Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

China Ingin Buat Senjata 'Death Star', Terinspirasi dari Star Wars

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 20 November 2024
China Ingin Buat Senjata 'Death Star', Terinspirasi dari Star Wars

China ingin buat senjata Death Star. Foto: Star Wars

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ilmuwan Tiongkok mengklaim, bahwa mereka ingin membuat senjata raksasa yang terinspirasi dari Star Wars. Senjata itu dapat memusnahkan satelit musuh di orbit.

"Death Star" di kehidupan nyata mampu memfokuskan beberapa sinar gelombang mikro ke satu target. Sistem senjata tersebut baru-baru ini telah menyelesaikan uji eksperimental untuk mengetahui potensi penggunaannya di militer.

Tiongkok sendiri telah mengembangkan senjata gelombang mikro bertenaga tinggi (HPM) yang berpotensi mengganggu sistem radar, komputer, infrastruktur komunikasi, hingga rudal dan satelit.

Mengutip The Sun, senjata "Death Star" berkekuatan tinggi jenis baru itu, menggabungkan gelombang elektromagnetik dengan pengaturan waktu yang sangat tepat untuk bergabung menjadi pancaran energi yang kuat.

Baca juga:

Artefak Batu dari Zaman Neolitikum Ungkap Perkembangan Manusia di China Timur Laut

Senjata Death Star milik China sudah menyelesaikan uji eksperimental
Senjata Death Star milik China sudah menyelesaikan uji eksperimental. Foto: Star Wars

Meski terdengar sangat menakutkan, supaya "Death Star" dapat berfungsi, maka senjata tersebut harus menyinkronkan kacang microwave agar tiba dalam bentuk yang sama dan dapat berfungsi secara efektif.

Setiap komponen penghasil gelombang mikro, yang disebut sebagai kendaraan, tidak boleh melebihi 170 pikodetik – atau seperseribu detik, menurut para ilmuwan.

Ketelitian yang dibutuhkan jauh lebih besar dibanding jam atom yang digunakan pada satelit GPS. Namun, para ilmuwan Tiongkok yakin, mereka telah memecahkan masalah tersebut dan mencapai "sinkronisasi presisi waktu yang sangat tinggi", menurut South China Morning Post.

Mereka juga mengklaim telah mencapai sinkronisasi ini dengan menghubungkan kendaraan pemancar gelombang mikro lewat serat optik.

Baca juga:

ISS Bakal Dipensiunkan, Astronaut Bersiap Hadapi Evakuasi Darurat

Selain itu, ilmuwan Tiongkok juga menyebutkan, teknologi terbaru itu menekan sinyal GPS Amerika dan satelit lainnya. Kemudian, bisa mencapai berbagai tujuan lainnya, seperti pengajaran dan pelatihan, verifikasi teknologi baru, serta latihan militer.

Sebelumnya, para ahli telah mencatat, bahwa penelitian Tiongkok terhadap program energi terarah kemungkinan bertujuan untuk meniadakan kekuatan spesifik AS, yakni dengan memengaruhi sensor pada senjata dan satelit presisi AS.

Publikasi akademis Tiongkok menunjukkan, bahwa senjata sinar gelombang mikro dikembangkan lebih banyak untuk digunakan pada platform luar angkasa, seperti satelit. Sementara itu, laser canggih kini sedang dibuat untuk angkatan darat, laut, dan udara.

Death Star Terinspirasi dari Film Star Wars

Death Star terinspirasi dari film Star Wars
Death Star terinspirasi dari film Star Wars. Foto: Star Wars

Death Star merupakan senjata super paling ikonik di film Star Wars. Meskipun senjata pancaran energi terbaru itu mengambil inspirasi dari Star Wars, tetapi ada beberapa perbedaan utama antara teknologi terbaru dan Death Star versi fiksi.

Para penggemar sci-fi pasti sudah mengetahui, jika senjata utama Death Star menggunakan kristal kyber. Kristal tersebut dapat menghasilkan kekuatan yang cukup melalui beberapa meriam laser, yang bergabung pada satu titik untuk menghasilkan sinar yang sangat kuat, sehingga dapat menghancurkan seluruh planet.

Untungnya, pengembangan senjata terbaru tidak memiliki kekuatan untuk meledakkan seluruh planet. Sementara itu, para astronot Tiongkok telah melakukan tur pertama yang tercatat di stasiun luar angkasa Tiangong, yang mengorbit sekitar 400 km di atas Bumi.

Baca juga:

Kai Cenat Ingin Pecahkan Rekor Jadi Streamer Pertama di Luar Angkasa

Pos orbitnya jauh lebih mewah dibanding Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang diluncurkan pada 1998 silam.

Dihiasi dengan lentera kertas merah, kru Shenzhou-18, Ye Guangfu, Li Song, dan Li Gangsu, melakukan tur selama tujuh menit di tempat tinggal sementara mereka, yang dibagikan oleh kantor berita milik negara Tiongkok, CCTV.

Modul inti, yakni tempat para astronaut menghabiskan sebagian besar waktunya, menjadi pusat kendali manajemen ditempatkan. (sof)

#Star Wars #Penelitian #China #Teknologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Xiaomi 18 Muncul di Sertifikasi EEC, Peluncuran Global Diprediksi Lebih Cepat
Xiaomi 18 sudah mengantongi sertifikasi EEC. Peluncuran global HP tersebut diprediksi lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
Xiaomi 18 Muncul di Sertifikasi EEC, Peluncuran Global Diprediksi Lebih Cepat
Tekno
Baterai Samsung Galaxy S24 Ultra dan S25 Ultra Boros usai Update Juli 2026, Pengguna Keluhkan Cepat Panas
Samsung Galaxy S24 Ultra dan S25 Ultra dilaporkan cepat panas usai update Juli 2026.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
Baterai Samsung Galaxy S24 Ultra dan S25 Ultra Boros usai Update Juli 2026, Pengguna Keluhkan Cepat Panas
Dunia
Alarm Darurat Kedubes China di Jepang Menyala 2 Hari Pasca Gempa, Apa Pemicunya?
Kedubes China di Jepang aktifkan alarm darurat pasca gempa 7,1 di Kumamoto. 17 orang tewas, puluhan ribu mengungsi, Jepang bentuk satgas darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Alarm Darurat Kedubes China di Jepang Menyala 2 Hari Pasca Gempa, Apa Pemicunya?
Tekno
Harga Redmi Note 17 Series Global Bocor, Varian 17 Pro Max Dijual Rp 12,2 Juta
Harga Redmi Note 17 Series global kini bocor. Untuk varian Pro Max, harganya dibanderol Rp 12,2 juta.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
Harga Redmi Note 17 Series Global Bocor, Varian 17 Pro Max Dijual Rp 12,2 Juta
Lifestyle
Berdiri Tegak atau Membungkuk? Penelitian Sebut Bisa Mencerminkan Kepribadian
Penelitian Universitas McGill mengungkap postur tubuh saat berdiri dapat menjadi indikator kepribadian. Simak hubungan bahasa tubuh dengan karakter seseorang.
ImanK - Minggu, 26 Juli 2026
Berdiri Tegak atau Membungkuk? Penelitian Sebut Bisa Mencerminkan Kepribadian
Indonesia
Indonesia Tawarkan Investasi Data Center ke China, Potensi USD 3,48 Miliar
Nilai pasar data center Indonesia mencapai sekitar 1,44 miliar dolar AS pada 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 1,83 miliar dolar AS pada 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Indonesia Tawarkan Investasi Data Center ke China, Potensi USD 3,48 Miliar
Tekno
Samsung Galaxy Z Flip 8 Meluncur dengan Fitur AI Baru, Segini Harga dan Spesifikasinya
Samsung Galaxy Z Flip 8 resmi meluncur. HP tersebut hadir dengan fitur-fitur AI terbaru.
Soffi Amira - Kamis, 23 Juli 2026
Samsung Galaxy Z Flip 8 Meluncur dengan Fitur AI Baru, Segini Harga dan Spesifikasinya
Tekno
POCO X8 Kantongi Sertifikasi NBTC dan IMDA, Bakal Bawa Baterai 9.000 mAh?
POCO X8 kini muncul di sertifikasi NBTC dan IMDA. HP tersebut merupakan rebranding dari Redmi Note 17 5G.
Soffi Amira - Rabu, 22 Juli 2026
POCO X8 Kantongi Sertifikasi NBTC dan IMDA, Bakal Bawa Baterai 9.000 mAh?
Tekno
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Redmi Note 17 Pro Max muncul di sertifikasi NBTC Thailand. HP itu membawa kamera 200MP dan baterai 10.000mAh.
Soffi Amira - Selasa, 21 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Tekno
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
OPPO Find X10 kabarnya meluncur September 2026. HP ini sudah lolos sertifikasi dan siap diluncurkan.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
Bagikan