Dua Balita Turut Jadi Korban Longsor di Ciamis
Seorang warga mengamati lokasi longsor di Dusun Sangkan Bawang, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (7/10). (Merahputih.com/Mauritz)
MerahPutih.com - Dua dari empat korban tewas tertimbun tanah longsor di Dusun Sangkan Bawang, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (7/10) masih balita.
Keempat orang meninggal dunia yakni Arsih (55), Uyun (35), Aldi (5) dan Andika bayi berusia 10 bulan.
Dari informasi yang diperoleh dari Humas Polda Jabar, dua korban yang masih balita yakni Aldi (5) dan Andika bayi berusia 10 bulan.
"Semua korban meninggal dunia masih satu keluarga," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, Sabtu (7/10).
Bencana alam tanah longsor terjadi di Dusun Sangkan Bawang, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Tanah longsor yang disebabkan hujan deras yang terjadi sejak pukul 00.30 WIB telah menyebabkan empat orang yang meninggal dunia, dua di antaranya masih balita. (*)
Berita ini berdasarkan laporan Mauritz, kontributor Merahputih.com untuk Cirebon dan Jawa Barat. Baca juga berita terkait di: Empat Tewas Tertimbun Longsor di Pangandaran
Bagikan
Berita Terkait
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Akses Wisata Bromo dari Malang Longsor, Hanya Bisa Dilewati Roda 2
RM Salero Awak Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Aceh Tamiang Setelah Sebulan Lumpuh Total
11 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tetapkan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Inhu Diminta Mengikuti
Banyak Bupati 'Kabur' saat Aceh Hadapi Bencana Alam, Gubernur Mualem: Kalau Tak Mampu, Serahkan Jabatan!
Elit Saling Adu Opini soal Bencana Alam Sumatra, Bamsoet: Stop Saling Menyalahkan, Fokus pada Penanganan
Bahlil Ancam Cabut Izin Tambang Biang Kerok Banjir Sumatera
DPR Soroti Bencana Ekologis, Minta Satgas PKH Berani Ungkap Aktor Besar di Balik Penebangan
Korban Tembus 776 Jiwa, Penanganan Bencana di Sumatra Jadi Prioritas Nasional
Seribu Lebih Sekolah Hancur Usai Sumatera Diterjang Bencana, Kurikulum Bencana Didesak Masuk dalam RUU Sisdiknas