MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan belum cocok dengan besaran harga tiket kereta cepat Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Rp8.500 yang diketok DPRD DKI. Orang nomor satu di Pemprov DKI itu berharap keputusan akhir bisa lebih murah ketimbang tarif ojek online.
"Nah, kita ingin lebih murah supaya orang mau naik kendaraan umum, tapi harga yang murahnya harus lebih murah daripada ojek, tetapi dengan perhitungan yang lebih matang untuk jangka panjang," kata Anies di Jakarta Barat, Selasa (26/3).
Anies beralasan tiket yang lebih murah itu dapat memancing masyarakat agar lebih memilih moda transportasi kereta MRT. Menurut dia, dalam menetapkan harga tarif Ratangga MRT tidak bisa teburu-buru. Lantaran ongkos yang diputuskan akan berlaku untuk jangka waktu yang panjang.
"Karena itu harga yang ditentukan hari ini akan menentukan harga puluhan tahun kedepan, sekali ditetapkan maka dia akan menjadi rujukan untuk waktu yang sangat panjang," ujar Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu
Gubernur juga memastikan pada saat sudah beroperasi secara komersial pada 1 April nanti sudah diputuskan tarif resminya. "Kita masih ada waktu, toh ini masih belum beroperasi secara komersial jadi saya masih akan bicara dengan dewan, mudah-mudahan sesegera mungkin," tutup Anies.
Diketahui sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memutuskan besaran tarif ojek online pada Senin (25/3) kemarin. Adapun tarif ojek online untuk wilayah Jabodebatek sekira Rp2.000 hingga Rp2.500 per km. Sementara, biaya jasa minimalnya yakni Rp8.000 hingga Rp10.000 per 4 km. (Asp)

