Headline

Ditanya Isi Pertemuannya dengan Surya Paloh, Ini Jawaban Anies

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 25 Juli 2019
  Ditanya Isi Pertemuannya dengan Surya Paloh, Ini Jawaban Anies

Anies Baswedan bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pertemuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mendapat perhatian para pengamat politik dan khalayak ramai di Tanah Air. Pasalnya, pertemuan itu berlangsung bersamaan dengan pertemuan dua pimpinan partai politik Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.

Pengamat politik yang juga pendiri Lembaga Survei Kedai KOPI, Hendri Satrio dari dua momen pertemuan kemarin, justru pertemuan Anies Baswedan dengan Surya Paloh yang layak dibahas dan menarik untuk dikaji.

Baca Juga: Temui Surya Paloh, Isu Ambisi Anies Maju di Pilpres Bukan Isapan Jempol

Lantas, apa yang dibicarakan Anies dan Surya Paloh dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta Pusat itu?

Anies Baswedan menyatakan pertemuannya dengan Surya Paloh lebih banyak membahas masalah Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh (Foto: antaranews)

Menjawab pertanyaan tersebut, Anies Baswedan kepada awak media di Jakarta, Kamis (25/7) menegaskan bahwa pertemuannya dengan Surya Paloh sama sekali tidak membahas mengenai Pemilu 2024.

Orang nomor satu di Jakarta itu mengaku hanya membicarakan soal Jakarta.

"Enggak (bahas soal Capres), Kita ngobrol lebih banyak soal Jakarta," kata Anies.

Ketika disinggungkan mengenai dukungan NasDem terhadap programnya di Ibu Kota, Anies mengaku membicarakan Jakarta. Ia menyebut saat ini dirinya berfokus pada Jakarta.

"Ngomongin Jakarta, fokusnya di Jakarta," jelas Anies.

Baca Juga: Ketum NasDem Surya Paloh Dukung Anies Maju Pilpres 2024

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh siap mendukung karir politik Anies Baswedan untuk melaju sebagai calon presiden periode 2024-2029.

"(Tahun, red) 2024 kan tergantung Anies. Niatnya sudah pasti ada di situ, semua niat-niat baik harus terjaga asal baik," kata Surya Paloh usai bertemu Anies acara makan siang di kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (24/7) kemarin.(Asp)

Baca Juga: Didukung NasDem di Pilpres 2024, Ini Jawaban Anies

#Anies Baswedan #Surya Paloh #Partai Nasdem #Gubernur DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Viral Denda Rp 500 Ribu karena Ganjil Genap di Tol, Simak Penjelasan Pramono
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tidak ada aturan baru ganjil genap di jalan tol. Ketentuan tersebut sudah berlaku sejak 2019.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
Viral Denda Rp 500 Ribu karena Ganjil Genap di Tol, Simak Penjelasan Pramono
Indonesia
LRT Velodrome-Manggarai Diresmikan Agustus, Gubernur Pramono: Nilai Investasi Mencapai Rp 12,5 Triliun
Rute LRT Velodrome-Manggarai ini akan diperpanjang hingga Dukuh Atas.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
LRT Velodrome-Manggarai Diresmikan Agustus, Gubernur Pramono: Nilai Investasi Mencapai Rp 12,5 Triliun
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Kini Memiliki Wajah Baru yang Nyaman
Jalan Rasuna Said kini menjadi ikon baru yang lebih rapi dan tertata, nyaman bagi kendaraan, pengguna transportasi umum, pejalan kaki, hingga penyandang disabilitas.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Gubernur Pramono Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Kini Memiliki Wajah Baru yang Nyaman
Indonesia
Pramono Ungkap RW Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, Tapi Masih Tersisa 211 Titik
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap jumlah RW kumuh di Jakarta turun 52,58% sejak 2017. Masih ada 211 RW kumuh yang jadi fokus penanganan Pemprov DKI.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Pramono Ungkap RW Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, Tapi Masih Tersisa 211 Titik
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah soal isu merger dengan NasDem. Ia menegaskan, tidak ada pembicaraan resmi.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Bagikan