Dinilai Terlalu Mepet, Kubu Prabowo Desak Debat Capres Terakhir Dijadwal Ulang
Kader Demokrat Ilal Ferhard (kiri) saat berada di Bareskrim (MP/Gomes R)
MerahPutih.Com - Debat terakhir capres-cawapres berdasarkan jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan berlangsung pada 13 April 2019. Artinya, sekitar empat hari sebelum waktu pencoblosan, tanggal 17 April.
Tenggang waktu yang mepet antara debat dan hari pencoblosan dinilai merugikan pasangan capres-cawapres. Menurut kubu Prabowo yang diwakili politisi Demokrat Ilal Ferhard, sebaiknya KPU meninjau kembali jadwal debat terakhir.
Lebih lanjut Ilal menerangkan bahwa dengan waktu yang begitu dekat dengan hari pencoblosan, pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi tak memiliki cukup waktu untuk mengklarifikasi perihal data atau fakta yang belum valid selama debat kepada masyarakat. Apalagi tanggal 14 April sudah memasuki masa tenang dan larangan kampanye sudah diberlakukan.
Atas pertimbangan itu, mantan anggota DPRD DKI Jakarta oti menganjurkan agar debat capres terakhir dimajukan dari jadwal yang sudah ditetapkan KPU.
"Seharusnya jangan terlalu mepet waktunya. Sangat disayangkan waktu habis tanggal 14 masuk masa tenang jadi kami enggak bisa counter hal-hal yang bersifat merugikan. Saya berharap bahwa KPU mengganti kembali, tapi hanya sebagai usulan atau himbauan kepada KPU, supaya tidak terlalu mepet waktunya," kata Ilal Ferhard, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (14/3).
Sementara itu, anggota Komisi II DPR RI Zainudin Amali menyatakan bila ada yang tak sepakat soal jadwal debat capres -cawapres terakhir lantaran dianggap terlalu mepet, maka penting dibahas kembali bersama KPU RI sebagai penyelenggara guna dicari jalan keluarnya.
"Saya pribadi setuju saja kalau kedua belah pihak (Tim paslon 01 dan 02) bersepakat dengan KPU untuk memajukan hari pelaksanaan debat terkhir ini. Hasil kesepakatan itulah yang harus segera diumumkan ke publik," tutur politisi Golkar ini.
WNI yang menetap di Australia Ardhi juga mengingatkan agar KPU bisa bersikap bijak untuk memajukan jadwal debat sebelum tanggal pelaksanaan pencoblosan di Australia yakni tanggal 13 April.
“Tanggal 13 April, kami di Australia serentak melaksanakan Pemilu, sangat bijak dan penting jika KPU memajukan jadwal debat sebelum tanggal tersebut. Tidak lucu jika kami sudah menentukan pilihan sementara kedua calon masih berpromosi janji dan visi," pungkas pria asal Surabaya itu.(Knu)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Nama Unik Caleg Perempuan PKS, Begini Penjelasan Fransisca Santa Clause
Bagikan
Berita Terkait
Pemilih Indonesia Tembus 211 Juta, KPU RI Ketok Palu Data Paling Update Semester II 2025
Ogah Buka Dokumen Capres-Cawapres, KPU Jadi Tidak Transparan
Ketua KPU Nilai Pemilu Terpisah Ideal, Singgung Kematian Petugas di 2019
KPU Minta Jeda Waktu Pilkada Jangan Sampai Bikin Panitia Pemilu 'Enggak Bisa Napas'
KPU Tindaklanjuti Putusan MK Soal PSU di 24 Pilkada, Segera Koordinasi dengan Kemendagri
DPR-KPU Sepakat Gelar Pilkada Ulang Jika Kotak Kosong Menang September 2025
Gandeng Garin Nugroho, KPU Hadirkan Film Drama Komedi 'Tepatilah Janji'
DKPP Tak akan Panggil Para Komisione KPU di Dugaan Kasus Asusila Hasyim Asy'ari
Dilaporkan Atas Dugaan Asusila, Ketua KPU Berencana Lapor Balik
Pemungutan Suara Ulang di Kuala Lumpur Tanggal 9-10 Maret