MerahPutih.com - Pemerintah pusat sejak 2025 lalu, mewacanakan pembangunan LRT dan MRT yang akan membentang dari Cikarang (Bekasi, Jawa Barat) sampai ke Balaraja (Tangerang, Banten). Transportasi massal itu akan melewati Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, meminta agar rancangan pengembangan transportasi publik terintegrasi melalui Mass Rapid Transit (MRT) Cikarang-Balaraja segera terealisasi.
Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid mengatakan, percepatan pembangunan jalur MRT serta proyek transportasi massal koridor timur-barat atau East-West yang menghubungkan Balaraja hingga Cikarang sebagai solusi kemacetan dan peningkatan mobilitas masyarakat dari berbagai daerah yang ada.
"MoU Pemerintah Provinsi Banten dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang sudah dilakukan, Dari MoU itu sekarang masing-masing konsultan sedang mempersiapkan dan merancang pelaksanaan pembangunan," katanya.
Baca juga:
DPRD DKI Kritik SOP MRT Jakarta Saat Mati Listrik, Wajib Dievaluasi Total
Untuk progres dari rancangan ini, kata ia, telah memasuki tahap awal melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, skema pembiayaan proyek tersebut nantinya akan melibatkan pemerintah pusat serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Ia mengatakan, keberadaan lahan milik pengembang di sejumlah titik dapat mempermudah proses pengembangan jalur transportasi massal tersebut.
"Pembiayaannya dari pusat dan pihak terkait lainnya. Kebetulan beberapa lahannya juga merupakan milik pengembang, jadi itu memudahkan," ungkapnya.
Pemkab Tangerang juga mengusulkan pengembangan jalur MRT baru yang terhubung langsung dengan wilayah-wilayah pusat pertumbuhan di Kabupaten Tangerang.
Jalur tersebut, direncanakan tersambung dari Lebak Bulus menuju BSD, kemudian berlanjut ke Lippo Karawaci hingga Citra Raya.