Kesehatan

Diabetes Hingga Gangguan Jantung Mengintai Orang yang Terlalu Sibuk Bekerja

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Minggu, 15 Desember 2019
Diabetes Hingga Gangguan Jantung Mengintai Orang yang Terlalu Sibuk Bekerja

Terlalu sibuk bekerja bisa membahayakan kesehatanmu (Foto: pixabay/helpsg)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK orang mungkin terlalu sibuk bekerja, seperti jadi sering tak pulang kerumah, membawa pekerjaan kantor kerumah, bahkan bekerja sampai larut malam.

Jika kamu seperti itu, harap berhati-hati. Jika kamu terlalu sibuk bekerja sampai tak terasa, bisa membahayakan kesehatan.

Baca Juga:

Simak Nih! Camilan Sehat Untuk Dinikmati di Tempat Kerja

Banyak orang yang kecanduan bekerja 'workaholic', tentunya dengan berbagai macam tujuan. Seperti mendapatkan uang banyak demi membahagiakan orang-orang terkasih.

Namun kondisi itu tak bisa dibiarkan terus menerus, karena bisa membahayakan kesehatan fisik serta mentalmu.

Seperti yang dilansir dari laman alodokter, bahaya pertama yang mengintai orang terlalu sobuk bekerja ialah diabetes.

Penyakit diabetes mengintaimu jika kamu terlalu sibuk bekerja (Foto: pixabay/joergelman)

Karena bekerja terlalu keras bisa menyebabkanmu mengalami stres. Jika hal itu dibiarkan, stres bisa menggangu kerja hormon insulin yang berfungsi untuk mengendalikan kadar gula dalam darah.

Saat stres yang berlarut diimbangi dengan kelalaianmu menerapkan pola hidup sehat lantaran terlalu sibuk bekerja, risiko terjadinya diabetes akan lebih besar.

Bahaya kesehatan yang kedua akibat terlalu sibuk ialah gangguan jantung. 'Gila' kerja bisa membuatmu kehilangan waktu beristirahat, serta melakukan berbagai kebiasaan yang kurang sehat.

Baca Juga:

5 Cara Mengendalikan Amarah di Tempat Kerja

Seperti halnya kebiasaan merokok, minum alkohol berlebihan, hingga menerapkan pola makan yang tak sehat. Hal tersebut bisa menyebabkan munculnya gangguan pada hantung, seperti gangguan iraman jantung, serta penyakit jantung koroner.

Selain diabetes, terlalu sibuk bekerja juga bisa menyebabkan depresi dan gangguan jantung (Foto: pixabay/startupstockphotos)

Selain itu, bahaya terlalu sibuk bekerja lainnya yaitu Depresi. Karena tubuh yang lelah, pikiran yang jenuh, dan tekanan pekerjaan, bisa meningkatkan risiko terjadinya depresi.

Kondisi ini bisa ditandai dengan berubahnya pola tidur, nafsu makan yang hilang, hilangnya motivasi ataupun keinginan untuk melakukan sebuah kegiatan yang kamu sukai.

Bahaya selanjutnya terlalu sibuk kerja ialah tubuh menjadi sangat lelah. Karena terlalu sibuk bekerja bisa membuatmu jadi kurang tidur dan istirahsat. Sehingga tubuh kamu akan merasa sangat lelah. Saat lelah, kemampuanmu untuk bekerja secara produktif serta berpikir jernuh pun akan menurun. (Ryn)

Baca Juga:

Ingin Lebih Bahagia di Kantor? Lakukan Deretan Langkah Jitu Ini

#Kesibukan #Penyakit Diabetes #Penyakit Jantung Dan Stroke #Gangguan Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Lifestyle
Hari Diabetes Nasional: Indonesia Peringkat 5 Dunia, Dokter Soroti Pentingnya Ubah Pola Penanganan
Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Dokter pun menyoroti pentingnya pola penanganan.
Soffi Amira - Sabtu, 18 April 2026
Hari Diabetes Nasional: Indonesia Peringkat 5 Dunia, Dokter Soroti Pentingnya Ubah Pola Penanganan
Indonesia
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Gangguan irama jantung atau aritmia menjadi aktor intelektual di balik sekitar 26,3 persen kasus kematian jantung
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Tekno
Pasien Jantung Jangan Makan Berlebih Saat Berbuka Puasa, Akibatnya Bisa Fatal!
Pasien dengan gangguan irama jantung tetap aman menjalankan ibadah puasa selama ketat mematuhi persyaratan khusus.
Wisnu Cipto - Jumat, 13 Februari 2026
Pasien Jantung Jangan Makan Berlebih Saat Berbuka Puasa, Akibatnya Bisa Fatal!
Lifestyle
Dokter Neurologi Ungkap Pemicu Parkinson Dini pada Remaja dan Dewasa Muda Akibat Pengaruh Lingkungan Hingga Obat-obatan
Pada remaja, Parkinson seringkali muncul akibat penggunaan obat antidepresan karena pengaruh lingkungan pergaulan, penyalahgunaan narkotika, dan konsumsi obat-obatan yang seharusnya dihindari
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 April 2025
Dokter Neurologi Ungkap Pemicu Parkinson Dini pada Remaja dan Dewasa Muda Akibat Pengaruh Lingkungan Hingga Obat-obatan
Indonesia
Lebaran Aman Bagi Penderita Diabetes: Tips Jitu Jaga Kesehatan Saat Mudik 2025
Selain itu, pasien juga harus memastikan kebutuhan air terpenuhi selama perjalanan mudik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 Maret 2025
Lebaran Aman Bagi Penderita Diabetes: Tips Jitu Jaga Kesehatan Saat Mudik 2025
Lifestyle
Inflamasi Picu Penyakit Jantung, ini Penjelasannya
Inflamasi kronis dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan penumpukan plak di arteri.
Dwi Astarini - Jumat, 11 Oktober 2024
Inflamasi Picu Penyakit Jantung, ini Penjelasannya
Lifestyle
Diet Sup dan Shake Bisa Bantu Remisi Diabetes
Diabetes umumnya dianggap sebagai kondisi seumur hidup yang berkembang, namun sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa remisi diabetes dapat dicapai
Frengky Aruan - Jumat, 16 Agustus 2024
Diet Sup dan Shake Bisa Bantu Remisi Diabetes
Indonesia
Prevalansi Anak Terkena Diebetes Tinggi, DPR Minta Pemerintah Ketat soal Makanan dan Minuman Manis
Perlu kebijakan teknis soal makanan sehat.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Agustus 2024
Prevalansi Anak Terkena Diebetes Tinggi, DPR Minta Pemerintah Ketat soal Makanan dan Minuman Manis
Indonesia
DPR Soroti Kasus Diabetes dan Gagal Ginjal Anak yang Makin Meningkat
DPR menyoroti kasus diabetes dan gagal ginjal anak yang kini semakin meningkat. Pemerintah diminta untuk melindungi anak-anak dari penyakit tersebut.
Soffi Amira - Senin, 29 Juli 2024
DPR Soroti Kasus Diabetes dan Gagal Ginjal Anak yang Makin Meningkat
Lifestyle
Diabetes pada Anak, Kenali Tanda Awal Gejalanya
Deteksi awal bisa dilakukan dengan cara melakukan medical check up pada anak termasuk pengecekan gula darah yang rata-rata masih jarang dilakukan.
Mula Akmal - Senin, 22 Juli 2024
Diabetes pada Anak, Kenali Tanda Awal Gejalanya
Bagikan