MerahPutih.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, meminta jajarannya untuk menunda dahulu pengiriman sampah di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Imbah insiden longsor pada Minggu (8/3) kemarin.
Meski begitu, ia memastikan pelayanan publik pengelolaan sampah Bantargebang tetap berjalan meski proses penanganan korban longsor masih berlangsung.
Satu titik buang sementara di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari guna menjaga kelancaran ritase truk sampah dari Jakarta. Sementara itu, dua titik buang lainnya masih dalam tahap perapihan.
"Saat ini kami meminta kepada jajaran Sudin Lingkungan Hidup untuk menunda pengiriman sampah ke TPST Bantargebang sampai selesainya evakuasi," kata Asep Kuswanto, Senin (9/3).
Baca juga:
Tinjau TPST Bantargebang, Pramono Sebut Hujan Ekstrem Jadi Penyebab Longsor
Ia menambahkan, langkah ini diambil untuk memastikan sistem pengangkutan sampah Jakarta tetap berjalan, sekaligus meminimalkan antrean truk selama proses evakuasi dan penanganan di area terdampak.
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menangani situasi ini secara cepat, hati-hati, dan terkoordinasi.
"Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban, serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman," tandasnya.
Diketahui, total ada 13 orang yang tertimbun gunungan sampah yang longsor di Bantargebang. Dari total 13 orang yang terdata, sebanyak empat orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Baca juga:
Pemerintah Didesak Ubah TPA Jadi Pengolahan Modern Pasca Longsor Maut Bantargebang
Empat korban yang selamat itu masing-masing adalah Budiman, Selamat, Johan, dan Sarifudin. Keempat korban diketahui merupakan sopir truk yang mengangkut sampah ke TPST Bantargebang.
Selain itu, sebanyak empat orang dilaporkan meninggal dunia. Korban meninggal dunia masing-masing adalah Enda Widayanti, Sumine (warga), Dedi Sutrisno, dan Irwan Supriatain (sopir truk).
Kemudian, ada lima orang yang diduga masih tertimbun longsor gunungan sampah di TPST Bantargabang.
Lima korban yang belum ditemukan masing-masing adalah Riki Supriadi (sopir truk), Hardianto (sopir truk), Ato (warga), Dofir (warga), dan Mr X (warga). (Asp)