Diprediksi Naik 3 Kali Lipat, Sebungkus Mi Instan Bisa Mencapai Rp 10 Ribu Lebih

Mula AkmalMula Akmal - Selasa, 09 Agustus 2022
Diprediksi Naik 3 Kali Lipat, Sebungkus Mi Instan Bisa Mencapai Rp 10 Ribu Lebih

Varian mi instan. (Foto: MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Harga mi instan dikabarkan akan naik tiga kali lipat imbas terhambatnya pasokan gandum dari negara Ukraina dan Rusia.

Wacana pemerintah tersebut membuat warga kecewa dan geleng-gelang kepala. Sebab mi instan merupakan makan favorit masyarakat Indonesia, karena dianggap simpel untuk memasaknya.

Baca Juga:

Harga Mi Instan Diproyeksikan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Kenaikan harga berkali lipat itu nantinya menjadikan harga satu bungkus mi instan dipatok harga selangit. Sekarang saja, harga satu bungkus mi instan dianggap mahal bagi anak kosan, dengan harga di atas tiga ribu rupiah.

Untuk harga mi instan terkini di mini market dengan merek Mie Sedap ukuran 90 gram dibandrol Rp 3.500 per bungkus. Ketika kebijakan itu diterapkan maka harga menjadi Rp 10.500 per bungkus.

Sedangkan, merek Indomie saat ini dibandrol dengan harga Rp 3.000. Bila pemerintah benar benar menaikan harga tiga kali lipat maka nantinya Indomie diharga Rpv9.000 rupiah.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, perang antara Rusia - Ukraina berdampak terhadap rantai pasok bahan makanan yang tersendat ke Indonesia. Salah satunya gandum yang biasa membanjiri pasar nasional untuk olahan produk makanan.

Varian mi instan. (Foto: MP/Asropih)

Ketergantungan impor komoditas yang dihasilkan oleh negara yang berkonflik tersebut bakal membuat kenaikan harga produk di dalam negeri.

Mentan Limpo menjelaskan saat ini pasokan gandum Ukraina yang menjadi bahan baku pembuatan mie instan contohnya mengalami masalah, bahkan dikatakan Mentan, saat ini terdapat kurang lebih 180 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa keluar negara.

"Jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini," ucap Limpo dalam webinar bersama Ditjen Ditjen Tanaman Pangan, Senin (8/8). (Asp)

Baca Juga:

Bumil Boleh kok Makan Mi Instan

#Harga Pangan #Breaking #Mi Instan #Kementan #Syahrul Yasin Limpo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Malaysia Berduka, Istri Mahathir Mohamad dan Dokter Perempuan Pribumi Pertama Wafat di Usia 100 Tahun
Kabar duka menyelimuti Malaysia. Tun Siti Hasmah, istri mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, meninggal dunia di usia 100 tahun di RS IJN Kuala Lumpur.
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Malaysia Berduka, Istri Mahathir Mohamad dan Dokter Perempuan Pribumi Pertama Wafat di Usia 100 Tahun
Olahraga
Klasemen Grup A Divisi I FIFA ASEAN Cup 2026 Setelah Timnas Indonesia Menang 2-0 atas Singapura, Ada di Bawah Malaysia
Timnas Indonesia sementara ada di posisi kedua klasemen Grup A Divisi I atau Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 2-0 atas Singapura
Frengky Aruan - Jumat, 25 September 2026
Klasemen Grup A Divisi I FIFA ASEAN Cup 2026 Setelah Timnas Indonesia Menang 2-0 atas Singapura, Ada di Bawah Malaysia
Olahraga
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Start Positif Timnas Indonesia, Skuad Garuda Sikat Singapura 2-0
Timnas Indonesia membuka kiprah di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil positif, yakni kemenangan 2-0 atas Singapura.
Frengky Aruan - Jumat, 25 September 2026
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Start Positif Timnas Indonesia, Skuad Garuda Sikat Singapura 2-0
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Indonesia
OTT di 3 Provinsi, KPK Sergap Bupati Bolmut Sirajudin Lasena di Jakarta
KPK menggelar OTT di 3 provinsi dan menangkap Bupati Bolmut Sirajudin Lasena di Jakarta bersama 13 orang lainnya terkait dugaan korupsi pemkab
Wisnu Cipto - Senin, 21 September 2026
OTT di 3 Provinsi, KPK Sergap Bupati Bolmut Sirajudin Lasena di Jakarta
Indonesia
KPK Gelar OTT, Tangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara
Dalam operasi senyap itu, tim penindakan KPK menangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena dan sejumlah pihak lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
KPK Gelar OTT, Tangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara
Indonesia
Bupati Pati nonaktif Sudewa Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Dicabut
Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut Bupati Pati nonaktif Sudewa dengan hukuman 8,5 tahun penjara atas kasus suap proyek DJKA dan pemerasan perangkat desa.
Wisnu Cipto - Senin, 21 September 2026
Bupati Pati nonaktif Sudewa Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Dicabut
Indonesia
15 Distributor Minyakita Dapat Teguran Tertulis, Jual Harga Melebihi HET Sampai Tidak Batasi Pembelian
Kemendag mendorong dinas perdagangan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk turut melakukan pengawasan distribusi Minyakita di wilayah masing-masing
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
15 Distributor Minyakita Dapat Teguran Tertulis, Jual Harga Melebihi HET Sampai Tidak Batasi Pembelian
Indonesia
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Komoditas yang turut memberikan tekanan di wilayah tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Indonesia
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
Bagikan