Diduga Sebar Hoaks Soal Banjir, Admin TMC Polda Metro Akan Ditindak

Eddy FloEddy Flo - Senin, 10 Februari 2020
 Diduga Sebar Hoaks Soal Banjir, Admin TMC Polda Metro Akan Ditindak

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Seorang admin yang mengelola akun twitter Polda Metro Jaya akan ditindak lantaran diduga menyebarkan hoaks terkait banjir Jakarta lewat salah satu postingan.

Admin yang kemudian diketahui bernama Raya itu mengaku kesalahan pemberian informasi yang dilakukan akun Twitter @TMCPoldametro.

Baca Juga:

Polda Metro Jaya Targetkan Ibu Kota Jakarta Bersih dari Narkoba

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan ada ketidakcermatan admin saat itu.

"Admin tidak mencermati dengan teliti betul info yang masuk sehingga terjadi seperti itu," ujar Yusri saat dikonfirmasi wartawan, Senin (10/2).

Akun twitter TMC Polda Metro Jaya diduga salah posting soal banjir Jakarta
Akun twitter TMC Polda Metro Jaya (Foto: screenshot twitter TMC Polda Metro)

Kejadian banjir saat itu ada di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara. Bukan di Jalan Martadinata Ancol, Jakut.

Lebih lanjut, Yusri mengakui ada kesalahan dari si admin.

"Memang benar hari Sabtu tanggal 8 Februari 2020 pagi terjadi salah pemberian informasi tentang banjir di Jalan Martadinata Ancol Jakut yang seharusnya saat itu kejadian banjir di Jalb Yos Sudarso Jakut," katanya.

Untuk itu, lanjut Yusri pihaknya menyampaikan permintaan maaf atas ketidakcermatan admin. Permintaan maaf telah disampaikan juga di akun resmi Twitter @TMCpoldametro.

"Selanjutnya admin TMC Polda telah memposting kembali permohonan maaf dari admin TMC sudah disampaikan di medsos (media sosial)," kata dia.

Ia mengklaim sudah menindak admin akun Twitter @TMCPoldametro yang salah memberi informasi soal banjir.

Dimana admin diberikan sanski berupa teguran. Sanksi diberikan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kepada si admin. Baru sekedar sanksi teguran saja yang diberikan sejauh ini. Pasalnya si admin akan diperiksa lagi.

"Kami sudah sampaikan, tadi sudah dapat teguran langsung dari Direktur Lantas karena memang yang bertanggungjawab di bidang admin dari akun TMC ini terhadap yang bersangkutan," ucap Yusri.

Pihaknya tak memungkiri kalau si admin memang salah posting. Maka dari itu telah dilakukan permintaan maaf kembali lewat Twitter resmi @TMCpoldametro. Terkait apakah kepedannya akan dilakukan evaluasi agar hal serupa, Yusri mengaku hal itu akan disampaikan. Pengarahan khusus akan diberikan ke si admin.

"Iya, nanti akan kita sampaikan," kata dia lagi.

Baca Juga:

Isu Banjir Diduga Dipakai Anies untuk Raih Elektabilitas

Sebelumnya, Sabtu, 8 Februari 2020, akun @TMCPoldaMetro menyampaikan informasi bahwa banjir terjadi di Jalan RE Martadinata dan hanya bisa dilintasi kendaraan besar. Namun, warganet menduga bahwa foto yang ditampilkan adalah sungai bukan jalan.

“08.03 #Banjir di Jl RE Martadinata di kedua arahnya, saat ini hanya bisa dilintasi kendaraan Besar,” tulis akun @TMCPoldaMetro.(Knu)

Baca Juga:

Anies Berdalih Jakarta Kebanjiran Karena Curah Hujan Tinggi

#Polda Metro Jaya #Banjir Jakarta #Yusri Yunus #Dirlantas Polda Metro Jaya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Polda Metro Jaya Kerahkan 8.095 Personel untuk Amankan Sidang Tahunan MPR/DPR
Polda Metro Jaya mengerahkan 8.095 personel untuk mengamankan sidang tahunan MPR/DPR.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Kerahkan 8.095 Personel untuk Amankan Sidang Tahunan MPR/DPR
Indonesia
Gaya 2 Tersangka Kasus Hafal Ayat Berhadiah Miras Konser Musik Ancol Saat Masuk Bui
Gaya kedua tersangka pun tampak sama-sama memakai topi dengan masker yang menutupi wajah bagian bawah
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
Gaya 2 Tersangka Kasus Hafal Ayat Berhadiah Miras Konser Musik Ancol Saat Masuk Bui
Indonesia
Makam ART Febrie Adriansyah Diekshumasi, Tim Forensik Periksa Jenazah hingga Sampel Tanah
Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi makam Sutrimo di Banyumas. Tim forensik memeriksa jenazah dan sampel lingkungan untuk mencari penyebab kematian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Makam ART Febrie Adriansyah Diekshumasi, Tim Forensik Periksa Jenazah hingga Sampel Tanah
Indonesia
Hari Ini Polisi Gali Makam Sutrimo Kuak Misteri Kematian ART Eks Jampidsus
Ekshumasi makam dilakukan 12 Agustus 2026 di Banyumas untuk mengungkap dugaan kematian tidak wajar Sutrimo ART eks Jampidsus.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Hari Ini Polisi Gali Makam Sutrimo Kuak Misteri Kematian ART Eks Jampidsus
Indonesia
Kasus Kebakaran Bapenda DKI Diambil Polda, Fokus Penyidik Lantai 16 Ruang Arsip
Kasus kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta resmi ditangani Polda Metro Jaya. Olah TKP dilakukan tim gabungan
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
Kasus Kebakaran Bapenda DKI Diambil Polda, Fokus Penyidik Lantai 16 Ruang Arsip
Indonesia
Polisi Periksa Orang Dekat Sutrimo, Mantan Pembantu Rumah Tangga Febrie Adriansyah yang Tewas dengan Mulut Berbusa
Pemeriksaan lanjutan salah satunya akan menyasar keluarga Sutrimo di Banyumas.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Polisi Periksa Orang Dekat Sutrimo, Mantan Pembantu Rumah Tangga Febrie Adriansyah yang Tewas dengan Mulut Berbusa
Indonesia
Kasus Kematian Eks ART Mantan Jampidsus Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Ekshumasi
Polda Metro Jaya meningkatkan kasus kematian eks ART mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ke tahap penyidikan. Polisi akan melakukan ekshumasi jenazah S.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Kasus Kematian Eks ART Mantan Jampidsus Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Ekshumasi
Indonesia
Polisi Akan Gali Makam Eks Asisten Febrie Adriansyah, Lakukan Autopsi Ulang
Sutrimo tewas misterius tak lama setelah kasus dugaan korupsi yang melibatkan majikannya terbongkar.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Polisi Akan Gali Makam Eks Asisten Febrie Adriansyah, Lakukan Autopsi Ulang
Indonesia
Ada Senjata Tempur Combat Shotgun di Temuan 996 pucuk senjata di Sekolah Kebayoran Lama Jakarta
995 pucuk diduga senjata angin terdiri dari empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, 776 pucuk dan revolver angin kaliber 4,5 millimeter.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Ada Senjata Tempur Combat Shotgun di Temuan 996 pucuk senjata di Sekolah Kebayoran Lama Jakarta
Indonesia
Polda Metro Jaya Tegaskan Patroli Besar dan Penyekatan Jakarta Bukan karena Isu Gangguan Keamanan
Polda Metro Jaya menegaskan patroli skala besar dan penyekatan di perbatasan Jakarta bukan karena isu gangguan keamanan, melainkan langkah preventif kepolisian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Tegaskan Patroli Besar dan Penyekatan Jakarta Bukan karena Isu Gangguan Keamanan
Bagikan