Dosen Unusa Ini Terkategori Ilmuwan Kelas Dunia Termuda

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 28 Oktober 2021
Dosen Unusa Ini Terkategori Ilmuwan Kelas Dunia Termuda

Achmad Syafiuddin, dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang terkategori ilmuwan kelas dunia dan termuda. (Foto: Dok Humas Unusa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ia dikenal getol meneliti kesehatan lingkungan, khususnya di bioremediasi polusi air. Achmad Syafiuddin, dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terklasifikasi dalam daftar ilmuwan top dunia yang baru-baru ini dirilis oleh Elsevier, lembaga penerbit tingkat dunia yang mengelola Scopus.

Scopus merupakan salah satu data center atau database sitasi dan literasi jurnal ilmiah bereputasi, kini menjadi salah satu rujukan Diktiristek untuk pemeringkatan institusi dan peneliti di Indonesia.

Alhasil, yang didapatkan Syafiuddin berdasarkan beberapa indikator atau composite indicators seperti sitasi, h-index, co-authorship dan sejumlah indikator.

Baca Juga:

Ilmuwan Temukan Cara Membuat Kayu Sekuat Baja

"Saya sering meneliti tentang kesehatan lingkungan, khususnya di bioremediasi polusi air yang fokus pada penggunaan bahan-bahan alami untuk mengurangi kandungan polusi di dalam air,” ungkap Syafiuddin saat dikonfrimasi awak media, Rabu (27/10).

Kampus Unusa. (Foto: instagram.com/unusa_official)
Kampus Unusa. (Foto: instagram.com/unusa_official)

Selain itu, ia fokus menerbitkan artikel di jurnal internasional bereputasi dan berimpak tinggi. Tulisan yang terbit di Journal of the Chinese Chemical Society, Wiley yang dinobatkan sebagai artikel terbanyak disitasi di jurnal bergengsi tersebut.

Uniknya, Syafiuddin merupakan dosen termuda menorehkan namanya dalam daftar ilmuwan top dunia. Dan hanya ada 58 ilmuwan dari Indonesia yang masuk daftar tersebut dan Syafiuddin berada pada urutan ke 18.

Baca Juga:

Ilmuwan Prediksi Umur Maksimum Manusia Pada Abad Ini

Dosen di prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Unusa ini mengatakan, ia juga termasuk yang paling junior dari deretan 58 ilmuwan asal Indonesia.

“Alhamdulillah saya ini masuk yang paling junior, sebab yang masuk daftar di sana yakni para ilmuwan senior dari beberapa kampus ternama di Indonesia,” ujar doktor lulusan dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) ini. (Andika Eldon/Jawa Timur)

Baca Juga:

Ilmuwan Jepang Berhasil Mencetak Daging Sapi Wagyu 3D

#Penelitian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Berdiri Tegak atau Membungkuk? Penelitian Sebut Bisa Mencerminkan Kepribadian
Penelitian Universitas McGill mengungkap postur tubuh saat berdiri dapat menjadi indikator kepribadian. Simak hubungan bahasa tubuh dengan karakter seseorang.
ImanK - Minggu, 26 Juli 2026
Berdiri Tegak atau Membungkuk? Penelitian Sebut Bisa Mencerminkan Kepribadian
Indonesia
Tim Peneliti Indonesia Berhasil Petakan Migrasi Hiu Paus, Jalurnya Lewat 13 Negara
Riset satelit 2015–2025 memetakan migrasi hiu paus melintasi 13 negara. Indonesia berperan sebagai hub konservasi Indo-Pasifik.
Wisnu Cipto - Minggu, 03 Mei 2026
Tim Peneliti Indonesia Berhasil Petakan Migrasi Hiu Paus, Jalurnya Lewat 13 Negara
ShowBiz
Bruce Willis Akan Donorkan Otaknya untuk Penelitian Demensia Frontotemporal
Bruce Willis akan mendonorkan otaknya demi penelitian penyakit langka Demensia Frontotemporal.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 April 2026
Bruce Willis Akan Donorkan Otaknya untuk Penelitian Demensia Frontotemporal
Indonesia
Kronologis Tewasnya Pekerja Lepas BRIN di Lokasi Penelitian Sesar Aktif Demak
Galian berukuran sekitar panjang 7 meter, lebar 1,5 meter, dengan kedalaman 2 meter itu tiba-tiba ambruk diduga karena struktur tanah yang labil.
Wisnu Cipto - Sabtu, 27 September 2025
Kronologis Tewasnya Pekerja Lepas BRIN di Lokasi Penelitian Sesar Aktif Demak
Indonesia
Pekerja Lepas Tewas di Lokasi Penelitian Sesar Aktif, Polres Demak Pastikan Bakal Periksa BRIN
Pekerja lepas Ahmad Zaedun (55), warga Desa Sumberejo, tewas tertimbun longsor di lokasi penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Wisnu Cipto - Sabtu, 27 September 2025
Pekerja Lepas Tewas di Lokasi Penelitian Sesar Aktif, Polres Demak Pastikan Bakal Periksa BRIN
Dunia
Ilmuwan Temukan Sampel Asteroid Ryugu, Apa Artinya?
Ilmuwan temukan sampel asteroid Ryugu. Lalu, apa arti dari penemuan sampel tersebut?
Soffi Amira - Minggu, 01 Desember 2024
Ilmuwan Temukan Sampel Asteroid Ryugu, Apa Artinya?
Dunia
China Ingin Buat Senjata 'Death Star', Terinspirasi dari Star Wars
Tiongkok mengklaim, ingin membuat senjata Death Star. Senjata tersebut terinspirasi dari film Star Wars.
Soffi Amira - Rabu, 20 November 2024
China Ingin Buat Senjata 'Death Star', Terinspirasi dari Star Wars
Lifestyle
Mau Skripsian, Cari Tahu nih Perbedaan Penelitian Kuantitatif vs Kualitatif
Meski sering dibahas, banyak yang masih bingung memahami perbedaan keduanya.
Dwi Astarini - Jumat, 15 November 2024
Mau Skripsian, Cari Tahu nih Perbedaan Penelitian Kuantitatif vs Kualitatif
Fun
Tidak Semua Pengamatan Disebut Observasi, Begini Ciri dan Contohnya
Observasi dilakukan dengan memperhatikan detail dari objek yang diamati tanpa mengubah atau memengaruhinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 November 2024
Tidak Semua Pengamatan Disebut Observasi, Begini Ciri dan Contohnya
Dunia
NASA Temukan Titik Hijau Misterius di Mars, Ada Sisa Kehidupan Alien Purba?
NASA menemukan titik hijau misterius di Mars. Lalu, apakah ada sisa kehidupan alien purba di sana?
Soffi Amira - Selasa, 29 Oktober 2024
NASA Temukan Titik Hijau Misterius di Mars, Ada Sisa Kehidupan Alien Purba?
Bagikan