DLH DKI Tunda Pengiriman Sampah ke Bantargebang, Demi Evakuasi Korban Longsor

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 09 Maret 2026
DLH DKI Tunda Pengiriman Sampah ke Bantargebang, Demi Evakuasi Korban Longsor

Insiden longsor di TPST Bantargebang. Foto: Dok. Kementerian Lingkungan Hidup

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, meminta jajarannya untuk menunda dahulu pengiriman sampah di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Imbah insiden longsor pada Minggu (8/3) kemarin.

Meski begitu, ia memastikan pelayanan publik pengelolaan sampah Bantargebang tetap berjalan meski proses penanganan korban longsor masih berlangsung.

Satu titik buang sementara di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari guna menjaga kelancaran ritase truk sampah dari Jakarta. Sementara itu, dua titik buang lainnya masih dalam tahap perapihan.

"Saat ini kami meminta kepada jajaran Sudin Lingkungan Hidup untuk menunda pengiriman sampah ke TPST Bantargebang sampai selesainya evakuasi," kata Asep Kuswanto, Senin (9/3).

Baca juga:

Tinjau TPST Bantargebang, Pramono Sebut Hujan Ekstrem Jadi Penyebab Longsor

Ia menambahkan, langkah ini diambil untuk memastikan sistem pengangkutan sampah Jakarta tetap berjalan, sekaligus meminimalkan antrean truk selama proses evakuasi dan penanganan di area terdampak.

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menangani situasi ini secara cepat, hati-hati, dan terkoordinasi.

"Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban, serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman," tandasnya.

Diketahui, total ada 13 orang yang tertimbun gunungan sampah yang longsor di Bantargebang. Dari total 13 orang yang terdata, sebanyak empat orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Baca juga:

Pemerintah Didesak Ubah TPA Jadi Pengolahan Modern Pasca Longsor Maut Bantargebang

Empat korban yang selamat itu masing-masing adalah Budiman, Selamat, Johan, dan Sarifudin. Keempat korban diketahui merupakan sopir truk yang mengangkut sampah ke TPST Bantargebang.

Selain itu, sebanyak empat orang dilaporkan meninggal dunia. Korban meninggal dunia masing-masing adalah Enda Widayanti, Sumine (warga), Dedi Sutrisno, dan Irwan Supriatain (sopir truk).

Kemudian, ada lima orang yang diduga masih tertimbun longsor gunungan sampah di TPST Bantargabang.

Lima korban yang belum ditemukan masing-masing adalah Riki Supriadi (sopir truk), Hardianto (sopir truk), Ato (warga), Dofir (warga), dan Mr X (warga). (Asp)

#Korban Longsor #TPST BantarGebang #Dinas Lingkungan Hidup #Sampah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemprov DKI Targetkan 9.000 Sekolah Jalankan Program Pengelolaan Sampah Elektronik
SMA Negeri 68 Jakarta Pusat menjadi titik awal pelaksanaan program E-Waste School Movement.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Pemprov DKI Targetkan 9.000 Sekolah Jalankan Program Pengelolaan Sampah Elektronik
Indonesia
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Menyambut World Cleanup Day 2026, JHL Group dan Banksasuci menggelar aksi bersih-bersih Sungai Cisadane lewat program Impactful Ecosystem. Simak aksi selengkapnya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Indonesia
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Petugas membongkar setiap gundukan menggunakan alat berat, kemudian menyemprot dan mendinginkannya sebelum menutup kembali bagian tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Indonesia
Sebaran PM10 Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta Membaik Usai Operasi Water Mist
Pemantauan 6–7 September 2026 menunjukkan sebaran PM10 di Jakarta membaik setelah operasi water mist dan penyiraman abu vulkanik Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Sebaran PM10 Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta Membaik Usai Operasi Water Mist
Indonesia
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Wilayah sekitar Jakarta seperti Tangerang dan Bekasi dapat menjadi salah satu opsi lokasi pengelolaan sampah.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Indonesia
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta menghasilkan lebih dari 9.000 ton sampah per hari. Gerakan pilah sampah naik menjadi 23,14 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Indonesia
Pemkot Solo Dapat Hibab Rp 107 Miliar Buat Tangani Sampah Dari Hulu Sampai Hilir
Program ini untuk perubahan perilaku dan fokus penanganan sampah dari sumber sampah serta perbaikan tata kelola sampah terintegrasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pemkot Solo Dapat Hibab Rp 107 Miliar Buat Tangani Sampah Dari Hulu Sampai Hilir
Indonesia
Enam Perusahaan Penyedia Jasa Kebersihan Disanksi Denda Rp 10 Juta akibat tak Sesuai Izin
. Setiap pihak yang menghasilkan, mengangkut, maupun mengelola sampah harus dapat mempertanggungjawabkan alur penanganannya.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Enam Perusahaan Penyedia Jasa Kebersihan Disanksi Denda Rp 10 Juta akibat tak Sesuai Izin
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Pramono menginstruksikan jajarannya untuk menghentikan pemberian izin pihak swasta tersebut dalam mengelola sampah.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Bagikan