MerahPutih.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) resmi menandatangani kontrak kerja sama pembangunan sistem pengumpulan tarif otomatis atau automatic fare collection (AFC) untuk proyek Fase 2A Lin Utara-Selatan MRT Jakarta.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kontrak paket pekerjaan CP207 Fase 2A Lin Utara-Selatan, yang menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan jaringan MRT Jakarta ke wilayah Kota.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Weni Maulina, bersama Authorized Representative Hitachi Rail Hong Kong Limited, Nicolas Rabat, serta Authorized Representative Sumitomo Corporation Consortium, Tsuyoshi Nakamura.
Baca juga:
MRT Jakarta Fase 2A Capai 59 Persen, Pramono Sebut Stasiun Harmoni Beroperasi Akhir 2027
Tonggak Penting Pengembangan MRT Jakarta
Direktur Utama PT MRT Jakart Tuhiyat mengatakan, Senin (8/6), penandatanganan kontrak ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan MRT Jakarta, khususnya untuk mendukung operasional Fase 2A Lin Utara-Selatan.
Menurutnya, sistem AFC merupakan salah satu elemen utama dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik sekaligus mempercepat integrasi transportasi publik di masa depan.
“Atas nama MRT Jakarta, kami mengucapkan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah Jepang, pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta Japan International Cooperation Agency (JICA) atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan dalam pengembangan sistem transportasi perkotaan modern di Jakarta,” ujar Tuhiyat, Senin (8/6).
Nilai Kontrak Capai Rp 341,5 Miliar
Tuhiyat menjelaskan, paket pekerjaan CP207 mencakup perancangan, pabrikasi, pengiriman, hingga pemasangan sistem pengumpulan tarif otomatis untuk proyek MRT Jakarta Fase 2A.
Nilai kontrak dalam paket pekerjaan tersebut mencapai Rp 341,5 miliar.
Nilai kontrak pada paket pekerjaan ini sebesar Rp341,5 miliar. CP207 akan mendukung operasional MRT Jakarta dari Bundaran HI hingga Kota,
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat.
Dengan sistem tersebut, operasional MRT Jakarta di koridor utara-selatan diharapkan dapat berjalan lebih efisien dan terintegrasi.
Baca juga:
Di sisi lain, Director and CEO Hitachi Rail Hong Kong Limited, Nicolas Rabat, menyatakan penandatanganan kontrak ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sektor perkeretaapian dan transportasi perkotaan di Indonesia.
Ia mengaku bangga dapat berkolaborasi dengan PT MRT Jakarta untuk menghadirkan sistem mobilitas yang lebih cerdas melalui pemanfaatan teknologi modern.
“Sistem ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan bagi pelanggan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekosistem mobilitas perkotaan yang semakin terhubung di masa depan,” jelasnya.
Progres MRT Fase 2A
Sebagai informasi, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Lin Utara-Selatan hingga 25 Mei 2026 telah mencapai 60,80 persen, melampaui target progres yang ditetapkan sebesar 59,70 persen.
PT MRT Jakarta menargetkan segmen pertama rute Bundaran HI–Monas dapat selesai dan mulai beroperasi pada 2027.
Sementara itu, pembangunan segmen kedua yang menghubungkan jalur hingga kawasan Kota ditargetkan rampung dan beroperasi pada 2029. (Asp)