Di Balik Pengakuan Ma'ruf Amin Soal Kalah dari Jokowi Dalam Urusan Salat
Jokowi dan Maruf Amin. (ANT/Hafidz Mubarak)
MerahPutih.com - Umat muslim pasti tidak meragukan ilmu agama mantan Ketua MUI Ma’ruf Amin. Dia dikenal sebagai figur ulama yang disegani. Namun, pria yang kini menjadi calon wakil presiden itu mengaku, pernah kalah dari pasangannya, Joko Widodo dalam urusan ketepatan waktu salat lima waktu.
Ma’ruf Amin bercerita, sekali waktu dia bertamu ke Jokowi. Saat tiba, lanjut dia, Jokowi tidak ada. “Ternyata beliau sedang salat. Padahal saya juga belum salat. Ternyata Pak Jokowi selalu salat awal waktu. Jadi saya kalah dari Pak Jokowi dalam urusan salat," ujar Ma'ruf dalam keterangannya, Senin (1/10).
Selain itu, salah satu yang berkesan adalah keputusan Jokowi yang menetapkan 22 Oktober sebagai hari santri nasional.

Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menilai hal itu sebagai bentuk dorongan kepada santri agar bisa meningkatkan perannya di negeri ini.
Kata dia, hal itu menunjukkan betapa Jokowi sangat menghormati ulama dan mencintai santri. Penetapan hari santri nasional, bukan sekedar pengakuan negara terhadap peran santri. Tapi juga harapan dan komitmen negara untuk meningkatkan peran santri di masyarakat.

Nah, atas dasar itulah akhirnya Ma'ruf menerima tawaran Jokowi untuk jadi pendampingnya di Pilres 2019. Ma’ruf meyakini jika terpilih di Pilpres 2019, dia dan Jokowi bisa semakin membawa kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Para kiai sering bilang Jokowi-Ma'ruf Amin itu Ja'a Qowiyyun, Ma'ruf Amiinun. Artinya, telah datang seorang tokoh yang tangguh, terkenal, lagi terpercaya," tutupnya. (*)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah