DPR Dukung TNI Bekali Nasionalisme untuk Peserta LPDP, Cegah Fenomena 'Lupa Pulang'

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 06 Mei 2026
DPR Dukung TNI Bekali Nasionalisme untuk Peserta LPDP, Cegah Fenomena 'Lupa Pulang'

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal. (Foto: dok. media Lintas Parlemen)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyatakan dukungannya terhadap wacana pemberian pembekalan semangat nasionalisme bagi calon penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Menurut Cucun, langkah ini menjadi upaya penting untuk memastikan para intelektual muda Indonesia tetap memiliki keterikatan batin serta tanggung jawab moral terhadap tanah air, khususnya setelah menempuh pendidikan di luar negeri.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan bahwa para awardee LPDP harus memiliki kesadaran penuh bahwa kesempatan pendidikan yang mereka peroleh bukanlah fasilitas cuma-cuma, melainkan hasil kontribusi pajak seluruh rakyat Indonesia.

"Yang pasti alumni LPDP ini harus tahu, ini kan mereka diberangkatkan ke sana dibiayai oleh negara, dibiayai oleh rakyat, maka harus ingat kembali ke Indonesia untuk membangun bangsa," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, dikutip Rabu (6/5).

Baca juga:

Publikasi Nama-Nama Alumni Nakal LPDP ke Publik Masih Tahap Wacana

DPR RI berharap, dengan adanya sentuhan nilai-nilai nasionalisme yang lebih disiplin, para penerima beasiswa tidak hanya unggul secara akademis di kancah internasional.

“Tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan pemikiran saat kembali ke Indonesia,” ujar Cucun.

Wacana pelibatan TNI dalam pembekalan LPDP ini mencuat seiring kebijakan baru pemerintah yang memperketat pengawasan serta menekankan relevansi pengabdian alumni.

Baca juga:

Politikus PDIP Kritik TNI Lakukan Pembekalan ke Mahasiswa LPDP, Perlu Dikaji Ulang

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mulai mengintegrasikan materi bela negara dan wawasan kebangsaan secara lebih intensif dalam tahap keberangkatan para awardee.

Berdasarkan data terbaru, pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap ribuan alumni yang terdeteksi tidak segera kembali ke Indonesia atau melanggar kontrak pengabdian.

“Keterlibatan TNI diharapkan memperkuat aspek ideologis agar fenomena ‘lupa pulang’ ini berkurang,” tutup Cucun. (Knu)

#LPDP #LPDP 2026 #Cucun Ahmad Syamsurijal #Wakil Ketua DPR #TNI
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pasca Eksekusi, Personel TNI-Polri Siaga di Kawasan Eks Hotel Sultan Senayan Jakarta
Personel TNI saat berjaga di dalam kawasan eks Hotel Sultan di kawasan Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Jum'at (19/6/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 19 Juni 2026
Pasca Eksekusi, Personel TNI-Polri Siaga di Kawasan Eks Hotel Sultan Senayan Jakarta
Indonesia
Komisi I DPR Nilai Pengerahan Komcad saat Demo Mahasiswa Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Komcad bukanlah aparat yang memiliki tugas utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Komisi I DPR Nilai Pengerahan Komcad saat Demo Mahasiswa Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Indonesia
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Sinergi tersebut perlu terus ditingkatkan agar mampu memberikan rasa aman yang lebih optimal kepada masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Indonesia
PKB Kawal Implementasi Regulasi Turunan UU Pesantren, Ingin Terjadi Transformasi
pentingnya transformasi pendidikan pesantren agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 07 Juni 2026
PKB Kawal Implementasi Regulasi Turunan UU Pesantren, Ingin Terjadi Transformasi
Indonesia
2 Batalyon Komcad Bakal Dibangun di 514 Kabupaten
Pembangunan Batalyon Komcad itu dilakukan agar personel TNI di daerah mudah mendapatkan bantuan tambahan personel dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
2 Batalyon Komcad Bakal Dibangun di 514 Kabupaten
Indonesia
2.300 ASN Ikut Latihan Jadi Komponen Cadangan Gelombang II di Agustus
Donny membuka kemungkinan tempat pelatihan Komcad ASN gelombang II akan berbeda dari gelombang I.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
2.300 ASN Ikut Latihan Jadi Komponen Cadangan Gelombang II di Agustus
Indonesia
Rupiah Tembus Rp 18.050 per Dolar AS, DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Serius
Pelemahan rupiah hingga Rp18.050 per dolar AS menjadi sorotan DPR. Wakil Ketua DPR meminta pemerintah serta Bank Indonesia memperkuat langkah stabilisasi ekonomi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Rupiah Tembus Rp 18.050 per Dolar AS, DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Serius
Indonesia
4 Prajurit TNI Dituntut Penjara 2,5 Tahun dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Oditur militer menuntut empat prajurit TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Tindakan para terdakwa disebut dilakukan secara terencana.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Juni 2026
4 Prajurit TNI Dituntut Penjara 2,5 Tahun dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Indonesia
4 Tentara Terdakwa Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Bui, Vonis Diketok 10 Juni
Empat personel TNI terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus dituntut 2,5 tahun penjara.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
4 Tentara Terdakwa Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Bui, Vonis Diketok 10 Juni
Indonesia
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Pukul 14.03 WIB, Bakal Disemayamkan di Cikeas
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, eks Menteri Pertahanan RI, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto pada 31 Mei 2026.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Pukul 14.03 WIB, Bakal Disemayamkan di Cikeas
Bagikan