MerahPutih.com - Laba bersih PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) sepanjang kuartal pertama 2024 jeblok, bahkan turun drastis hingga tersisa Rp 238,3 miliar atau merosot 85,67 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar Rp 1,66 triliun.
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta PT Antam melakukan efisiensi buntut penurunan dari sisi penjualan maupun laba bersih di kuartal I 2024 yang berakhir pada 31 Maret 2024.
Merujuk Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/5), emiten pelat merah tersebut membukukan penjualan Rp 8,62 triliun pada kuartal I 2024. Penjualan itu turun 25,64 persen dibandingkan penjualan kuartal I 2023 yang tercatat sebesar Rp 11,59 triliun.
“Manajemen juga harus melakukan efisiensi dan menjaga agar tidak terjadi fraud seperti kejadian sebelumnya maupun seperti terjadi di PT Timah,” kata Herman dalam keterangannya, Jumat,(3/5).
Baca juga:
DPR Harap Sektor Pendidikan Jadi Tonggak Pembangunan SDM Indonesia
Ia memastikan, Komisi VI bakal melakukan evaluasi dengan memanggil jajaran Direksi PT Antam buntut penurunan dari sisi penjualan maupun laba tersebut.
“Secara reguler evaluasi terhadap BUMN selalu dilakukan, apalagi jika ada BUMN yang performanya turun, kami akan gunakan fungsi pengawasan,” ujarnya.
Politikus Demokrat ini menjelaskan, salah satu poin evaluasi pihaknya akan meminta PT Antam meningkatkan jaringan pasar guna mendongkrak penjualan dan laba bersih.
“Terutama retailnya karena harga komoditas sedang membaik, namun pada sisi lain Antam juga harus menjaga produksinya agar tetap memenuhi target produksi,” tandasnya. (Pon)
Baca juga:
Politikus DPR Protes Beberapa Status Bandara Internasional Dicabut