Headline

Dianggap sebagai “Anak Bengal” Rusia Jadi Pemain Kunci dalam Diplomasi Barat

Eddy FloEddy Flo - Senin, 19 Februari 2018
Dianggap sebagai “Anak Bengal” Rusia Jadi Pemain Kunci dalam Diplomasi Barat

Presiden Rusia Vladimir Putin (foto: screenshot presstv)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Sepak terjang Rusia dalam percaturan diplomasi kerap menyulitkan Amerika Serikat dan sekutunya. Sejumlah kebijakan Uni Eropa terhadap masalah diplomatik selalu dimentahkan Rusia melalui Presiden Vladimir Putin. Tak ayal, sejumlah media barat menyebut Rusia sebagai “anak bengal” dalam konstelasi hubungan internasional.

Rusia di mata para diplomat Amerika Serikat dan Eropa dianggap sering memainkan gerakan rahasia untuk merusak gagasan demokrasi yang disokong AS bersama sekutunya.

Sebelumnya diplomat Eropa dan AS sering terpecah karena kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump kini sudah menemukan musuh bersama, yakni si ‘anak bengal’ Rusia. Rusia dianggap memainkan politik tingkat tinggi merusak demokrasi di negara Barat. Semuanya kompak meyakini bahwa Rusia kini mempunyai peran penting untuk menyelesaikan sengketa besar di dunia.

Dari kawasan timur Ukraina, Suriah, sampai Korea Utara, kedudukan Rusia sebagai pemilik senjata nuklir dan hak veto di Dewan Keamanan PBB membuat semua upaya diplomasi harus melibatkan Moskow.

"Kami tidak bisa menemukan penyelesaian politik tanpa Rusia," kata Menteri Pertahanan Frank Bakke kepada Reuters saat mengikuti Konferensi Keamanan Munich di Jerman.

Dalam konferensi di Munich, Senin (19/2), Rusia dianggap sebagai "anak bengal". Negara itu dikecam karena turut campur dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2016 dan aneksasi atas Krimea dari Ukraina dua tahun sebelumnya.

Bagi dunia Barat, persatuan sikap itu merupakan perubahan besar setahun setelah Trump menjalankan politik luar negeri yang memecah belah. Trump banyak dikritik oleh Eropa karena menganggap remeh NATO, menarik diri dari perjanjian perubahan iklim Paris, dan mengancam akan membatalkan kesepakatan nuklir dengan Iran.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, dalam konferensi tahunan di Munich, para wakil dari Amerika Serikat nampak tidak suka terhadap kehadiran diplomat Moskow yang membantah tudingan campur tangan pemilu.

"Saya heran ada perwakilan Rusia yang datang. Mereka mengirim seseorang, setiap tahunnya, hanya untuk membantah fakta-fakta yang ada," kata Direktur Badan Intelejen Nasional Amerika Serikat, Dan Coats.

Namun, di balik layar, para diplomat punya sikap yang lain.

Menteri Luar Negeri Herman Sigmar Gabriel sudah menawarkan pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Moskow karena menganggap Rusia sebagai sahabat "tak tergantikan" dalam upaya global untuk mencegah proliferasi senjata nuklir.

Rusia kini punya banyak tangan dalam berbagai konflik di dunia dalam garis yang terkait satu sama lain.

Di satu sisi, Rusia bersekutu dengan Iran dalam perang di Suriah dan mendukung kelompok separati di Ukraina. Sikap ini banyak dikecam oleh NATO. Di sisi lain, salah satu anggota NATO, Turki, kini justru semakin mendekat dengan Moskow dengan membeli persenjataan dari Rusia.

Sementara itu, di Asia, upaya untuk menghentikan program nuklir Korea Utara sangat bergantung pada kesediaan Rusia untuk turut mengembargo minyak. Saat ini Moskow diduga hanya bersedia melakukannya jika ditukar dengan kemenangan politik dalam konflik lain.(*)

#Vladimir Putin #Rusia #Amerika Serikat #Uni Eropa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Serangan rudal Iran menghancurkan fasilitas intelijen AS di Timur Tengah. Kerugian diperkirakan miliaran dolar AS.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Dunia
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Pemerintah China menyebut hubungan kerja samanya dengan Iran berada dalam kerangka internasional sehingga tidak boleh diganggu, termasuk oleh Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Dunia
Kebakaran Hutan Dekati Reno, Nevada, Hampir 90.000 Warga Diminta Ngungsi
Sekitar 42.000 orang diperintahkan segera mengungsi, sedangkan 45.000 warga lainnya diminta bersiap meninggalkan rumah mereka.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Kebakaran Hutan Dekati Reno, Nevada, Hampir 90.000 Warga Diminta Ngungsi
Indonesia
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Perang antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Indonesia
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
November merupakan waktu di mana para pemimpin dunia mengikuti KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
Dunia
Permukaan Air telah Capai Rekor Terendah, Kerangka Manusia Bermunculan di Waduk AS
Kekeringan yang sedang berlangsung menyebabkan permukaan air di sejumlah wilayah barat AS terus menyusut.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Permukaan Air telah Capai Rekor Terendah, Kerangka Manusia Bermunculan di Waduk AS
Indonesia
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Pasukan Iran secara terpisah juga telah mengkaji kemungkinan menargetkan kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz jika terjadi eskalasi lebih lanjut, menurut laporan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Indonesia
Rusia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan Kilang Minyak di Myanmar
Moskow dan Naypyidaw juga tengah membahas rencana pembangunan pelabuhan laut dalam di pesisir selatan Myanmar yang mampu menampung kapal-kapal berukuran besar.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Rusia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan Kilang Minyak di Myanmar
Dunia
Insiden Kebakaran 51 Jeep Wrangler dan Gladiator Picu Gugatan Hukum di AS
Kasus kebakaran Jeep Gladiator dan Wrangler memicu gugatan hukum di AS. FCA recall 1,07 juta unit akibat masalah konektor listrik pompa power steering. NHTSA catat 51 kebakaran dan 1 cedera.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Insiden Kebakaran 51 Jeep Wrangler dan Gladiator Picu Gugatan Hukum di AS
Indonesia
Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS
Pemimpin Turkiye itu juga mengatakan bahwa Ankara, bersama dengan Pakistan dan Arab Saudi, menunjukkan sikap tegas dalam memastikan stabilitas dan keamanan regional
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS
Bagikan