonesia
Banggar DPR Sebut Butuh Anggaran Rp 302 Triliun Buat Pendidikan Gratis
Pemerintah berencana terlebih dulu menjalankan program percontohan (pilot project) dengan anggaran sekitar Rp 5 triliun
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Banggar DPR Sebut Butuh Anggaran Rp 302 Triliun Buat Pendidikan Gratis
Bagikan