MerahPutih.com - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menyerahkan sejumlah alutsista modern kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Alutsista yang diserahkan meliputi enam unit jet tempur Dassault Rafale, satu unit Airbus A400M Atlas MRTT, empat unit Dassault Falcon 8X, sistem radar Radar GCI GM403, serta rudal Meteor dan AASM Hammer.
Menurut Oleh Soleh, penambahan alutsista tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pertahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan tidak menentu.
“Penyerahan jet tempur Rafale dan berbagai alutsista modern lainnya akan semakin memperkuat pertahanan Indonesia. Penambahan alutsista ini sangat penting, terlebih dalam situasi geopolitik dunia yang tidak menentu seperti saat ini,” ujar Oleh Soleh, Senin (18/4).
Baca juga:
Presiden Prabowo Subianto Serahkan 6 Pesawat Rafale dan Misil Buatan Prancis kepada TNI
Ia menilai penguatan alat pertahanan akan berdampak besar terhadap kesiapan Indonesia dalam menjaga kedaulatan wilayah udara, laut, maupun darat.
“Dengan penambahan alutsista, Indonesia akan memiliki kemampuan yang semakin kuat untuk menjaga pertahanan udara, laut, dan darat. Ancaman bisa datang kapan saja dan dari mana saja. Karena itu, Indonesia harus selalu siap menghadapi segala bentuk ancaman,” tegasnya.
Baca juga:
Prabowo: Penambahan Rafale dan Radar Jadi Tonggak Kekuatan Pertahanan RI
Oleh Soleh juga menyoroti konflik internasional yang terjadi saat ini, termasuk eskalasi ketegangan di Timur Tengah, sebagai pengingat pentingnya kekuatan pertahanan bagi sebuah negara.
“Perang yang terjadi di Timur Tengah, antara Amerika, Israel, dan Iran, menyadarkan kita semua bahwa pertahanan sebuah bangsa sangat penting dan sangat menentukan kedaulatan negara. Bangsa yang pertahanannya lemah akan sangat rawan terhadap ancaman maupun serangan dari pihak lain,” katanya.
Ia berharap modernisasi alutsista yang terus dilakukan pemerintah dapat menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas nasional, melindungi wilayah kedaulatan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global. (Pon)