MerahPutih.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan tarif LRT Jakarta berpotensi naik setelah layanan diperpanjang hingga Dukuh Atas. Saat ini, LRT Jakarta masih melayani rute Pegangsaan Dua–Velodrome dengan tarif Rp 5.000.
Baca juga:
Progres LRT Jakarta Fase 1B Tembus 95 Persen, Pramono Targetkan Beroperasi Agustus 2026
Pramono mengungkapkan besaran tarif akan diputuskan setelah pemerintah melakukan perhitungan, dengan acuan skema tarif MRT Jakarta. Meski tarif naik, dia menegaskan harga tiket LRT Jakarta tetap harus terjangkau masyarakat.
Patokan yang digunakan untuk menghitung MRT itu bisa digunakan referensinya untuk LRT. Walaupun tentunya LRT pasti ininya berbeda,
kata Gubernur Pramono Anung di Stasiun LRT Rawamangun, Selasa (14/7).
Biaya Perpanjangan Rute ke Dukuh Atas
Terkait rute baru itu, Pramono memutuskan memperpanjang jalur LRT dari Manggarai menuju Dukuh Atas sepanjang 2 km tidak membutuhkan pembebasan lahan sehingga bisa segera dilakukan.
Untuk pembangunan LRT Jakarta hingga Manggarai telah menelan anggaran Rp 11,5 triliun, sementara perpanjangan ke Dukuh Atas diperkirakan akan memakan biaya Rp 2,1 triliun.
Saya minta pembangunan dari Manggarai ke Dukuh Atas selesai di tahun 2028 dengan anggaran Rp 2,1 triliun, dan sudah dianggarkan Rp 611 miliar,
Gubernur Pramono Anung
Pengembangan TOD dan Target Operasi
Pramono juga memberi lampu hijau pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) di sekitar stasiun LRT Jakarta. Skema pengembangan akan mengacu pada model MRT Jakarta, dengan kerja sama antara Pemprov DKI, LRT Jakarta, maupun PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
Baca juga:
Gubernur menargetkan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai mulai beroperasi Agustus 2026. Dia menginginkan jalur baru itu nanti diresmikan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Jalur sepanjang 12,2 km dengan 11 stasiun ini dinilai akan menghubungkan wilayah utara dengan pusat kota yang selama ini kerap dilanda kemacetan. (Asp)

