Merahputih.com - Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menyoroti eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kian memanas pasca wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Indonesia wajib konsisten memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif serta menolak segala bentuk penjajahan di tengah ancaman perang terbuka di Timur Tengah.
Syahrul mempertanyakan dasar hukum serangan militer yang diluncurkan Amerika Serikat terhadap Iran. Menurutnya, aksi sepihak tersebut tidak mengantongi mandat resmi dari lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan memicu kecurigaan bahwa konflik tersebut hanya demi mengamankan kepentingan sekutu di kawasan.
Baca juga:
“Tidak ada legitimasi dari PBB atau lembaga internasional. Ini yang menjadi pertanyaan besar. Bahkan di Amerika sendiri sudah muncul suara publik yang menilai konflik ini lebih banyak untuk mengamankan kepentingan Israel,” tegas politisi dari Fraksi PKS tersebut dalam keterangannya, Senin (9/3).
Ia juga menambahkan bahwa kondisi di Timur Tengah saat ini sangat rentan, terutama setelah Iran mulai menyasar pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk sebagai bentuk balasan. Syahrul menilai konflik ini berpotensi berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
Pelajaran Kemandirian dari Embargo Iran
Di sisi lain, Syahrul mengajak pemerintah Indonesia mengambil pelajaran strategis dari ketangguhan Iran yang mampu bertahan di bawah tekanan embargo internasional selama puluhan tahun. Meski dikucilkan secara ekonomi, Iran terbukti mampu mengembangkan teknologi pertahanan secara mandiri.
“Iran ini diembargo puluhan tahun tapi masih survive. Bahkan mampu memproduksi senjata canggih yang mengejutkan dunia,” ungkapnya.
Baca juga:
Gedung Putih Sebut Operasi di Iran akan Selesai dalam 4 hingga 6 Minggu
Guna memperkuat kedaulatan nasional, Syahrul menekankan pentingnya penguasaan pada tiga sektor vital agar Indonesia tidak bergantung pada kekuatan asing.
“Kalau negara bisa memproduksi pangan, obat, dan senjata sendiri, maka negara itu akan kuat,” pungkasnya.