Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

DPR Sebut Usulan Ambang Batas Parpol Berdasarkan Komisi sudah Lama Digodok

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
DPR Sebut Usulan Ambang Batas Parpol Berdasarkan Komisi sudah Lama Digodok

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi II DPR RI Ahmad Irawan merespons usul Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra soal ambang batas partai politik berbasis jumlah komisi di DPR. Ia menyebut wacana tersebut sudah lama dibahas di internal DPR.

“Argumentasi seperti yang disampaikan Prof Yusril telah lama menjadi bahan diskusi kami mengenai batas minimum dan atau dasar kebutuhan AKD,” kata Irawan kepada wartawan, Minggu (3/5).

Irawan menjelaskan pembahasan itu berkaitan dengan kebutuhan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPR. Menurutnya, pendekatan berbasis jumlah komisi dinilai cukup realistis untuk memastikan efektivitas kerja parlemen.

Selain itu, DPR juga mengkaji opsi penggabungan partai politik yang lolos ke parlemen untuk membentuk fraksi. Langkah ini dinilai bisa menjadi solusi bagi partai dengan kursi terbatas agar tetap memiliki peran dalam pengambilan keputusan. “Termasuk penggabungan berbagai partai untuk membentuk fraksi,” ujarnya.

Baca juga:

Menko Yusril Usul Ambang Batas Parpol Sama dengan Jumlah Komisi di DPR


Meski begitu, Irawan mengingatkan AKD tidak hanya terdiri dari komisi. Ada sejumlah badan lain di DPR, seperti Badan Legislasi (Baleg) dan Mahkamah Kehormatan Dewan, yang juga membutuhkan keterwakilan anggota. “Namun, alat kelengkapan dewan di DPR tidak hanya komisi. Ada juga badan-badan dan mahkamah dewan,” jelasnya.

Ia menyebut seluruh skema tersebut masih dalam tahap penghitungan dan pendalaman. Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni kebutuhan minimal anggota DPR dari tiap partai untuk mengisi sejumlah AKD secara proporsional.

Menurut Irawan, jika berbasis AKD, jumlah anggota DPR dari suatu partai idealnya mencapai dua hingga tiga kali kebutuhan di setiap AKD. Dengan begitu, fraksi yang terbentuk tidak memiliki jumlah kursi yang terlalu kecil. “Kalau basisnya AKD, mungkin saja anggota DPR RI dari suatu partai yang dibutuhkan yakni minimum sekitar dua sampai tiga kali kebutuhan AKD,” ujarnya.

Irawan menambahkan ambang batas parlemen merupakan kebijakan hukum terbuka. Oleh karena itu, penentuannya berada di tangan pembentuk undang-undang, yakni DPR dan pemerintah.

“Penentuan besarannya tentu harus memiliki basis dan argumentasi konstitusional,” pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

Demokrat Sebut Parpol Mulai Bahas Ambang Batas hingga Dapil untuk RUU Pemilu

#DPR RI #Yusril Ihza Mahendra #Ambang Batas Parlemen
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Minta Jangan Benturkan Anggaran Pendidikan dengan Program Makan Bergizi Gratis
Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati, pendidikan dan pemenuhan gizi anak merupakan dua kebijakan yang harus berjalan beriringan.
Frengky Aruan - Minggu, 02 Agustus 2026
DPR Minta Jangan Benturkan Anggaran Pendidikan dengan Program Makan Bergizi Gratis
Indonesia
DPR Desak Putusan MK yang Larang Sentuh Anggaran Pendidikan Harus Dijalankan, Program MBG jangan Sampai Terganggu
Pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif agar perubahan skema pendanaan tidak menghambat keberlangsungan program yang menyasar jutaan penerima manfaat.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
DPR Desak Putusan MK yang Larang Sentuh Anggaran Pendidikan Harus Dijalankan, Program MBG jangan Sampai Terganggu
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
MBG tak Boleh lagi dari Dana Pendidikan, DPR Usul Pemerintah Terbitkan Perpres Tata Kelola Pemenuhan Gizi Nasional
Perpres tersebut perlu menempatkan Program MBG sebagai bagian dari kebijakan pemenuhan gizi nasional yang lebih komprehensif dengan pendekatan siklus kehidupan.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
MBG tak Boleh lagi dari Dana Pendidikan, DPR Usul Pemerintah Terbitkan Perpres Tata Kelola Pemenuhan Gizi Nasional
Indonesia
Marak Terduga Maling Mati Diamuk Massa, Menko Yusril Soroti di Mana Aparat Hukum
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra soroti maraknya maling tewas diamuk massa di Bali dan Morowali. Ia minta Polri hadir cegah main hakim sendiri
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
Marak Terduga Maling Mati Diamuk Massa, Menko Yusril Soroti di Mana Aparat Hukum
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Indonesia
DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Dokter Zahra, Evaluasi Total Program Magang
Pengungkapan fakta secara utuh sangat penting agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat sekaligus memberikan keadilan bagi keluarga korban.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Dokter Zahra, Evaluasi Total Program Magang
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Sikapi Pengunduran Diri Gubernur BI
Ketidakpastian kepemimpinan bank sentral dinilai berpotensi memperbesar tekanan terhadap pasar keuangan.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Sikapi Pengunduran Diri Gubernur BI
Indonesia
Cegah Konflik Horizontal, DPR Minta Pemerintah Libatkan Ormas
Jatuhnya korban jiwa dalam konflik horisontal yang terjadi menjadi indikator bahwa mekanisme resolusi konflik di tingkat masyarakat masih perlu diperkuat.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Cegah Konflik Horizontal, DPR Minta Pemerintah Libatkan Ormas
Indonesia
DPR Minta Penyelidikan Kematian Sutrimo Diusut Tuntas
Jika ada indikasi tindak pidana, seret pelakunya ke proses hukum tanpa kompromi.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
DPR Minta Penyelidikan Kematian Sutrimo Diusut Tuntas
Bagikan