Diprediksi Naik 3 Kali Lipat, Sebungkus Mi Instan Bisa Mencapai Rp 10 Ribu Lebih
Varian mi instan. (Foto: MP/Asropih)
MerahPutih.com - Harga mi instan dikabarkan akan naik tiga kali lipat imbas terhambatnya pasokan gandum dari negara Ukraina dan Rusia.
Wacana pemerintah tersebut membuat warga kecewa dan geleng-gelang kepala. Sebab mi instan merupakan makan favorit masyarakat Indonesia, karena dianggap simpel untuk memasaknya.
Baca Juga:
Kenaikan harga berkali lipat itu nantinya menjadikan harga satu bungkus mi instan dipatok harga selangit. Sekarang saja, harga satu bungkus mi instan dianggap mahal bagi anak kosan, dengan harga di atas tiga ribu rupiah.
Untuk harga mi instan terkini di mini market dengan merek Mie Sedap ukuran 90 gram dibandrol Rp 3.500 per bungkus. Ketika kebijakan itu diterapkan maka harga menjadi Rp 10.500 per bungkus.
Sedangkan, merek Indomie saat ini dibandrol dengan harga Rp 3.000. Bila pemerintah benar benar menaikan harga tiga kali lipat maka nantinya Indomie diharga Rpv9.000 rupiah.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, perang antara Rusia - Ukraina berdampak terhadap rantai pasok bahan makanan yang tersendat ke Indonesia. Salah satunya gandum yang biasa membanjiri pasar nasional untuk olahan produk makanan.
Ketergantungan impor komoditas yang dihasilkan oleh negara yang berkonflik tersebut bakal membuat kenaikan harga produk di dalam negeri.
Mentan Limpo menjelaskan saat ini pasokan gandum Ukraina yang menjadi bahan baku pembuatan mie instan contohnya mengalami masalah, bahkan dikatakan Mentan, saat ini terdapat kurang lebih 180 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa keluar negara.
"Jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini," ucap Limpo dalam webinar bersama Ditjen Ditjen Tanaman Pangan, Senin (8/8). (Asp)
Baca Juga:
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Warga Kota Tangerang Jangan Sampai Lewat, Ada 8 Paket Diskon Pajak PBB-P2 dan BPHTB
Pesawat ATR 400 Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak di Maros, Angkut 11 Orang
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Maluku Tengah Sabtu (17/1) Pagi, Tak Berpotensi Tsunami
Persija Resmi Umumkan Bergabungnya Alaeddine Ajaraie, Bomber Asal Maroko, Berharap Akhiri Musim dengan Senyum Bahagia
Rehabilitasi Sawah Rusak Rp 5 Triliun, DPR Minta Pengawasan Ketat
KPK Periksa Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Terkait Suap Proyek Bekasi
Mentan Amran Targetkan Rehabilitasi Lebih dari 100 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Aceh hingga Sumbar
Beras Wajib Satu Harga di Seluruh Indonesia, Bulog Dapat Margin 7 Persen
Kementan Janji Serap 4 Juta Ton Gabah Petani di 2026
Pemerintah Bersiap Ekspor Beras Setelah Swasembada