Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Rayakan Hari Anak Nasional di Rumah dengan Kegiatan Seru

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Jumat, 23 Juli 2021
Rayakan Hari Anak Nasional di Rumah dengan Kegiatan Seru

Ada banyak hal menarik yang bisa dilakukan bersama anak di rumah untuk merayakan Hari Anak Nasional (Foto: pixabay/dassel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PADA Hari Anak Nasional yang berlangsung hari ini (23/7), ada sejumlah hal yang dapat dilakukan orangtua dan anak untuk merayakannya.

Merayakan Hari Anak Nasional dengan kegiatan kebersamaan orangtua dan anak banyak memiliki manfaat. Seperti halnya menjalin kedekatan yang lebih dalam serta bisa membangun kreativitas dan kepercayaan diri.

Baca Juga:

Cegah Anak Kecanduan Game, Tencent Gunakan Pengenal Wajah

Di tengah situasi pandemi yang membuat para orangtua dan anak harus di rumah saja, merayakan Hari Anak Nasional tetap bisa dilakukan dengan asyik.

Ada banyak kegiatan kebersamaan orangtua dan anak untuk merayakan Hari Anak Nasional (Foto: pixabay/2081671)

Seperti dilansir ANTARA, ada sejumlah kegiatan kebersamaan orangtua dan anak yang bisa dilakukan di rumah untuk merayakan Hari Anak Nasional.

Kegiatan pertama yakni belajar sambil bermain. Saat bermain dengan anak, orangtua bisa membantu anak-anak untuk mengembangkan keahlian mereka. Dari mulai perkembangan motorik anak, kemampuan sosial serta emosional hingga kemampuan dasar aritmatika.

Pada masa pandemi, anak serta orangtua lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Momentum itu seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat kedekatan dan hubungan.

Hal tersebut sangat penting karena saat bermain dengan orangtua, anak akan merasakan rasa aman yang tak dirasakan ketika bermain dengan orang lain.

Pembelajaran yang ingin orangtua sampaikan kepada anak pun bisa diterima dengan baik, karena bermain merupakan bentuk komunikasi untuk anak-anak.

Kegiatan asyik kedua bagi orangtua dan anak, yakni bernyanyi bersama. Kegiatan ini bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagi anak.

Bernyanyi dan bermain musik dengan anak memiliki banyak manfaat (Foto: pixabay/kamkhor)

Menurut Professor Graham Wich dari University of London, bernyanyi bermanfaat bagi anak. Kegiatan itu bisa membangun kepercayaan diri, meningkatkan harga diri, mendorong inklusi sosial, selalu melibatkan emosi, mendukung pengembangan keterampulan sosial, serta kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang istimewa dalam seni.

Selain itu, aktivitas bernyanyi bersama anak pun bisa membantu untuk mempererat hubungan dan menjaga serta memperbaiki suasana hati.

Baca Juga:

Psikolog Ungkap Bahayanya Konten Dewasa Bagi Anak

Kegiatan ketiga yakni bercerita kepada anak. Saat ini dongeng dan cerita rakyat mulai pudar dari kehidupan sehari-hari, karena itu orangtua bisa mengenalkan kembali dongeng dan cerita rakyat kepada anak.

Dongeng dan cerita rakyat memiliki pesan-pesan moral yang baik untuk anak. Selain itu, orangtua pun bisa mendorong anak untuk membaca buku cerita atau dongeng sendiri. Setelah itu, tanya kepada mereka apa yang mereka tangkap dari cerita itu.

Menggambar memiliki manfaat bagi kecerdasan dan suasana hati anak (foto: pixabay/stocksnap)

Kegiatan keempat yang bisa dilakukan orangtua dan anak, yakni menggambar bersama. Biasanya saat anak usia balita hingga awal masuk sekolah, tembok rumah dipenuhi coretan atua gambar dengan spidol, krayon, serta alat tulis lainnya.

Bila terjadi seperti itu, orangtua tak perlu marah, karena menggambar punya banyak manfaat bagi anak, antara lain mengembangkan motorik halus anak, membangun konsentrasi, meningkatkan kepercayaan diri, dan melatih kesabaran anak.

Menariknya, selain memiliki manfaat bagi kecerdasan anak, ikut menggambar bersama anak juga dapat memperbaiki suasana hati anak dan mempererat kedekatan orangtua dengan anak.

Selanjutnya, kegiatan yang kelima yaitu berkreasi dengan video. Pada era digital ini, tentunya para orangtua khawatir akan apa yang ditonton anak.

Karena itu, orangtua harus bisa mengatasi hal itu dengan mendorong anak melihat konten-konten edukatif yang menarik. Seperti halnya infografis atau fun facts yang menarik minat mereka.

Orangtua bisa mendorong anak-anak untuk membuat konten-konten edukatif yang kreatif, serta mudah dinikmati teman-teman mereka. (Ryn)

Baca Juga:

Tips Menangani Anak Nakal dengan Bijak

#Hari Anak 2021 #Parenting #Kesehatan #Anak #Hari Anak Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Indonesia
Kekerasan Seksual masih Jadi Ancaman Anak Indonesia, DPR Minta Pemerintah Permudah Sistem Pelaporan
Masih banyak korban yang memilih diam karena takut kepada pelaku, merasa malu, mendapat ancaman, tidak dipercaya, atau khawatir justru disalahkan ketika melapor.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kekerasan Seksual masih Jadi Ancaman Anak Indonesia, DPR Minta Pemerintah Permudah Sistem Pelaporan
Indonesia
Hari Anak Nasional 2026, Ketua DPR Tegaskan Anak Harus Terbebas dari Bullying
Berbagai tantangan masih dihadapi anak-anak Indonesia, mulai dari stunting, putus sekolah, kekerasan, perkawinan usia dini, eksploitasi, perundungan, hingga ancaman di ruang digital.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Hari Anak Nasional 2026, Ketua DPR Tegaskan Anak Harus Terbebas dari Bullying
Indonesia
Hari Anak Nasional 2026, KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi kepada Generasi Muda Lewat Edukasi Interaktif
KPK memanfaatkan Hari Anak Nasional 2026 untuk memperluas pendidikan antikorupsi melalui berbagai kegiatan interaktif bersama KemenPPPA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Hari Anak Nasional 2026, KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi kepada Generasi Muda Lewat Edukasi Interaktif
Indonesia
Transjakarta Gelar Merakids 2026, Ajak Anak Belajar Transportasi Publik di Hari Anak Nasional
Transjakarta menggelar Merakids 2026 dalam rangka Hari Anak Nasional. Sebanyak 80 anak mengikuti kegiatan edukasi transportasi publik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Transjakarta Gelar Merakids 2026, Ajak Anak Belajar Transportasi Publik di Hari Anak Nasional
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Lifestyle
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Save the Children menggelar Festival Anak Pahlawan pada 13-16 Agustus 2026. Acara ini mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan aman.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Bagikan