MerahPutih.com - Aksi teror pembakaran melanda Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Jatanras Polda Jateng ikut turun tangan melacak keberadaan empat orang tak dikenal (OTK) yang diduga kuat sebagai dalang utama aksi pembakaran.
Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Jatanras Polda Jateng bekerjasama membantu Polres Sukoharjo untuk membantu proses pendalaman,
kata Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, kepada media, Selasa (15/9).
Baca juga:
Densus 88 Temukan Anak Panah dan Pisau dari Siswa MAN 3 Padang, Diduga Gabung Group Daring Radikal
Sterilisasi TKP Warung Babi Tepi Sawah
Area tempat usaha kuliner itu kini dipasangi garis polisi secara ketat guna keperluan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan serta pengumpulan material sisa kebakaran.
Kapolres mengungkapkan total ada 12 saksi telah diperiksa untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian, identitas pelaku, hingga motif pembakaran.
Namun, Anggaito mengaku hasil pendalaman kasus ini bersama Densus 88 dan Jatanras masih dalam proses pendalaman dan belum bisa dipublikasi ke publik
“Kami masih terus melakukan penyelidikan dan belum dapat menyimpulkan motif maupun keterlibatan pihak tertentu sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan selesai," tandasnya.
Baca juga:
Para Pelaku Rusak CCTV Sebelum Beraksi
Saksi kunci, Ali (32), membeberkan detik-detik menegangkan saat kamar yang ditempatinya di dalam warung didobrak secara paksa rombongan pelaku berbusana serba hitam dan mengenakan helm penutup kepala.
Korban mengaku sempat ditodong senjata tajam jenis pisau di bawah ancaman agar tidak menatap wajah para pelaku yang secara tangkas merusak monitor serta perangkat CCTV tempat usaha tersebut.
Pola perusakan fasilitas keamanan terlebih dahulu menguatkan dugaan para pelaku telah menguasai peta tata ruang lokasi kejadian sebelum melancarkan aksi pembakaran.
"Saya waktu itu di kamar, tiba-tiba kamar saya didobrak dan ditarik keluar lalu ditodong sajam, di mana kejadian berlangsung sangat cepat," imbuh Ali. (Ismail/Jawa Tengah)